Sedikit koreksi: Humpuss 'menjual' TAC blok Cepu ke Ampolex, suatu
perusahaan kecil dari Australia (?). Setelah Mobil mengakuisisi Ampolex,
barulah dia punya akses ke blok Cepu.

Kalaulah ada yang mengemukakan kekawatiran tentang kecenderungan korupsi
Pertamina apabila mengoperasikan sendiri blok cepu, mestinya pak Kwik
'membalas' dengan membeberkan data2 (dugaan) mega mark up yang dilakukan
oleh operator (ie. EM) dalam kegiatan eksplorasi blok Cepu selama ini.
Ini khan yang jadi ganjelan dalam pembicaraan tentang jumlah kompensasi
antara EM-Pertamina...?

Anyway, somehow I feel that in the end a compromise will be reached
(baca: EM will get what it want), apalagi pak SBY akan berkunjung ke
Amrik...uuups....

Oki
-----Original Message-----
From: mohamad untung [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, 24 May 2005 11:58 AM
To: [email protected]; Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)
Subject: Re: [iagi-net-l] Blok Cepu, ExxonMobile & strategi besar
Pertamina

Menarik sekali uraian Kwik ini. Bagaimana geologi perlu menanggapi?. Apa
betul cadangan hanya 600 juta atau sampai 2 milyar barrel. Hal-hal ini
sangat mutlak perlu diantisipasi oleh IAGI dan HAGI sebagai asosiasi
profesi.
M. Untung
----- Original Message -----
From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, May 23, 2005 9:57 PM
Subject: [iagi-net-l] Blok Cepu, ExxonMobile & strategi besar Pertamina


> Halaman Depan
> Senin, 23/05/2005
>
> Blok Cepu, ExxonMobile & strategi besar Pertamina
>
> Keputusan tentang apa yang harus dilakukan terhadap sumur minyak di
> Blok Cepu yang sekarang digarap ExxonMobile (EM) antara sukar dan
> mudah. Orang Jawa mengatakan gampang-gampang angel. Gampang kalau
> bangsa ini berpijak pada landasan falsafah dan prinsip. Angel kalau
> bangsa ini menjerumuskan diri pada teknokrasi semata.
>
> Asal mulanya Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), pemegang izin
> eksploitasi minyak di sumur "kecil" di Cepu, menjual lisensinya kepada
> EM. Lisensi itu sebenarnya baru berakhir pada 2010.
>
>
DELETED
> Penulis lalu diyakinkan lagi dengan alasan bahwa kalau Pertamina yang
> mengeksploitasi sendiri, akan merugi karena belum berpengalaman dan
> korup.
>
> Upaya ini pun penulis tolak dengan alasan bahwa penulis sama sekali
> tidak berpikir tentang untung rugi.
>

Santos Ltd A.B.N. 80 007 550 923
Disclaimer: The information contained in this email is intended only for the 
use of the
person(s) to whom it is addressed and may be confidential or contain
privileged information. If you are not the intended recipient you are hereby
notified that any perusal, use, distribution, copying or disclosure is strictly
prohibited.  If you have received this email in error please immediately
advise us by return email and delete the email without making a copy.

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke