Mungkin sudah saatnya pendidikan tinggi kita melakukan 
benchmark/sertifikasi  ke institusi pendidikan internasional yang diakui 
internasional sehingga mutunya bisa diakui secara internasional juga...
ini juga jadi problem di dunia kerja juga...mis di perusahaan asing 
mungkin s1 kita juga dianggap bachelor sehingga posisi yang ditempati juga 
posisi bachelor..

Tapi kalau ada sertifikasi internasional kan kita bisa bilang..."eit entar 
dulu..sekolah kita udah disertifikasi jadi enggak boleh sembarangan..."
Kayaknya seperti jurusan SBM di ITB sudah mulai mengarah untuk sertifikasi 
seperti itu.....enggak tahu jurusan lain...

Regards

Kartiko-Samodro
Telp : 3852





Taufik Manan <[EMAIL PROTECTED]>
03/06/2005 03:26 PM
Please respond to iagi-net

 
        To:     [email protected]
        cc: 
        Subject:        [iagi-net-l] Kualitas Pendidikan Tinggi kita [Re: 
register now !]


Menurut artikel "The World's Top Universities" per 5
November 2004 oleh The Times Higher Education
Supplement, tidak ada satupun Universitas / Institut
dari Indonesia (UI, ITB, UGM, ITS, UNPAD, dll) yang
masuk ke dalam list tersebut. Jadi wajar bila lulusan
S1 kita disamakan dengan Bachelor luar negri.

Namun bila dibandingkan dengan Universitas / Institut
lainnya di Asia Tenggara, terdapat beberapa yang punya
prestasi dalam 200 besar di dunia, yaitu;
- National University of Singapore (rangking ke-18)
- Nanyang University (rangking ke-50)
- Malaya University (rangking ke-89)
- Sains Malaysia University (rangking ke-111)

Begitulah potret buram kualitas pendidikan tinggi kita
bila dibandingkan dengan negara lainnya. Kalau dulu
banyak mahasiswa Malaysia yang belajar ke Indonesia
sekarang seharusnya banyak mahasiswa Indonesia yang
belajar ke Malaysia / Singapore.

Kalau ahli G&G-nya sudah banyak yang pergi bekerja
(brain drain) ke Singapore dan Malaysia. Mungkin nanti
yang masih di Indonesia akan mengikutinya.

Selamat berakhir pekan.

Taufik Manan
lulusan perguruan tinggi Indonesia dan masih berminat
ambil studi lanjutan di luar negri.

--- Dessy Dharmayanti <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Minarwan,
> Bicara soal pengakuan LN terhadap S1 kita. (bukan
> tentang mutu).
> Dulu saya pernah melakukan penyetaraan ijazah S1
> geologi ITB di New Zealand
> kepada badan berwenang disana (lupa lagi namanya).
> Badan tsb menyetarakan S1
> kita dengan Bachelor disana. Saat itu saya maju lagi
> (dg membayar fee lagi)
> untuk meminta supaya S1 kita disamakan dengan
> Bachelor (Honours) mereka
> (Bachelor + kl 1 tahun melakukan thesis), dengan
> menunjukkan bukti-bukti
> bahwa S1 kita bobot kreditnya lebih banyak dan waktu
> yang ditempuh lebih
> lama dibandingan Bachelor di NZ, ditambah S1 kita
> juga melakukan thesis
> (yang tidak dilakukan Bachelor disana), serta
> didukung oleh surat
> pernyataan/keterangan dari Ketua Jurusan maupun ITB
> yang mendukung S1 kita
> setara dengan Bachelor Honours.
> Tetapi ternyata Badan yang berwenang tetap
> memutuskan bahwa S1 kita hanya
> setara dengan Bachelor mereka saja.
> 
> dessy
> 
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "Minarwan" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Monday, May 30, 2005 2:29 PM
> Subject: Re: [iagi-net-l] register now !
> 
> 
> Pak Awang,
> Membandingkan mutu lulusan tentu saja tidak
> sederhana, tapi kalau
> membandingkan 'jumlah' apa yang mahasiswa S1 kita
> dan mahasiswa di
> luar negeri pelajari, saya pikir S1 kita bisa
> disamakan dengan
> Bachelor (Honours). Dengan demikian mestinya bisa
> langsung ambil PhD
> tanpa perlu kuliah S2, walaupun kuliahnya di luar
> negeri.
> 
> Yang kuliah di Jerman kan bisa tuh ambil DR. rer nat
> atau apalah
> namanya, enggak pake S2 kan Pak? Awalnya waktu masuk
> memang dibilangin
> ambil Master, tapi setelah evaluasi tahun pertama
> dianggap mampu,
> langsung saja lanjut ke S3. Yang dari Honours ke PhD
> juga demikian,
> tahun pertama dianggap ambil Master, setelah dinilai
> dan dianggap
> cakap, langsung dijadikan PhD.
> 
> Minarwan
> 
> On 5/30/05, Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> > Pertanyaan dasarnya, mengapa S1 kita yang rata2
> kuliah 5 tahun itu
> disamakan dengan "bachelor" kalau mau ambil sekolah
> di LN ? Di LN, dalam 5
> tahun itu ya sudah lewat bachelor dan master
> umumnya. Seorang lulusan S1 di
> Indonesia karena dianggap bachelor maka mesti
> sekolah 2 tahun lagi untuk
> sampai master, maka jadinya 7 tahun untuk bachelor +
> master.
> > Anehnya, seorang Drs di Belanda (S1 di Indonesia)
> bisa mengambil langsung
> PhD, tanpa perlu master-masteran dulu, nah kok S1
> Indonesia yang sistem
> pendidikannya diwarisi dari Belanda tidak bisa ??!
> >
> > Lalu, sekolah2 di Indonesia pun ternyata
> ikut-ikutan "mendowngrade" kan
> lulusan S1nya, dengan menganggap mereka bachelor
> kalau mau ambil S2
> (master/magister).
> >
> > Apakah mutu S1 kita itu = mutu bachelor di LN ?
> Saya tidak percaya.
> >
> > salam,
> > awang (tetap S1)
> >
> -- 
> - 100 Gmail invitations to go, contact me if you're
> interested.
> - Articles on Liverpool FC at
> http://minarwan.spymac.net/blog
> 
>
---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to:
> [EMAIL PROTECTED]
> To subscribe, send email to:
> [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2:
> http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy
>
Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy
> Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED]
> atau [EMAIL PROTECTED]),
> Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Database Geologi : Aria A.
> Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
>
---------------------------------------------------------------------
> 
> 
> 
>
---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to:
> [EMAIL PROTECTED]
> To subscribe, send email to:
> [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2:
> http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy
>
Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy
> Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED]
> atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
> Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Database Geologi : Aria A.
> Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
>
---------------------------------------------------------------------
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy 
Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau 
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------





---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke