Pak Ade wrote :
 
>Pak Awang, apakah Komplek Kapantoreh ofiolit merupakan bagian komplek ofiolit 
>Sulawesi Timur ?, menyambung trus ke Kabaena dan Kolaka?, mungkin Pak Awang 
>sudah baca paper saya di tectonophysic 2004, saya menyatukan komplek ofiolit 
> tsb dalam suatu komplek besar yang berbeda asal dan umurnya.

Ya saya sudah baca paper Pak Ade itu. Secara regional, memang Kapantoreh 
ophiolite-melange di Buton dan ofiolit di Kabaena mirip sebagai SE extension 
dari Eastern Sulawesi ophiolites itu sebab distribusinya seolah hanya penerusan 
di tenggaranya saja.
 
Tetapi, kalau mengamati structural trend yang ada di kompleks ofiolit itu, ia 
tidak cocok kalau menyatukannya dengan ofiolit Sulawesi Timur. Saya pikir, 
ofiolit-melange di Sulawesi Timur bisa dibedakan menjadi tiga mintakat benturan 
: (1) ofiolit-melange di Lengan Timur (Batui-Balantak complex), ia merekam 
benturan Banggai-Sula dengan trend struktur umumnya SW-NE, (2) ofiolit-melange 
di Lengan Tenggara dengan trend struktur NW-SE, dan (3) ofiolit-melange di 
Kabaena-Buton dengan trend struktur kembali SW-NE sampai N-S yang mengakomodasi 
benturan Tukang Besi. Sejarah benturan yang menghasilkan mintakat no. 1 dan 2 
kelihatannya terbentuk bersamaan, dan sejalan dengan terbaliknya polaritas 
island arc Sulawesi dari mencembung ke mencekung relatif terhadap Pasifik. 
Pembalikan ini juga berhubungan dengan hantaman Banggai-Sula ke tubuh utama 
Sulawesi. 
 
Sedangkan, mintakat no. (3) terlihat relatif tak terpengaruh oleh pembalikan 
itu. Peristiwanya berbeda antara no. 1 dan 2 dengan yang no. 3 (Buton). Kalau 
regional distribution memang seolah bersatu antara Buton-Kabaena-Kolaka, hanya 
kelihatannya berbeda dalam peristiwa emplacement dan collision-nya; juga 
overprinted structures setelahnya.
 
Ofiolit2 itu jelas berbeda asal dan umurnya, juga trend strukturnya, apakah 
benar megelompokkannya jadi satu ?
 
Posisi tektonik Muna agak problematik. Publikasi2 yang ada banyak menyebutnya 
sebagai kerak benua SE Sulawesi. Kalau benar, maka ia terjepit di antara dua 
ofiolit Kabaena dan Kapantoreh Buton. Singkapan filit/sekis/slate Paleozoik di 
Tanjung Batu, barat Muna, mirip dengan sekis Lakansai di Buton. Artinya, apakah 
kerak kontinen Buton menerus ke Muna. Sekisnya juga mirip dengan sekis2 lain 
yang tersingkap di Lengan Sulawesi Tenggara. Dengan kata lain, asosiasi kerak 
benua dan samudera (ofiolit) di wilayah ini agak problematik.
 
Pak Ade wrote : 
 
>Apakah ada bukti lapangan (e.g. suture) atau yang lainnya yang membedakan 
>Muna, 
>Buton dan Tukang besi sebagai mikrokontinen yang terpisah atau terrane 
>(mintakat) yang terpisah. Selama ini kita menyebutnya sebagai satu kesatuan 
>Tukang Besi Mikrokontinent, seperti Banggai-Sula mikrokontinent.

Suture Muna vs. Buton adalah Kapantoreh ophiolite sendiri, sedangkan suture 
Buton vs Tukang Besi ada di Teluk Kulisusu, di timur Buton. Buton terputar 
clockwise saat benturan Tukang Besi menghntamnya di bagian tengah Buton tepat 
di areal Kulisusu Bay. Platform Tukang Besi terakresi ke Buton di post-Miosen, 
mungkin Plio-Pleistosen. Marine cruise Mariana 9 (Scripps Institution of 
Oceanography) tahun 1979 punya data kuat pada line seismik 65 dan 66 kebetulan 
ia membuat leg survey antara Wangi-Wangi dan Kulisusu. Di sini, di wilayah 
suture ada sebuah ridge yang terdeformasi kuat dengan di ujung baratnya sea 
floor is arched up dan rugged topography telah membuat banyak pola difraksi 
yang saling tumpang tindih. Walaupun reflektor yang koheren sulit didapat, 
regim struktur konvergensi yang westward-vergency bisa disimpulkan - 
mengindikasi collision Tukang Besi. 
 
Suture cukup jelas, cukup beralasan untuk membuat Buton dulunya berjalan 
sebagai mikrokontinen sendiri, lalu dibentur lagi mikrokontinen Tukang Besi. 
Sekarang, memang bisa kita sebut Buton-Tukang Besi mikrokontinen karena sudah 
welded, amalgamated. Mengapa suture Buton-Tukang Besi tak seterangkat 
Kapantoreh ? Karena ada proses pembentukan East Buton Basin, collapse segera 
mengikuti setelah collision.
 
salam,
awang

ade kadarusman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Menarik untuk diminta pencerahannya.

Quoting Awang Satyana :

> Abah, ya Kapantoreh itu nama pegunungan di Buton utara. Ofiolit/ultrabasa
> tersingkap baik di utara maupun selatan Buton bagian barat. Bor terakhir di
> Buton adalah Jambu-1 (Conoco, 1992), 5015 ft, mengejar sampai Tondo klastik,
> ada hydrocarbon shows. Kebetulan dulu saya monitoring harian juga sumur ini
> saat masih di Pertamina Balikpapan. 

Pak Awang, apakah Komplek Kapantoreh ofiolit merupakan bagian komplek ofiolit 
Sulawesi Timur ?, menyambung trus ke Kabaena dan Kolaka?, mungkin Pak Awang 
sudah baca paper saya di tectonophysic 2004, saya menyatukan komplek ofiolit 
tsb dalam suatu komplek besar yang berbeda asal dan umurnya.


>> >
> > Secara singkat, pengetahuan sekarang menempatkan Buton dan Tukang Besi
> > sebagai sebuah mikro-kontinen yang lepas dari wilayah Australia (bisa NW
> > Australia, bisa Kepala Burung Papua - kedua mintakat ini pun berhubungan
> > sebenarnya) pada sekitar pertengahan Yura dan membentur Lengan Tenggara
> > Sulawesi, yang diwakili secara frontal oleh Muna, pada Miosen Awal. Jadi,
> > Buton tak punya urusan apa pun dengan Lengan Timur Sulawesi, tetapi ia
> > memang punya urusan dengan Lengan Tenggara Sulawesi sebab ia pernah
> > membenturnya.
> >

Apakah ada bukti lapangan (e.g. suture) atau yang lainnya yang membedakan Muna, 
Buton dan Tukang besi sebagai mikrokontinen yang terpisah atau terrane 
(mintakat) yang terpisah. Selama ini kita menyebutnya sebagai satu kesatuan 
Tukang Besi Mikrokontinent, seperti Banggai-Sula mikrokontinent.

Nuhun

Ade Kadarusman
Tectonic/Structural Geology Group
Dept. of Earth Sciences, Universiteit Utrecht
Budapestlaan 4, 3508 TA, Utrecht
The Netherlands

>From July 2005:
Institut fuer Mineralogie und Kristallchemie, 
Universitaet Stuttgart,
Azenbergstr. 18 D-70174, Stuttgart, 
Germany



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------


                
---------------------------------
Discover Yahoo!
 Stay in touch with email, IM, photo sharing & more. Check it out!

Kirim email ke