>
> Mar,

  Tolong aku tertarik dengan SDEKAH , kirim ya.

  Si Abah

  Asyiiik...
> Ayo rame-rame membuat rumusan alam, termasuk sukses.
> Panjang dikit boleh ya Pak Moderator.
>
> Orang yang paling sukses: adalah yang paling baik karya kebaikannya
> (amalnya), yakni lewat ilmu bermanfaat, sedekah, dan anak salehnya.
> Lebih mewah, berpotensi, dan mestinya sudah, membuat karya lebih baik.
> Ilmu adalah rumusan-rumusan alam diperoleh dari analisa empiris tentang
> yang ada di alam, untuk memprediksi/meramal kejadian. Semakin berguna
> rumusan itu , maka semakin bisa menghasilkan kebaikan. Semakin banyak
> yang di analisa atau dikorelasikan, semakin besar kegunaannya.
> Kesyukuran lebih sering menjadikan orang berkarya yang lebih baik.
>
> Meramal adalah hakekatnya sama saja dengan memprediksi. Hanya karena
> orang yang "meramal" sering keliru ramalannya (mungkin karena kurang
> baik rumusannya), maka ada yang melihat "meramal" lebih jelek dari pada
> "memprediksi".  Meramal setelah Senin hari apa? Selasa. Kenapa? Karena
> dari data-data dulu, disimpulkan rumusnya bahwa setelah Senin ya Selasa.
> Setelah 1000, angka berapa? 1001. Kenapa? Ada rumusan yang telah dibuat,
> bahwa setelah 1000, ya 1001. Manusia dibayar dari hasil
> prediksi/ramalannya. Semakin banyak yang dia ketahui rumusan, semakin
> besar ilmunya, semakin besar dan laku orang itu. Bila belum ada
> rumusnya, ya buat rumusannya.
>
> Geologis menggunakan rumusan-rumusan bumi, untuk menghasilkan hal-hal
> yang berguna.  Geologi adalah ilmu bumi (fisika bumi, geofisika)
> mencakup seluruh peristiwa/ hal-hal di bumi :geodesi, geokimia,
> paleontology, sejarah, ekonomi, ilmu computer, teknik (segala teknik),
> sejarah, budaya, kedokteran, politik, dll. Pokoknya peristiwa yang ada
> di bumi. Hanya karena baru sedikit yang di ketahui oleh geologis, dan
> ada yang lebih tahu detilnya dibidang bumi itu, maka kadang geofisika,
> biologi, ekonomi, politik, dll, itu bukan bidang geologi (ilmu tentang
> semua yang ada di bumi). Dengan ilmu yang ada, geologis sudah banyak
> hasilnya, sudah jutaan rupiah atau malah milyartan, dan digunakan untuk
> kesejahteraannya, keluarga, masyarakat.  Dosen, memberikan ilmunya.
> Tanpa mengurangi uang yang didapat muridnya, para dosen telah
> mendapatkan milyartan itu juga, untuk hitungan amalnya kini dan kelak.
> Mereka, juga dosen, yakin di jamin kesejahteraannya oleh yang punya bumi
> (jagad), atas semangatnya mereka telah beramal itu
>
> Katakanlah seorang geologis selama hidupnya menghasilkan 7 Milyar
> rupiah. Satu dosen rata-rata menghasilkan sepuluh mahasiswa pertahun,
> atau bisa 7 M/mahasiswa x 10 mahasiswa/th x 30 th mengajar = 2,1 Trilyun
> rupiah per dosen.
>
> Karena suka memulai dengan angka 7, saya sebut lebih sempurna
> SaptaIndra, di banding PancaIndra, yakni pancaindra ditambah pikiran dan
> hati. Tanpa hati akan ada istilah: punya mata tapi tak melihat, atawa
> punya telinga tapi tak mendengar. Hati adalah indra yang lebih berguna
> di banding indra yang lain. Indra hati, lebih sempurna bila dengan indra
> yang lain, di banding hanya punya hati saja. Kebaikan terutama dari
> kondisi hati. Bila daging itu baik, maka baiklah hasilnya, dan bila
> daging itu sakit, maka jeleklah hasilnya.
>
> Jauh lebih banyak orang yang baik dari pada yang jelek. Termasuk
> mengenang Junghuhn, Douwes Decker, Galileo, Einstein, dosen-dosen,
> ilmuwan, dll, akan berguna bagi yang mau mengenang jasa baiknya. Mereka,
> pemberi ilmu itu, telah nyaman karena hanya diniatkan untuk berbuat baik
> kepada penjamin kesejahteraan mereka, dan tak terlalu
> peduli/mengharapkan kenangan itu.
>
> Permalasahan manusia termasuk kesejahteraan, kesehatan, keselamatan (di
> singkat salam). Semua orang berkerja sebagai pengobat. Kepada "share
> holder" untuk kesejahteraannya, geologis tawarkan ramalannya dari:
> analisa data lalu beri "advise", lalu beri obat rumusan atau tindakan.
> Mengobati ini di sebut "clynic". Semua orang bekerja atas dasar
> ketrampilan "clynic" ini, yang juga di lakukan oleh dukun. Di luar
> normal adalah abnormal, amat bagus, amat baik, gila. Rata-rata penduduk
> dunia tak bisa sekolah, atau hanya SLA. Hanya sekitar 70 sarjana sewaktu
> Indonesia merdeka, 1945. Sehingga lebih dari normal, atau abnormal bagi
> sarjana, apalagi master, doctor, dosen, masuk perusahaan terpilih, di
> negara makmur Indonesia.
>
> "Para" bisa berarti banyak, misal paratamu. Paranormal banyak mempunyai
> ilmu normal, tak hanya satu ilmu normal saja. "Meta" bisa berarti
> sesudah, di luar, atau di samping. Metafisika berarti diluar fisika
> (artinya belum terumuskan logikanya secara baik).  Abnormal sarafnya,
> tak bisa berfikir normal, juga disebut gila. Orang Jawa sebut "clynic"
> menjadi klenik, metafisika menjadi mistik. Kalau semua hasilnya baik
> maka tak akan ada konotasi jelek sedikitpun bagi yang ngaku ahli klenik,
> dukun, paranormal, mistik. Intinya, semua kata (tadi) adalah baik di
> pandang oleh orang ber-suasana hati yang baik/sehat, atau bagi yang
> memang tahu hakekat kebaikan kata-kata tadi. Banyak orang amat baik,
> amat bagus, amat gila. Lebih bagus bila orang berniat lebih baik dari
> mereka, lebih gila.
>
> Terimakasih kepada Pak Taufik, yang mendaftar saya sebagai salah satu
> ilmuwan. Walau ya hanya sedikit saja dan tak seberapa yang kutahu.
> Koreksi gelar saya dalah Drs, bukan Ir. (dari lulusan sarjana "ilmu
> alam" fisika UGM dengan spesifisikasi geofisika). Ilmu Alam ini tak
> mempelajari yang di luar alam, tapi pelajari sesuatu yang bila dan hanya
> bila, dan semua, tak terkecuali, yang ada di alam. Kalau Ir itu calon
> orang amat kaya. Bila Drs, ya hanya sedikit yang di cari, juga yang di
> bisai karena mungkin hanya kulitnya. Yang di cari paling hanya seberapa
> kg beras plus buah (plus segunung emas saja kok). Hanya saja Drs itu
> gampang dirubah jadi Dr, di banding Ir, karena tinggal hilangkan "s"nya.
> Drs ditantang untuk sebagai calon banyak bidang Dr. Barangkali karena
> harus banyak bidang Dr, fisikawan sering lebih sulit jadi doctor di
> banding Ir. Apa iya?
>
> Ilmu Alam (fisika) pelajari dari ukuran atom, bumi, sampai jagad. SALAM
> juga sebagai singkatan nama awal para dosen Geofisika UGM, untuk
> membangun seberkas pakem aturan evolusi jagad termasuk evolusi lempeng,
> perubahan muka laut, hewan-tanaman, gempa, tsunami, global warming,
> curah hujan, sejarah, ekonomi, politik, dll, dari sebagian jawaban pr
> (pekerjaan rumah) Pak  Koesoemadinata, juga di alami scientist sekarang
> "beyond tectonic" th 2001. Lempeng tektonik adalah sekitar 0.1 % seluruh
> jari-jari bumi.
>
> Untuk mengenang jasa dosen Geologi ITM ("Institute Teknologi ing
> Mbandung"), seluruh nama huruf awal dosen di singkat SDEKAH, kurumuskan
> : Sunda plate Development in Earth's evolution with Kalimantan as
> Anticlinal History (SDEKAH), adalah sejarah tektonik Indonesia, membantu
> "menyapu" tambangnya. Amat gairah saya mengerjakan pr ini kini, semampu
> "beyond" yang ku bisa.  Kini untuk menyapu kekayaan bumi dengan SYUKUR:
> Structural plate Yields by Unrests earth's layer convection as Key
> Unifying fragmented plates Reference. Kedepan kita akan banyak kurangi
> biaya akusisi seismik, dengan salah satunya SALEH: Supergather on
> Adequately Low fold coverage and Economic acquisition seismic Honor,
> kurangi biaya akusisi hingga 25-40 %. Teori SALAM lagi 50 % kutulis,
> semoga bisa selesai beberapa bulan ini. Senang juga sudah banyak yang
> melihat akan kegunaannya, juga lebih senang lagi banyak yang belum
> mengenal/tahu, sehingga kami masih di perlukan, walau tak seperlu
> bapak-ibu semua.
>
> Kesimpulan: kesuksesan di ukur dari seberapa banyak karya baiknya, bisa
> lewat seberapa berguna ilmu yang di bagikan (di tambah sdekah, dan anak
> salehnya). Itu rumusan pendapatku lho, modify ilmuwan sebelumnya,
> he..he..he...
>
> Wassalam,
> Maryanto.
> Yang mau paper SDEKAH, bisa japri.
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
> To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy
> Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> ---------------------------------------------------------------------
>
>



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke