The old soldier never dies -----Original Message----- From: Suhendar, Hendra (hasuhen) [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, April 01, 2005 7:11 AM To: [email protected] Subject: RE: [iagi-net-l] Coming Next : Gempa Mentawai : Siberut-Sipora-Pagai (???!!!)
Penjelasannya sangat mudah dipahami dengan bahasa yang ringan... Terima kasih Pak Koesoema.... Hendra -----Original Message----- From: R.P. Koesoemadinata [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, March 31, 2005 7:40 PM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Coming Next : Gempa Mentawai : Siberut-Sipora-Pagai (???!!!) Hipotesis Tektonik Lempeng Ganjel Dari membaca di mass media maupun di milist ini saya dapat kesan banyak terjadi kesalah fahaman dalam menjelaskan mengenai bagaimana terjadinya gempa (earthquake) Banyak orang (termasuk geologist) yang tidak bisa membedakan antara "subduction" (penyusupan, penunjaman?) dengan "collision" (tumbukan? Menurut hemat saya hanya padi atau kopi yang dapat ditumbuk) atau tabrakan. Seolah-olah terjadinya gempa itu karena ada tumbukan antara lempeng samudra Hindia-Australia dengan lempeng benua Asia, sedangkan mungkin yang dimaksudnya adalah "convergence", di mana lempeng samudra Hindia Australia ditekuk dibawah lempeng benua Asia, tetapi berjalan terus seperti converyer belt atau escalator. Menurut hemat saya jika "converyor belt" yang sangat lebar ini terganjal disuatu titik, karena ketidak-rataan dari antar muka dari kedua lempeng tersebut (misalnya juga ada blok patahan dsb,), maka dititik itulah akan terjadi akumuasi stress, dan pada suatu ketika maka ganjelan ini jebol (ruptured) juga , dan terjadi "energy release" yang besar dalam bentuk gempa bumi. Makin kuat ganjelan ini maka makin besar juga magnitude gempanya dalam sekala Richter. Hypocentrum inilah sebenarnya adalah titik di mana terdapat ganjelan yang jebol ini. Saya duga ganjelan ini tidak terdapat di satu tempat saja, tetapi di banyak tempat, dan di titik2 inilah adanya potensi terjadinya strain accumulation. Jika sudah jebol satu ganjelan, maka ganjelan berikutnya dapat jebol juga dalam waktu yang singkat, karena boleh jadi pada titik ini juga stress accumulationnya sudah berlangsung lama. Ganjelan berikutnya yang akan jebol bisa dimana saja sepanjang antarmuka kedua lempeng tersebut yang lebar ini, apakah dekat ganjelan yang sebelumnya jebol ataupun di tempat lain yang lebih jauh. Bahkan jebolnya suatu ganjel yang kuat dapat menyebabkan jebolnya ganjel-ganjel berikutnya secara beruntun. Saya tidak bisa melihat mengapa untuk terjadinya gempa yang berkekuatan besar harus tunggu 100 tahun lagi. Untuk meramalkan di mana gempa akan terjadi lagi, maka kita harus melokalisasi di mana saja terdapat ganjel-ganjel ini serta besar kecil nya ganjel, dan akumulasi stress yang terjadi pada ganjel-ganjel ini. Untuk ini kita bisa beri nama "hipotesa tektonik lempeng ganjel" Ini mungkin bisa lebih dimengerti oleh khalayak ramai yang awam, dari pada teori tumbukan lempeng. Kalau terjadinya gempa karena tumbukan (tabrakan) lempeng, maka yang terjadi adalah epizone, bukan epicentrum. Wasslam PLEASE DO NOT ATTACH FILE LARGER THAN 500 KB R.P.Koesoemadinata Jl. Sangkuriang G-1 Bandung 40135 Telp: 022-250-3995 Fax: 022-250-3995 (Please call before sending) e-mail: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

