Ikut menimbrung, Memang prihatin sekali minimnya kerjasama industri dengan universitas atau lembaga penelitian di Indonesia, untuk kepentingan pendidikan ataupun penelitian.
Saya punya pengalaman cukup unik hubungan antara industri dan perguruan tinggi sewaktu menimba ilmu di negeri matahari terbit. Ternyata di Jepang, industri apapun bisa membiayai riset kita yang tidak berhubungan kegiatan industri mereka. Kami mendapatkan dana penelitian lapangan di Busur Banda (thn 1996-1997) untuk thesis S2 saya dan rekan yang lain dari perusahaan kecantikan atau kosmetik Jepang yg terkenal (Shiseido) yang berupa give away research grant, yang notabene bukan perusahaan yg berhubungan dgn geologi. Bayangkan perusahan tsb mau memberikan kontribusi yg tidak ada hubungannya dgn kegiatan perusahaan. Saya sempat takjub juga, kok mau-maunya perusahan kosmetik tsb mau membiayai penelitian saya di hutan mengambil batu he..he..he�c Memang di Jepang perusahaan didorong untuk memberikan sebagian kecil keuntungannnya untuk kepentingan pendidikan atau riset, daripada keuntungan tersebut dikembalikan ke negara dalam bentuk pajak. Kepercayaan industri di Jepang memang sangat tinggi terhadap perguruan tinggi atau lembaga penelitian. Dan ternyata pengalaman unik ini saya alami juga di Indonesia, tahun lalu saya mendapat dana penelitian untuk melakukan penelitian intan (bukan jenis kimberlit) di Sulawesi oleh perusahaan tekstil (Indonesian Toray Science Foundation/ITSF). Nah lagi bukan perusahaan yg berhubungan dgn geologi he..he�c he.. Saya sempat presentasi dan pendekatan di tiga perusahaan tambang di Indonesia untuk membiayai sebagian kecil riset saya di Indonesia, mereka kelihatannya tidak tertarik untuk membiayai penelitian tsb, mungkin mereka selalu berhitung apa untungnya buat mereka jika mereka membiayai penelitian tsb, padahal salah satu outputnya sangat jelas�c�c�c.publikasi internasional. Ketika saya bilang ke istriku bahwa penelitian lapangan di Timor dibiayai oleh perusahan kosmetik Shiseido, istriku malah bilang �gkok gak sekalian mereka ngasih dengan produknya seperti bedak dan lipstick�cups�h. Salam, Ade Kadarusman Utrecht Quoting "R.P. Koesoemadinata" <[EMAIL PROTECTED]>: > Memang begitu sebaiknya, tetapi kenyataannya selalu didorong ke anak > perusahaan yang beroperasi di Indoneisia, jadi akhirnya ya "cost recovery" > lagi. > > ----- Original Message ----- > From: "Minarwan" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Friday, June 10, 2005 1:40 PM > Subject: [iagi-net-l] Membangun Kerjasama Universitas-Industri -->was: Re: > [iagi-net-l] Stratigraphic evolution... > > > > Pak Koesoema, > > > > Mungkin memang demikian, orang-orang industri yang kembali ke > > universitas dapat pula membawa 'support' dari tempat mereka bekerja > > dulu. Mereka yang mantan industri seharusnya memiliki jaringan lebih > > luas untuk bergerak bekerja sama dengan mantan rekan kantor mereka > > dalam meneliti sebuah daerah. > > > > Contoh saja nih, Mas Rovicky yang sudah bosan bekerja di industri > > pulang ke Indonesia kemudian melamar untuk jadi dosen di -misalkan- > > Universitas Trisakti. Nanti daerah penelitiannya bisa di Cekungan > > Sumatera Tengah atau Sumatera Utara, atau bisa juga Cekungan Sabah, > > lalu cari research grant untuk mahasiswanya dari Kondur, Lasmo atau > > Murphy Oil. > > > > Dulu Amerada Hess yang waktu itu bekerja sama dengan Oxford Brookes > > University dan The British Council pernah menyeleksi beberapa orang > > Indonesia untuk studi master Petroleum Geology di Inggris. Course > > Director program MSc tersebut adalah mantan pegawai Amerada Hess dan > > pernah pula bekerja di Indonesia. > > > > Entah kisah seperti ini sudah berlangsung di Indonesia atau belum, > > kalau di luar negeri kelihatannya sudah berlangsung sejak lama. > > Kendala memang selalu ada, misalnya hubungan yang renggang antara > > orang lama dan orang baru, apalagi jika orang baru itu terkesan > > diberikan perlakuan istimewa, datang langsung punya gaji golongan apa > > gitu. > > > > Minarwan > > > > On 6/8/05, R.P. Koesoemadinata <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >> Yang masih mysteri dalam penelitian ini, mengapa mereka memilih Jawa > >> Timur > >> sebagai daerah penelitiannya, sehingga dibentuk East Java consortium, > >> apakah > >> East Java basin dengan Miocene carbonatesnya begitu terkenal ? Kuncinya > >> adalah mungkin pada para professornya, yang bekas ExxonMobil dan bekas > >> SantaFe, sehingga mendapatkan "partial" support dari Exxon Mobil? Tapi > >> mungkin hal ini normal2 saja. > >> > > -- > > - 100 Gmail invitations to go, contact me if you're interested. > > - Articles on Liverpool FC at http://minarwan.spymac.net/blog > > > > --------------------------------------------------------------------- > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina > > (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id > > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) > > Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) > > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) > > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau > > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) > > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina > (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) > Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) > --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

