Puyeng mengenai BBM, mendadak aku kok kepikiran dengan masalah yang satu ini. Kemacetan di jalan.
Ini asumsi kasar saja, untuk di Jakarta dan sekitarnya dulu. Misal real value dari BBM 3000 perak. Seandainya, jumlah mobil ada 4 juta (ini realistis ndak ya?). Misalnya, yang aktif klayapan ada 2 juta dan tiap kendaraan menghabiskan 10 liter perhari dan 40%-nya terbuang karena in-efisiensi (macet, nunggu VVIP lewat, nunggu bini belanja di pasar, etc), maka dalam sehari sudah terbuang 4 liter x 2 juta, sudah 8 juta liter yang terbuang. Ini real value-nya sudah mencapai 24 Milyar per hari, sebulan ? setahun ? Angkot (heran, di kota metropolis koq masih ada ya), ini biang kemacetan, katakanlah juga ada 100,000 kendaraan. Lantas mereka menghabiskan 50 liter sehari, karena mereka biang kemacetan, kita pakai tingkat konsumsi yang lebih ekstrim, 50% in-efisiensi, jadi per angkot akan membuang 25 liter per hari, artinya setara dengan 2,5 juta liter perhari. Ini sama saja, 7,5 milyar perak per hari. Lah, supir-supir angkot dapetnya berapa? Paling juga 30 - 40 ribu per hari. Seandainya angkot dihapus, trus subsidi BBM dikasihin ke mereka, biarlah, anggap saja social cost, tiap supir sudah dapet 75 ribu per hari. Bayangkan tuh, udah 2 kali lipat dari pendapatan harian mereka!! VVIP lewat, hmm, kalau mereka mau pakai helikopter aja, misalnya per jam sewanya US$ 2,000, dan karena mereka mau lewat, maka kendaraan pada nunggu, 15 menit aja dan ada 10,000 kendaraan yang terkendala sepanjang perjalanan, mereka rata-rata ngebuang 1 liter saja, sudah 10,000 x 3,000, jauh lebih mahal dari sewa helikopter, paling juga 10 - 15 menit. Kerugiannya ndak terlalu muncul, karena menjadi eksternal cost yang ditanggung rame-rame. Padahal, kalau ini dianggap sebagai biaya subsidi yang hilang, duh, sudah 10 juta sendiri tuh sekali lewat. Bini belanja di pasar? Wah, kalau yang ini ndak bisa diganggu gugat, bisa terjadi drama 1 babak :-( BSM ---------------------------------------------------------------------- This e-mail, including any attached files, may contain confidential and privileged information for the sole use of the intended recipient. Any review, use, distribution, or disclosure by others is strictly prohibited. If you are not the intended recipient (or authorized to receive information for the intended recipient), please contact the sender by reply e-mail and delete all copies of this message.

