Mungkin Inggris lebih jeli memandang ke depan, sehingga kenapa dia mau berkorban menukarkan Little Amsterdam di sekitar Washington dengan melepas sebagian kekuasaannya dibawah kesultanan Siak (bengkulu, riau dan sekitarnya)- melalui Traktak Siak ke Belanda, tapi tidak untuk Malaya dan Singapore. Terkait dengan pemaparan pak Agus S. Djamil " AlQuran dan Lautan" ada sedikit disinggung betapa pentingnya dan energiknya selat Malaka saat ini, sebagai jalur pelayaran bagi lebih 40% Energy Consumption untuk Industri di Far east dan sebaliknya distribusi produk ke Euro, Middle east dan Africa, selat ini mengalirkan cost fee trilliun dollars, dan yg paling memanfaatkan peluang ini adalah SINGAPORE, Indonesia belum tergerak. Simplenya saja menurut beliau jalur ini sebenarnya bisa menjadi penekan untuk pembebasan hutang Indonesia ke Negara indusri.
-----Original Message----- From: ade kadarusman [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, May 10, 2005 3:39 PM To: [email protected] Cc: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [iagi-net-l] Junghuhn : Bukan Hanya Karena Kina Berbeda dengan Inggris merupakan negara industri (revolusi industri hadir di Inggris dgn ditemukannya mesin uap abad 17?), menjajah Negara-negara Asia- Afrika, dengan tujuan jangka panjang, untuk memasarkan produk-produk industrinya. Negara-negara jajahannya mereka tingkatkan pendidikannya, walaupun tetap namanya penjajah tetap penjajah. Tapi buktinya, kita lihat sendiri negara- negara jajahan Inggris sangat maju dibandingkan negara jajahan Belanda. Kalau dulu kita boleh memilih, jangan hanya kita tukar Bengkulu dgn Singapura, tapi kita milih dijajah Inggris dan Malaysia dijajah Belanda ha..ha..ha..........nah kalau begitu tki kita gak perlu cari ringgit disana. Quoting Taufik Manan <[EMAIL PROTECTED]>: > Khusus tentang Raffles (ekspat dari negerinya David > Beckham dan Pangeran Charles) pembuatan Benteng di > Bengkulu (Fort Midllesborough), pembangunan Bogor > Botanical Garden dengan istananya serta yang lainnya > sangat mengangkat nama Indonesia di bidang Biologi. > Saya pernah mengunjungi keduanya dan sangat kagum atas > hasil karyanya. Namun yang sangat saya kagumi adalah > keputusannya untuk menukar daerah Bengkulu (yang lebih > besar luasnya, milik Inggeris saat itu) dengan Pulau > Singapore (milik Belanda saat itu), yang baru bisa > kita rasakan manfaatnya saat ini sebagai pusat bisnis > dan industri di Asia Tenggara dengan pendapatan per > kapita penduduk yang tertinggi di area kita ini. > Tentunya jarang orang yang mempunyai pandangan jauh ke > depan pada jamannya. > > > --- Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Menarik uraian Ferry, > > Kenapa orang melupakannya ? > > > > Ya mungkin saja karena Junghuhn termasuk "wong > > londo", dimana dalam > > benak hampir kita semua di adalah bagian dari > > penjajahan, yg dibenci > > oleh kebanyakan rakyat Indonesia. > > Sulitnya buat kita yg konsen dengan ilmu atau sains > > yg tidak mengenal > > kata baik-buruk, tidak mengenal bangsa, tidak > > mengenal negara. Sains > > hanya bicara apa adanya seadanya dan tidak > > mengada-ada. Tentunya > > menjadikan heran karena seseorang saintist yg datang > > karena minat > > ilmiahnya menjadi rancu karena status kedatangannya > > sebagai "tentara". > > > > Kita bisa kagum sekaligus "gemes" karena kita berada > > diatas dua kaki > > ilmiah yg ingin tahu banyak tentang alam lingkungan > > sekitarnya, dan > > satu lagi kaki yg berada diatas kebangsaan yg bangga > > dengan jiwa > > patriotiknya dalam mengusir penjajah. > > Ilmiah memang tidak mengenal bangsa, tidak mengenal > > agama, seolah > > tidak mengenal tata nilai manusia, tetapi ilmiah yg > > ndompleng > > penjajahan menjadikan sesuatu yg cerah menjadi > > kabur. > > > > Apakah saya, anda, ataupun dia mau melakukan kerjaan > > atas dasar minat > > ilmiah dengan mengabaikan sifat manusiawinya atau > > tidak ... its up to > > you. > > apapun yg anda putuskan yg fenomenal tetep saja > > fenomenal. > > > > Salam, > > RDP > > "knowledge, filling an empty mind with the open one" > > > > On 5/10/05, [EMAIL PROTECTED] > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > Nama besar Junghuhn juga dikenal di kalangan > > avonturir dan pendaki gunung, > > > sebagai orang pertama yang mendaki & > > mengidentifikasi keberadaan 30 gunung > > > di Jawa yang ber-elevasi di atas 2000 mdpl di > > Pulau Jawa. Sekilas kata2 > > > Junghuhn yang menjadi sumber inspirasi banyak > > pendaki gunung: > > > > > > " Masih jelas dalam ingatanku kesan pemandangan > > hutan-hutan Pulau Jawa yang > > > tak putusnya diselubungi kehijau-hijauan alami > > yang memesona. Juga pada > > > beribu-ribu bunga di dalamnya yang senantiasa > > menyebarkan wewangian dan > > > aroma asli nan penuh nikmat, Jelas juga dalam > > ingatanku berisiknya > > > daun-daun yang diembus angin laut yang lembut, > > meniup sela-sela pepohonan > > > pisang sampai ke pucuk-pucuk pepohonan kelapa. > > Jauh di dalam hutan > > > terdengar tak henti-hentinya suara gemuruh > > jatuhnya air terjun dari lereng > > > gunung yang terjal ke sungai yang berbatu-batu. > > > Mengalami semua ini, aku sungguh-sungguh merasa > > seolah-olah kami sudah lama > > > berkenalan, dan aku tak dapat berbuat lain selain > > menundukkan kepala dan > > > berdoa, berterima kasih kepada Sang Pencipta. > > > Kini timbul dalam hati sanubariku perasaan rindu > > dan hasrat kuat untuk > > > kembali ke tempat itu, dan memuja: Hai > > gunung-gunung dan hutan-hutan, salam > > > cinta dan terima kasih, sampai jumpa lagi !" (FW > > Junghuhn) > > > > > > Sayangnya, dibandingkan nama besar dan jasanya, > > tak demikian penghargaan > > > masyarakat kepadanya. Terakhir kali saya bersepeda > > ke Taman Junghuhn di > > > Jayagiri, Lembang tahun lalu kondisinya sudah > > sangat memprihatinkan dan > > > tidak terawat. Tugu dan nisannya sudah berlumut > > dan kotor. Menurut sang > > > kuncen, dana perawatan Taman dan makam beliau > > sudah lama terhenti bersamaan > > > dengan ditutupnya Goethe Institute, Bandung. > > Sedihnya lagi, banyak orang > > > yang mengunjungi makamnya, tetapi bukan untuk > > mengenang jasa2nya, tetapi > > > karena menganggapnya keramat dan untuk mencari > > pesugihan...hiks...hiks. > > > > > > salam > > > > > > Ferry > > > > > --------------------------------------------------------------------- > > To unsubscribe, send email to: > > [EMAIL PROTECTED] > > To subscribe, send email to: > > [EMAIL PROTECTED] > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > IAGI-net Archive 1: > > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: > > http://groups.yahoo.com/group/iagi > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy > > > Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > > Komisi SDM/Pendidikan : Edy > > Sunardi([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] > > atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi > > Dahlius([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Database Geologi : Aria A. > > Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > > > Yahoo! Mail > Stay connected, organized, and protected. Take the tour: > http://tour.mail.yahoo.com/mailtour.html > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] > To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy > Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), > Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

