pak wahyu budi dan rekan2 lainnya,

terlalu dini utk menilai apakah jcs2005 sepi. keputusan utk dilaksanakan di
surabaya, dan gabungan hagi-iagi yg sudah terbukti baik plus tambahan
perhapi, sudah dg pertimbangan yg baik pula. termasuk di dlmnya ttg biaya.

yg saya kemukakan dari awal, adalah soal 'sepinya' pengiriman abstrak,
BUKAN 'sepinya' PIT. saya yakin, utk kehadiran ke acara di surabaya ini,
justru akan sangat meriah. sekali lagi, ini soal pengiriman abstrak. nah,
sebagian evaluasi pak wahyu, mungkin juga bisa dipertimbangkan (misal ttg
siklus satu tahun utk penulisan makalah).

tapi dg kiriman imil saya kemarin pagi (sebelum tengah hari), ternyata
mendongkrak jumlah penerimaan abstrak. ketika pagi saya sebut hanya 10
abstrak yg diterima panitia, sampai saya meninggalkan kantor pada sore
hari, sudah ada tambahan 16 abstrak. dus, utk sementara total ada 26
abstrak. artinya, perkiraan saya (sebagian) adalah benar, bahwa teman2
masih 'menyimpan' abstrak mereka.

saya harapkan pula, dugaan abah yanto juga tidak meleset. abstrak akan
berdatangan pada 3 hari terakhir ini. semoga.

terimakasih dan salam,
syaiful
*salah satu anggota panitia jcs2005

catatan: pendaftaran utk peserta pit belum dibuka.



                                                                                
                                        
                    wahyu budi                                                  
                                        
                    <wahyubudisetyawan@       To:     [email protected]       
                                        
                    yahoo.com>                cc:                               
                                        
                                              Subject:     [iagi-net-l] JCS2005 
Sepi?                                   
                    06/21/2005 06:35 PM                                         
                                        
                    Please respond to                                           
                                        
                    iagi-net                                                    
                                        
                                                                                
                                        
                                                                                
                                        




Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan JCS2005
sepi:

1. Biaya Tinggi. Bagi peserta yang datang dgn biaya
sendiri / tanpa dibiayai instansi tempat kerja, biaya
bisa menjadi kendala. Joint Conf 3 organisasi profesi
membayangkan kegiatan yang besar, dan biaya yang besar
pula. Baik biaya pendaftaran, transportasi, maupun
penginapan. Ada kecenderungan biaya pendaftaran terus
meningkat dari tahun ke tahun. Transportasi juga
demikian. Penginapan ?. Bagi peserta dari Jakarta atau
Bandung, bisa menghabiskan biaya lebih dari Rp. 1 juta
(penginapan 3 malam minimal Rp. 300.000,-;
transportasi KA pp Rp. 500.000,-; regristrasi (?) Rp.
250.000,-; biaya hidup selama di Srby Rp. 300.000,-).
Yang dari Yogya mungkin kurang sedikit di
transportasi. Belum lagi biaya untuk prosiding, iuran
keanggotaan, dan lainnya. Berkaitan dengan faktor
biaya ini, mungkin perlu dipelajari, untuk setiap PIT,
peserta yang terbanyak datang dari mana? Jakarta,
Bandung, Yoyga, Semarang, Surabaya, Medan, Ujung
Pandang, Nusa Tenggara, Kalimantan dll. Juga perlu
diketahui, siapa yang membiayai kehadiran peserta bagi
setiap PIT (biaya instansi atau pribadi). Atau
karakter lainnya. Apabila banyak dari Jakarta atau
Bandung dan biaya pribadi, mungkin wajar bila JCS2005
sepi.

2. Siklus tahunan terlalu cepat? Sulit diketahui, tapi
mungkin juga bisa jadi penyebab. Kalau PIT di akhir
tahun, sementara deadline tahun berikutnya di
pertengahan tahun, berarti di awal tahun sudah harus
bersiap-siap. Irama atau siklus yang demikian bisa
terasa menyesakkan, kecuali bagi orang-orang tertentu.
Tapi berapa banyak yang dengan tenang mengikuti irama
ini? Mungkin perlu diadakan polling yang menanyakan
apakan PIT terlalu cepat siklusnya?

Dari segi biaya, mungkin hanya beberapa persen yang
sanggup mengikuti irama itu.

Dari segi kesiapan materi / bahan untuk tulisan?
Mungkin juga tidak banyak yang dengan mudah mengikuti
siklus itu. Bagi yang kerjanya hanya penelitian,
mungkin punya sesuatu yang dapat ditulis. Tetapi bagi
yang lainnya? Mungkin tidak setiap tahun ada.

Keadaan berubah. Kalau dulu setahun terasa longgar,
mungkin sekarang menyesakkan.

3. Kesibukan lain? Bisa jadi.

4. Tidak perduli? Boleh juga dipertanyakan. Ini
mungkin bisa diperoleh gambarannya dari jumlah anggota
tercatat, dan berapa yang membayar iuran. Mungkin juga
PIT tidak dirasakan manfaatnya. Boleh kan
dipertanyakan?(Tapi, tahun-tahun sebelumnya kok
ramai?).

Ada kemungkinan lain?

Sambil berharap keajaiban di detik terakhir, untuk
melihat apa yang sebenarnya terjadi, mungkin ada
baiknya bila deadline untuk pemasukan Abstrak digeser
sampai 2 atau 3 minggu lagi, sampai pertengahan Juli.

Saya sendiri, tahun lalu tidak ikut PIT karena
kesibukan. Sekarang ? tidak ada bayangan sanggup hadir
ke sana, berat.

Salam,

WBS








---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke