Barangkali yang dimaksud Pak Untung dengan gumpalan materi panas yang keluar
akibat rotasi Matahari itu adalah "solar wind" atau "solar flares" dan bukan
sunspot sebab sunspot tinggal tetap di corona Matahari. Solar wind dan solar
flares lah yang dilempar Matahari dari coronal holes-nya ke segenap penjuru
Tata Surya saat ia berotasi atau saat aktivitas bintik-bintiknya (sun spot)
meningkat. Memang periode rotasi Matahari 27 hari dan periode aktivitas
sunspot-nya meningkat setiap 11 tahun. Jadi bisa dipastikan bahwa setiap
perulangan periode itu ada badai magnetik di medan magnetik Bumi.
Kelihatannya badai magnetik hanya menyebabkan badai elektrik di ionosfer yang
akan menyebabkan gangguan penerimaan radio bergelombang pendek (SW) dan
loncatan listrik di power transmission lines dan aurora di wilayah kutub.
Efek positifnya, solar wind dan solar flares-lah yang telah "melatih" sabuk
radiasi van Allen melalui latihan bombardemen dan magnetic storm disturbances
sehingga akhirnya ia kuat menahan serbuan sinar kosmik - sinar bernergi tinggi
yang berasal jauh dari angkasa luar di luar Tata Surya.
Garis-garis gaya magnetik di Bumi yang keluar-masuk via pintu keluar-masuk
kedua kutub adalah disebabkan Bumi seolah2 semacam magnet yang besar sebab
intinya pun nikel dan besi (Ni-Fe). Outer core-nya yang cair membuat ia punya
fluiditas tertentu yang menyebabkan gaya electromagnetik bekerja di sekeliling
Bumi.
Sebuah spekulasi pernah dilempar : hubungan kepunahan massa (faunal extinction)
dengan periode pembalikan medan magnetik Bumi. Katanya, saat terjadi pembalikan
medan magnetik Bumi, melemahlah sabuk radiasi - perisai radiasi van Allen. Nah,
pada saat itulah banyak "lubang" di angkasa tempat hujan-hujan sinar kosmis
seolah berlomba menyerbu Bumi. Maka, akhirnya punahlah sebagian besar kehidupan
saat itu.
Massal faunal extinction di K-T Boundary (Cretaceous to Tertiary Boundary 65
Ma) pernah dispekulasikan seperti itu. Mungkin antara astroblem komet (cosmic
collision), intensified volcanic eruption, volcanic winter, dan pembalikan
medan magnetik Bumi serta melemahnya perisai van Allen pada saat 65 Ma itu
saling berhubungan. Kita belum tahu, apakah begitu.
Seperti yang Pak Untung bilang, kita bisa saja duduk bersama dengan para ahli
lain (astronomi misalnya), untuk membahas masalah2 earth and space science.
Siapa tahu, ada hal baru yang bisa kita pelajari.
salam,
awang
mohamad untung <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Banyak rekan-rekan muda banyak bicara tentang tgl. 26. Kok tercatat banyak
gempa pada hari itu?
Setiap 27 hari biasanya ada "magnetic storm" atau badai magnet dalam bahasa
kita. Nah karena matahari juga berotasi akan keluar dari matahari, karena
gaya sentrifugal, gumpalan materi yang panas yang disebut "sun spot" .
Sunspot ini mengganggu medan magnet bumi mengakibatkan variasi magnet
harian yang tadinya smooth dan teratur menjadi kacau dengan frekuensi tinggi
dengan amplitudonya besar yang disebut badai magnet tadi. Bisa sampai rimuan
nT. Ini biasanya berlangsung beberapa jam. Tetapi ada kalanya sampai tiga
hari. Pertanyaannya ialah adakah hubungannya dengan gempa-gempa tgl. 26 ?
Apakah hanya kebetulan? Teman-teman dari astronomi barangkali mempunyai
pendapat lain.
M. Untung
---------------------------------
Discover Yahoo!
Stay in touch with email, IM, photo sharing & more. Check it out!