>
\
  Awang ,

  Terima kasih atas penjelasannya, memang posisi Buton itu sangat menarik ,
  sayang pada saat itu pengetahuan -ku sebagai mahasiswa masih sangat
  minim m( apa iyaa sekarang sudah tidak ya ???? hahaha).
  Tapi omong omong Kapantoreh itu kan nama daerah (pegunungan) diutara
  Pulau Buton ya ?).
  Gulf Oil pernah melakukan seismik di Pulau Muna , kalau saya tidak salah
  hasilnya secara data kurang baik karena tertutup oleh karbonat ( Muna
  kan terkenal hasik kayu jatinya).

  Saya tidak tahu kesimpulan sementara mengenai Pulau Buton dan sekitarnya,
  berdasarkan hasil survei dan pemboran terakhir, mungkin Anda dapat
  menjelaskan untuk kita ?
  Hatur nuhun deui.

  Si Abah.


  Pulau Buton mungkin pulau kedua di wilayah Sulawesi yang terkenal setelah
> Sulawesi sendiri. Dari sejak SD, anak2 sudah diajarkan bahwa Buton
> penghasil aspal alam. Ingatan itu sangat kuat melekat sehingga tidak
> mungkin terlupakan lagi.
>
> Tetapi, untuk memahami geologi dan tektonik Pulau Buton, ia tidak bisa
> berdiri tersendiri, ia harus dipahami dengan pulau-pulau di sekitarnya,
> terutama Pulau Muna di sebelah baratnya dan Pulau Wangi-Wangi di sebelah
> timurnya - pulau terbesar di Kepulauan Tukang Besi. (Mengapa orang2 Buton
> menamakan ibukotanya "Bau-Bau" sedangkan pulau tetangganya "Wangi-Wangi"
> tentu menarik untuk mengkaji toponim-nya).
>
> Secara singkat, pengetahuan sekarang menempatkan Buton dan Tukang Besi
> sebagai sebuah mikro-kontinen yang lepas dari wilayah Australia (bisa NW
> Australia, bisa Kepala Burung Papua - kedua mintakat ini pun berhubungan
> sebenarnya) pada sekitar pertengahan Yura dan membentur Lengan Tenggara
> Sulawesi, yang diwakili secara frontal oleh Muna, pada Miosen Awal. Jadi,
> Buton tak punya urusan apa pun dengan Lengan Timur Sulawesi, tetapi ia
> memang punya urusan dengan Lengan Tenggara Sulawesi sebab ia pernah
> membenturnya.
>
> Antara stratigrafi Neogen dan pra-Neogen harus dibedakan di Buton.
> Stratigrafi pra-Neogen adalah stratigrafi asli mintakat Australia dan
> urutannya persis seperti mikro-kontinen2 lain di Indonesia Timur (misalnya
> : Banggai Sula, Buru Seram, Obi Bacan). Stratigrafi Buton paling mirip
> stratigrafi Seram. Stratigrafi Neogen adalah stratigrafi asli insitu di
> tempat ia membentur Muna. Dulu, sebelum Buton tubrukan dengan Muna, di
> depannya tentu ada kerak samudra. Saat perbenturan terjadi, mau tidak mau
> kerak itu tercuat, obducted, sebagian lagi terkerat-kerat, sliced, karena
> proses konvergensi-pertemuan lempeng, yang intensif. Nah, batuan ultrabasa
> yang Abah temukan itu adalah bagian dari kerak samudera tadi, di Buton
> terkenal sebagai nama Kapantoreh Ophiolite Kompleks.
>
> Akan halnya sedimen Neogen, mereka merupakan kompleks sedimen yang
> sebagian diendapkan sebagai foreland basin sediments (molassic deposits)
> dihalangi oleh tinggian Kapantoreh ophiolite tadi. (dalam gambaran yang
> sama, terjadi juga di kompleks benturan Banggai Sula vs. Sulawesi Timur
> dengan tinggian Batui thrust sebagai barier-nya). Formasi Tondo (klastik),
> Sampolakosa (karbonat dan napal) , Wapolaka (terumbu) menyusun sedimen
> berturut2 sejak Miosen Tengah-Kuarter. Ini adalah batuan2 post-collision
> units.
>
> Setelah menubruk Muna, ternyata, Buton pun dibentur Tukang Besi di sebelah
> timur pada Plio-Pleistosen, maka apa yang dialami Muna dialami pula oleh
> Buton. Tabrakan berantai kalau kita boleh sebut.. Nah, maka terumbu
> Kuarter di Buton (Wapolaka reef) itu terangkat terus. Persis seperti
> terumbu-terumbu Kuarter di Luwuk, Sulawesi Timur. Kalau pernah ke Luwuk,
> teras terumbu Kuarter bagus sekali kalau dilihat dari lapangan terbang
> Bobong. Lalu, pandangan ke lepas pantai dari Luwuk, mata kita akan
> terantuk ke pulau samar2, itulah Pulau Peleng, pulau terbarat dari
> Kompleks Banggai-Sula.
>
> Akan halnya aspal Buton, ia sering dipakai sebagai bukti bahwa
> mikro-kontinen2 di Indonesia Timur punya potensi hidrokarbon. Benar,
> eksplorasinya belum selesai. Baru Seram dan Banggai-Sula saja yang
> terbukti produktif. Kalau kita aktif mengevaluasi dan mengerjakannya,
> tentu tak akan hanyan Seram dan Banggai yang produktif.
>
> Walaupun Conoco Buton telah lama menyerah mengerjakan Buton di awal2tahun
> 90an, bukan berarti ia tidak punya potensi. Kenapa aspal hanya ada di
> utara dan tidak di selatan, itu ada kaitannya dengan rotasi pulau ini dan
> benturan dengan Tukang Besi. Masih ada yang terpendam dan tidak jadi
> aspal...
>
> salam,
> awang
>
> [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
>
> Rekan rekan
>
> Saya pernah mengerjakan thesis saya di Buton (thn 1970-an), dan saya
> melihat bahwa dengan banyaknya oil seeos di Buton Utara serta aspal di
> Formasi Sampalakosa (Miosen) , samapi saat ini tidak ada discovery di
> sekitar P Buton.
> Yang saya ingat adalah Formasi Tondo (kalau tidak salah merupakan
> lapisan Tersier tertua di Buton) , bebrpa bagian merupakan konglomerat
> dengan fragmen fragmen batuan ultra basa (peridotit) yang cukup besar.
> Saya melihat singkpannya.
> Sebenarnya bagaimana posisi Buton dalam tektonik Indonesia menurut
> konsep dan data yang ada sekarang ?
>
> Si Abah.
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
> To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy
> Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
> ---------------------------------
> Discover Yahoo!
>  Stay in touch with email, IM, photo sharing & more. Check it out!



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke