Sebaiknya muncul dari diri sendiri sebab kita sendirilah yang nanti akan mengalaminya. Jadi, kenalilah dulu diri sendiri dengan baik. Orang tua atau istri/suami kita bisa jadi mengenal kita akan beberapa hal tentang kita yang luput dari penilaian kita sendiri. Itu bagus untuk memperkaya persepsi. Orang lain pun bisa berpendapat dan pendapatnya bisa mempengaruhi persepsi kita tentang kesuksesan. Pendapat orang dan apa yang kita lihat dan alami sehari-hari dapat mempengaruhi persepsi kita. Sejauh itu berdamai dengan diri dan sesuai kemampuan kita, itu akan berefek positif buat persepsi kita. Kalau kita hanya punya keinginan tanpa kemampuan tetapi kita memaksa diri mengejarnya, nah itu perpecahan kejiwaan. Ada hal yang perlu dicoba, tetapi ada juga hal-hal yang tak perlu dicoba, bahkan dipikirkan pun jangan. Orang pernah berkata, "you only fail when you only fail to try" Tetapi, kenyataan hidup menunjukkan : bijak-bijaklah menggunakan kata2 itu. Ada yang harus dicoba, tetapi tak semua harus dicoba kan ? salam, awang
Prasiddha Hestu Narendra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: bisa dari diri sendiri, bisa juga dari orang lain contohnya.... - Orang tua memandang anaknya sudah cukup sukses, punya pekerjaan yg baik dengan gaji cukup, sudah beristri dan punya anak, sudah punya rumah sendiri walopun masih kredit dan mobil walopun bukan mobil mewah - Sang teman dari anak tersebut melihat hal sama seperti orang tua tadi - sementara Sang anak merasa masih belum cukup sukses, karir merasa masih belum berkembang, banyak impian yg belum terealisir.....melanjutkan kuliah S2 / S3, pingin menguasai bidang ilmu ini dan itu, pingin menguasai sofware ini dan itu...dst....dst... TERAKHIR KALI SANG ANAK AKAN SEDIKIT MERASA SUKSES JIKA SUDAH BISA JADI KETUM IAGI HAYOOOOO SIAPA MAU DAFTAR JADI KETUM IAGI.............ATAU PALING TIDAK JADI TIM SUKSES UNTUK SUKSESI KETUM IAGI YANG SUKSES........ salam sukses selalu.... -prasiddha At 01:42 PM 5/18/2005 +0800, you wrote: >persepsi kesuksesan itu datangnya dari diri sendiri atau orang lain? > > >--pta > > >On 5/18/05, Awang Satyana wrote: > >...(deleted)... > > Biarlah setiap orang menentukan tingkat kesuksesannya masing-masing ! > > > > salam, > > awang > >--------------------------------------------------------------------- >To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] >To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] >Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy >Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id >Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) >Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) >Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) >Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau >[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) >Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) >--------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- Yahoo! Mail Mobile Take Yahoo! Mail with you! Check email on your mobile phone.

