Pak Koesoema, memang itu harusnya menjadi bagian tugas BPMIGAS untuk 
"menertibkan" pemakaian satuan yang dipakai para KPS/JOB. Sampai saat ini, 
BPMIGAS menerima baik satuan metrik maupun non-metrik. Satuan barrel dipakai 
oleh semua kontraktor, tidak ada yang meter kubik atau ton. Untuk "juta barrel" 
pun ada KPS yang menggunakan baik MMBO (MM di sini = million) maupun MBO (M di 
sini = mega = juta). Beberapa perusahaan ex Inggris walaupun sudah 20 tahun 
menggunakan metrik, ternyata mereka masih menggunakan satuan foot dan barrel di 
dokumen2 yang diserahkan ke BPMIGAS.
 
"Penertiban" lain adalah tentang pemakaian nama formasi. Ini lebih "runyam" 
lagi. Tetapi, ada gejala bagus yang bisa segera ditangkap oleh Komisi SSI 
(Sandi Stratigrafi Indonesia). Data umur absolut semakin banyak terkumpul. 
Tentu ini kelak akan menjadi data bagus untuk penertiban nama formasi.
 
salam,
awang

"R.P. Koesoemadinata" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Indonesia itu secara hukum menggunakan sistem metrik, dan semua perdagangan 
secara legal harus dinyatakan dalam sistim. "Enforcement" dari hukum ini 
dilakukan oleh Direktorat Metrologi yang bernaung di bawah Departemen 
Perdagangan. Maka semua alat ukur, timbangan, takaran pompa bensin (juga 
sebetulnya termasuk alat ukur PDAM, PLN dan Telepon) harus ditera kalau 
tidak salah 1 tahun sekali, atau mungkin lebih sering lagi. Kita sering 
lihat juru tera melakukan di pasar-pasar, dan alat ukur itu diberi tanda.
Yang aneh justru Direktorat Metrologi tidak berdaya terhadap industri 
minyak, yang masih menggunakan feet, inch dan barrel. Shell yang kemudian 
dilanjutkan Pertamina menyatakan cadangan dan produksi dalam ton = 
meterkubik, atau kiloliter, tetapi sekarang ikut2an menggunakan barrel, 
walaupun untuk kedalaman sumur, log dsb menggunakan meter. Sebetulnya BP 
Migas harus mengingatkan perusahaan minyak di Indonesia bahwa secara hukum 
harus menggunakan sistim metrik. Saya lihat Australia dan Inggris yang belum 
lama berubah ke sistim metrik ukuran kedalaman sumur sdh menggunakan meter, 
juga di toko2 sudah menggunakan kilogram, dan tidak pound dan ounce lagi, 
dan pom bensin menggunakan liter, jalan2 dinyatakan dalam km. Hanya Amerika 
Serikat yang masih bertahan dengan sistim Inggris ini.
Dalam pertambangan digunakan istilah ounce untuk emas, short ton, long ton, 
tetapi sering juga metric ton.
Kita negara metrik, tetapi tidak kuasa untuk menerapkannya pada perusahaan 
asing, malah kita yang ikut-ikutan.
RPK

                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Yahoo! Small Business - Try our new resources site! 

Kirim email ke