NEO-CATASTROPHISM?

----- Original Message -----
From: "Fatrial Bahesti" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, April 06, 2005 8:30 AM
Subject: [iagi-net-l] FW: peringatan letusan gunung api di toba


>
> ----
>
> SUARA MERDEKA
>
> Sabtu, 02 April 2005
> NASIONAL
>
>
> Pakar Peringatkan Letusan Gunung Api di Danau Toba
>
> SYDNEY - Ketika Indonesia sedang berjuang keras
> mengevakuasi
> para korban gempa di Pulau Nias, seorang pakar
> Australia
> memperingatkan bahwa wilayah Sumatera bakal diguncang
> letusan
> gunung berapi sangat dahsyat.
> Skala bencana ledakan ''super volcano'' itu
> diperkirakan jauh
> lebih besar daripada tsunami 26 Desember dan gempa 28
> Maret lalu.
> Profesor Ray Cas dari Fakultas Ilmu Bumi Monash
> University
> mengatakan, letusan gunung berapi paling dahsyat itu
> bakal
> terjadi di Danau Toba, Sumatera Utara.
> Dia mengatakan kemarin, Danau Toba terletak di jalur
> patahan
> di bagian tengah Pulau Sumatera. Sejumlah ahli
> seismologi juga
> mengatakan, gempa besar ketiga mungkin akan
> mengguncang wilayah
> tersebut, menyusul gempa 9,0 skala Richter pada 26
> Desember dan
> 8,7 skala Richter pada 28 Maret lalu.
> Letusan-letusan vulkano besar yang berpotensi
> menewaskan jutaan
> orang dan menimbulkan kerusakan hebat akan terjadi
> setelah satu
> ledakan pertama.
> Menurut Cas, super volcano itu hanya menunggu waktu.
> Dia menambahkan ledakan tersebut merupakan ancaman
> terbesar bagi
> planet ini. Sebab, letusan hebat itu bisa menyebabkan
> bencana
> terbesar dalam sejarah modern.
> 'Super volcano pasti meledak,'' kata Cas. ''Ledakan
> itu terjadi
> setiap 50 atau 1.000 tahun. Cepat atau lambat, salah
> satu
> letusan dahsyat itu akan mengguncang planet ini.''
> Menurutnya, ledakan-ledakan hebat gunung berapi pernah
> terjadi di Italia, Selandia Baru, Amerika Selatan, AS,
> dan
> Indonesia. Dalam Waktu Dekat Ledakan terbesar
> berlangsung di
> Danau Toba, yang telah menciptakan kawah berdiameter
> 90 kilometer.
> Menurut Prof Cas, siklus ledakan hebat 2.000 tahunan
> telah tiba
> waktunya. Para pakar vulkanologi di seluruh dunia
> sedang mengamati
> dan menunggu terjadinya bencana besar dalam waktu
> dekat.
> Menurut Cas, ledakan besar terakhir yang secara ilmiah
> disebut caldera terjadi 2.000 tahun lalu di Selandia
> Baru.
> Dia mengatakan, ledakan-ledakan itu begitu kuat
> sehingga sejumlah
> besar bebatuan dan debu terlontar ke atmosfer. Ada
> risiko ledakan
> itu menimbulkan tsunami karena guncangan vulkanik
> melanda lautan.
> ''Kemungkinan korban tewas bisa mencapai ratusan ribu
> sampai
> jutaan. Ada implikasi serius terhadap iklim, cuaca,
> dan
> keberlangsungan produksi pangan,'' kata dia.
> Dia menambahkan, meski ada ancaman dalam waktu dekat,
> negara-negara
> sekitar tampaknya belum siap.
> ''Masalah terbesar adalah, banyak gunung berapi yang
> berpotensi
> meletus itu mungkin tidak dipantau dengan semestinya.
> Tentu saja,
> kita harus belajar dari bencana tsunami Desember
> lalu,'' kata dia.
> Gempa-gempa di lepas pantai Aceh barat dan Pulau Nias
> terjadi di
> sepanjang jalur patahan lepas pantai barat Sumatera.
> Gempa-gempa
> itu menciptakan tekanan seismologis yang dapat
> mempercepat letusan
> gunung berapi.
> Cas mengatakan, letusan vulkano hebat terjadi di Danau
> Toba
> sekitar 73.000 tahun lalu. Skala ledakannya begitu
> besar sehingga
> mengubah iklim dunia.
> ''Ledakan tersebut mengakibatkan tersemburnya 1.000
> kilometer
> kubik debu dan bebatuan ke atmosfer. Sebagian besar
> debu itu
> menghalangi sinar matahari.
> Akibatnya, dunia memasuki zaman es,'' kata dia.
> Ilmuwan itu mengatakan super volcano mencerminkan
> potensi bahaya
> terbesar dari Bumi. ''Ancaman dahsyat lainnya berasal
> dari angkasa
> luar, yakni jatuhnya asteroid besar,''
> tambahnya.(yahoo-afp-ben-46)
>
>
>
>
>
>
> __________________________________
> Do you Yahoo!?
> Make Yahoo! your home page
> http://www.yahoo.com/r/hs
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
> To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy
Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> ---------------------------------------------------------------------
>
>



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke