Betul, ambient surface temperature sebenarnya harus juga diperhitungkan dalam 
modeling paleothermal suatu cekungan. Dalam periode Neogen-Kuarter misalnya, 
suatu tempat belum tentu temperatur permukaannya tetap 26 deg C sepanjang 
periode itu. Saat-saat zaman glasiasi misalnya, tentu lebih rendah 
temperaturnya sehingga akan berpengaruh ke perhitungan GG-nya sebab GG 
diperoleh dengan mengurangi corrected BHT oleh surface temperature dibagi 
kedalaman. Ini kita masih menggunakan satu titik geografis yang statis, artinya 
sepanjang Neogen dan Kuarter tempat itu memang tetap di situ. Yang sebenarnya, 
kita juga harus melibatkan paleolatitude dan paleolongitude-nya sebab 
temperatur permukaan di ekuator akan lain daripada di polar circle misalnya.
 
Tetapi, lalu perhitungan akan makin semakin rumit dan alat ukur kita juga 
kurang sebab kita tidak mengetahui segalanya. Maka suatu simplifikasi adalah 
keharusan. GG kita benar atau tidak tokh akan terkontrol dengan sendirinya 
melalui profiling data kematangan misalnya vitinite reflectance, tetapi data 
kematangan pun harus hati2 menggunakannya sebab di beberapa kasus bisa 
menunjukkan sesuatu yang bukan seharusnya (kasus supressed VR misalnya).
 
Kalau bisa, memang ada kontrol ruang dan waktu dalam paameter2 alam itu. Apa 
daya, kita tak mungkin mendekatinya persis seperti sebenarnya, maka : 
simplification is a must.
 
salam,
awang

Fajar Lubis <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Wah..rupanya pak Awang bisa menjawab banyak hal ya....

Memang parameter penentu nilai TC cukup kompleks, tapi asumsi penyederhanaan 
ini yang sering saya lihat dalam banyak publikasi (mungkin dengan asumsi 
kondisi regional). Salahsatu yang menarik, untuk pengaruh eksternal selain heat 
flow juga dapat dipengaruhi oleh perubahan temperatur di permukaan, hanya 
seberapa jauh nilai ini berpengaruh terhadap gradien geotermal ..itu yang saya 
masih perlu pencerahan.

Salam,
Fajar Lubis

Awang Satyana wrote:

Membuatnya konstan adalah penyederhanaan model. Kondisi yang sebenarnya adalah 
bahwa paleotemperatur suatu cekungan dipengaruhi oleh banyak faktor : eksternal 
(heat flow) dan internal (variasi TC, heat generation oleh mineral2 radioaktif, 
regional water flow melalui akuifer2). Kita menyederhanakannya hanya menjadi 
berhubungan :

heatflow = GG x TC

Sebenarnya tidak sesederhana itu.





---------------------------------
Discover Yahoo!
Get on-the-go sports scores, stock quotes, news & more. Check it out!
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke