Segenggam batuan berwarna hijau tua dengan semburat lempeng2 putih kehijauan mirip asbes menimpali permukaannya di mana2 baru saya terima dari Pak Sugeng Hartono, geologist PetroChina, anggota milis ini juga. Di suratnya tertulis, "ini dari P. Batanta" Terima kasih banyak Pak Sugeng. Pak Sugeng adalah wellsite geologist sangat senior yang di sela2 kesibukannya mengamati cutting dan mengawasi gas lumpur pemboran suka mengembara berjalan kaki ke hutan2 di sekitar sumur saat sumur tak memerlukan kehadiran geologist. Suatu kali pada tahun 1998, saya dan Pak Sugeng pernah sama-sama bertugas di Pulau Salawati, Papua. Entah kapan Pak Sugeng menyeberangi Selat Dampier dari Sorong dan mendarat di Pulau Batanta. Mungkin saat Trend Energy/ Santa Fe Kepala Burung mengebor sumur Sorong-1. Selat Dampier adalah sebuah selat yang memisahkan Pulau Salawati dan Kepala Burung dengan pulau2 Kompleks Raja Ampat (Waigeo, Batanta, dkk.). Selat ini tak terlalu lebar, tetapi ternyata "ditakuti" baik oleh cenderawasih Raja Ampat, maupun cenderawasih Kepala Burung. Dari tahun 1860an, Alfred Russell Wallace mencatatat bahwa para cenderawasih ini tak mau saling bercampur. So, Selat Dampier is a zoogeographic barrier.. Lalu, Selat Dampier pun dalam Geologi Indonesia ternyata menjadi tempat di mana Sorong Fault memisahkan Kepala Burung dan Kompleks Raja Ampat. Secara jarak, tak lebih dari 10 km saja jauhnya kedua kompleks ini. Tetapi, hm.., betapa jauhnya umur mereka. Di kedua sisi sebelah-menyebelah Selat Dampier ini ada Kemum Metasediments di Kepala Burung yang berumur Silur - termasuk batuan tertua di Indonesia dan asal Australia, lalu di sisi Raja Ampat ada kompleks ofiolit dan volkanik berumur Miosen-Pliosen asal Pasifik. Nah, Batanta adalah pulau paling selatan Kompleks Raja Ampat. Batuannya a.l. disusun oleh melange Sorong Fault Zone, dan serpentinit yang disampel oleh Pak Sugeng yang sekarang ada di depan saya ini adalah salah satu batuan tertuanya yang umur "emplacement"-nya adalah di sekitar Miosen. Emplacement ? Ya, sebab ini adalah batuan alokton yang di-emplacement- alih tempat Sorong Fault. Jejak-jejak stress dan slicken slides di batuan ini masih kuat tercetak. Saya punya contoh2 serpentinit di Ciletuh dan Meratus, yah lebih kurang sama : asbestos chrysotile menyemburat melempeng menutupi warna ular (serpent) serpentine yang hijau tua. Kalau tak diberi oleh Pak Sugeng, entah kapan saya punya serpentinit Batanta : sebuah batuan ofiolit-melange yang stressed oleh left-lateral Sorong Fault - sebuah setting tektonik yang sedikit saja ditemukan di dunia ini - dari convergent ke transform boundary. salam, awang
__________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com

