Pak Awang, terimakasih atas koreksinya. memang yang terlempar dari matahari adalah flare yang kemudian disebut solar flares. Sebenarnya yang terlempar itu adalah sun spot tadi. Banyak kita belajar dari peristwa alam ini. Pak RDP hari ini juga merelease hal-2 yang menarik tentang solar flare serta akibatnya dengan segala macam peristiwa alam. Penelitian dasar tentang bumi kita perlu dilakukan di Indonesia, walaupun belum populer. Bumi sebagai dinamo besar yang kali ini diterima oleh para ahli. Tetapi ada kelompok lain mengatakan, tentunya melalui percobaan-2, bahwa inti bumi dalam berputar lebih cepat dari inti bumi luar sehingga terjadi pergeseran antara inti dalam dan inti luar, dan terjadilah panas dan medan listrik yang menimbulkan medan magnet. Ajaklah teman-teman Lapan, Bossha, dan fisika untuk bicara masalah-masalah dasar ini. Ilmu pengetahuan di negeri kita ini tidak berkembang bila kita tahu tentang ilmu dasar. M. Untung ----- Original Message ----- From: "Awang Satyana" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]>; <[EMAIL PROTECTED]> Cc: "Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, May 20, 2005 12:29 PM Subject: Re: [iagi-net-l] Ada apa dengan tanggal 26?
> Barangkali yang dimaksud Pak Untung dengan gumpalan materi panas yang keluar akibat rotasi Matahari itu adalah "solar wind" atau "solar flares" dan bukan sunspot sebab sunspot tinggal tetap di corona Matahari. Solar wind dan solar flares lah yang dilempar Matahari dari coronal holes-nya ke segenap penjuru Tata Surya saat ia berotasi atau saat aktivitas bintik-bintiknya (sun spot) meningkat. Memang periode rotasi Matahari 27 hari dan periode aktivitas sunspot-nya meningkat setiap 11 tahun. Jadi bisa dipastikan bahwa setiap perulangan periode itu ada badai magnetik di medan magnetik Bumi. > > Kelihatannya badai magnetik hanya menyebabkan badai elektrik di ionosfer yang akan menyebabkan gangguan penerimaan radio bergelombang pendek (SW) dan loncatan listrik di power transmission lines dan aurora di wilayah kutub. > > Efek positifnya, solar wind dan solar flares-lah yang telah "melatih" sabuk radiasi van Allen melalui latihan bombardemen dan magnetic storm disturbances sehingga akhirnya ia kuat menahan serbuan sinar kosmik - sinar bernergi tinggi yang berasal jauh dari angkasa luar di luar Tata Surya. > > Garis-garis gaya magnetik di Bumi yang keluar-masuk via pintu keluar-masuk kedua kutub adalah disebabkan Bumi seolah2 semacam magnet yang besar sebab intinya pun nikel dan besi (Ni-Fe). Outer core-nya yang cair membuat ia punya fluiditas tertentu yang menyebabkan gaya electromagnetik bekerja di sekeliling Bumi. > > Sebuah spekulasi pernah dilempar : hubungan kepunahan massa (faunal extinction) dengan periode pembalikan medan magnetik Bumi. Katanya, saat terjadi pembalikan medan magnetik Bumi, melemahlah sabuk radiasi - perisai radiasi van Allen. Nah, pada saat itulah banyak "lubang" di angkasa tempat hujan-hujan sinar kosmis seolah berlomba menyerbu Bumi. Maka, akhirnya punahlah sebagian besar kehidupan saat itu. > > Massal faunal extinction di K-T Boundary (Cretaceous to Tertiary Boundary 65 Ma) pernah dispekulasikan seperti itu. Mungkin antara astroblem komet (cosmic collision), intensified volcanic eruption, volcanic winter, dan pembalikan medan magnetik Bumi serta melemahnya perisai van Allen pada saat 65 Ma itu saling berhubungan. Kita belum tahu, apakah begitu. > > Seperti yang Pak Untung bilang, kita bisa saja duduk bersama dengan para ahli lain (astronomi misalnya), untuk membahas masalah2 earth and space science. Siapa tahu, ada hal baru yang bisa kita pelajari. > > salam, > awang > > mohamad untung <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Banyak rekan-rekan muda banyak bicara tentang tgl. 26. Kok tercatat banyak > gempa pada hari itu? > Setiap 27 hari biasanya ada "magnetic storm" atau badai magnet dalam bahasa > kita. Nah karena matahari juga berotasi akan keluar dari matahari, karena > gaya sentrifugal, gumpalan materi yang panas yang disebut "sun spot" . > Sunspot ini mengganggu medan magnet bumi mengakibatkan variasi magnet > harian yang tadinya smooth dan teratur menjadi kacau dengan frekuensi tinggi > dengan amplitudonya besar yang disebut badai magnet tadi. Bisa sampai rimuan > nT. Ini biasanya berlangsung beberapa jam. Tetapi ada kalanya sampai tiga > hari. Pertanyaannya ialah adakah hubungannya dengan gempa-gempa tgl. 26 ? > Apakah hanya kebetulan? Teman-teman dari astronomi barangkali mempunyai > pendapat lain. > M. Untung > > > --------------------------------- > Discover Yahoo! > Stay in touch with email, IM, photo sharing & more. Check it out! --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

