Dua komentar Pak/Bu: 1. Lokasi limbah itu nanti sudah termasuk Tempat Pembuangan Akhir sampah-sampah yang akan diproduksi calon-calon kota besar di masa yang akan datang kan? TPA kita kan sampai sekarang masih asal maen tutup lubang saja, engak tahunya air limbah mengalir ke sumur penduduk/sungai yang menjadi sumber air.
2. Untuk wilayah yang berdekatan dengan laut atau memiliki laut, perencanaan pemukiman/pengembangan wilayah/tata ruang/pertambangan sebaiknya juga memperhatikan apa nanti lautnya ikut terpengaruh atau tidak dan apakah bencana itu bisa datang dari laut. Contoh kasusnya seperti ini, misalnya ada bahan tambang yang bisa digali dari laut. Tanpa mengecek laut di sekitarnya punya terumbu dan menjadi sarang ikan atau tidak, penggalian terus saja dilakukan sehingga terumbunya mati, ikannya ikutan megap-megap dan akhirnya mati atau kabur semua (yah lebih baik daripada dicuri nelayan luar negeri sih). Mungkin point ke-2 ini tidak masuk ke komen soal tata ruang ini, tapi mudah-mudahan sudah di-cover somewhere. min On 6/8/05, Sekretariat Pengurus Pusat <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > TATA RUANG BERBASIS GEOLOGI > > Dalam perencanaan tata ruang dibutuhkan dua(2) tahap proses , yakni > proses kajian kesesuaian geologi dan kajian perencanaan tata ruang.Tata > ruang berbasis geologi merupakan salah satu bagian dalam menghasilkan > PETA KESESUAIAN GEOLOGI yang menggambarkan semua informasi potensi dan > kendala dari berbagai PETA DASAR (Peta Kemampuan Lahan). Peta ini harus > mampu memberikan informasi kemampuan fisik secara kuantitatif ataupun > semi kuantitatif. Berbagai peta dasarnya dapat berupa peta-peta bentang > alam, geologi teknik, daya dukung tanah, erosi dan gerakan tanah > (Bencana Geologi), airtanah, lokasi limbah, drainase, bahan galian dan > sebagainya. Setiap peta dasar mempunyai sebaran setiap unit lahannya. > Informasi potensi dan kendala, dari setiap unit lahan telah mampu > dinilai secara kuantitatif. Pada prinsipnya Peta Kesesuaian Geologi > merupakan peta gabungan dari berbagai peta dasar yang siap digunakan > oleh Ahli Perencana dalam membuat Tata Ruang Berbasis Geologi. > Sebagai contoh untuk mendapatkan satu Peta Kemampuan Lahan Airtanah > (Peta Dasar Airtanah), maka kita harus mendapatkan semua informasi > airtanah (kuantitas dan kualitas) dalam wilayah peta tersebut. Datanya > dapat berupa data bor airtanah (dangkal/dalam) yang terdiri dari data > log bor (jenis akifer), uji pemompaan (debit/K/T), uji kualitas (air > bersih + unsur-unsur utama airtanah) dan mungkin ada data lain yang > terkait dengan airtanah. Semua data ini dapat menghasilkan informasi > POTENSI dan KENDALA dari AIRTANAH, yang akan menghasilkan unit-unit > airtanah (dikaitkan dengan unit geologinya). Setiap unit lahan yang > dihasilkan haruslah diberi NILAI(Penilaian) dalam kisaran 5(Terbaik) > hingga 1(Terburuk)/ > Begitu pula untuk peta dasar lainnya yang memungkinkan kita untuk > mendapatkan lebih dari delapan (8) lembar peta dasar, sesuai dengan data > dasar yang mampu diperoleh. Selanjutnya adalah menentukan RANGKING BOBOT > ke delapan peta tersebut dalam kisaran 5 (tertinggi) hingga 1 > (tertendah), penentuan nilai bobot harus dilakukan secara bersama dalam > Tim Tataruang. Karena ke delapan peta dasar telah mempunyai Bobot, maka > kita tinggal mengalikan antara Bobot dengan Nilai unit lahannya. Dalam > tahap akhir setiap unit lahan dari peta dasar (Peta Kemampuan Lahan) > akan mempunyai nilai. > Untuk mendapatkan Peta Kesesuaian Lahan, maka semua Peta Kemampuan > Lahan harus dilakukan tumpang-tindih (overlay), dan akhirnya akan > didapatkan beberapa unit lahan yang setiap unitnya mempunya informasi > potensi kendala, kisaran nilai dan rekomendasi untuk mengatasi kendala > ataupun terkait dengan informasi yang belum jelas. Peta Kesesuaian > Geologi yang dihasilkan telah digunakan oleh ahli perencana (planologi) > dalam merumuskan kebijakan tata ruang yang akan direncanakannya. > Kalau setiap wilayah di Indonesia (Propinsi) telah melakukan Kajian > Tataruang Berbasiskan Data Geologi, maka beberapa hal sudah dapat > dilakukan ANTISIPASI/MONITORING/KONSERVASI yang terkait dengan : > Mitigasi dan Potensi Bencana Geologi ; Eksplorasi Sumberdaya Air dan > Tinjauan Geologi atas Konflik Kepentingan antar Sektor > Pertambangan/Lingkungan. > > > -- - 100 Gmail invitations to go, contact me if you're interested. - Articles on Liverpool FC at http://minarwan.spymac.net/blog --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

