Saya mau ikutan komentar sisi lain dari Cepu, karena masalah untung
rugi, kalau dioperasikan EM, apakah Pertamina ataupun Negara dirugikan
dst dst, teman2 lain, Cak Ar atau Cak Vicky lebih tahu. Kekhawatiran,
jangan2 pemerintah hanya dapat FTP nya saja, dengan cost yang mahal,
karena musti nyetor 45% mungkin saja sangat beralasan.

Sisi lain yang saya maksud adalah target pemerintah soal produksi minyak
Indonesia mencapai 1.3 juta bopd pada tahun 2009.   Sedangkan mayoritas
lapangan minyak indonesia merupakan lapangan tua dengan decline alamiah
sebesar 15% per tahun.  Katakanlah produksi kita sekarang 1 juta bopd,
dan decline rate bisa ditekan dengan secondary/tertiary recovery dan
adanya beberapa lapangan baru yang onstream. Jika kita asumsikan decline
rate bisa mencapai 5% saja setahun, artinya produksi Indonesia pada
tahun 2009 sekitar 815 ribu bopd, berarti ada kekurangan 485 ribu bopd
dari target.  Dibutuhkan tambahan produksi sama dengan 2.5 kali produksi
Cepu yang 180,000 ribu bopd. 

Saya ber-tanya2 darimana datangnya angka target 1.3 juta bopd? Asumsi
saya angka ini proyeksi yang mendekati demand Indonesia pada saat itu,
sehingga kita tidak perlu mengimport minyak dalam jumlah besar.  Nah,
kalau perkiraan tsb meleset, katakanlah worse case scenario konsumsi
lebih besar. Demand sangat sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi, dan
bisa mencapai 1.5 juta bopd.  Sedangkan produksi sangat mungkin tidak
mencapai target. Nah, berapa besar shortfall ? berapa target produksi
minyak yang di POD ? punyakah uang untuk import ? dari mana kita import?
Mungkinkan kita punya security of supply, padahal mungkin saja kita
tidak lagi menjadi anggota OPEC yang bisa me-lobby pada anggota yang
produksinya besar.
 
Kita tahu bahwa pemegang working area terbesar di Indonesia saat ini
adalah Pertamina.  Bisa saja Pertamina dan kita semua terlena masalah
Cepu, tapi yang jadi tantangan bagi Pertamina dan kita semua, bukan saja
bagaimana caranya "memenangkan" kasus Cepu, tapi bagaimana menemukan 2-3
Cepu lagi, mungkinkah menemukan 2-3 giant lainnya sebelum 2009 ?

Wass.
Bambang Istadi 

-----Original Message-----
From: Ariadi Subandrio [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, June 27, 2005 11:05 AM
To: [email protected]; Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI); migas
indonesia
Subject: Re: [iagi-net-l] Kontrak Cepu-Exxon Ditandatangani 90 hari lagi

hasil paling penting (prinsip) kesepakatan dari ngobrol-ngobrolnya orang
pemerintah dan ExxonMobil itu adalah : 
1. ExxonMobil difasilitasi untuk mengelola blok Cepu (semua mengatakan
sampai 30 tahun, bukan hingga tahun 2030, yg bener yg mana neh). Artinya
: kontrak ExxonMobil di Cepu akan diperpanjang.
==> secara prinsip apa yang pernah disampaikan Kwik Kian Gie (+ acuan
dari Boeng Hatta & Boeng Karno) telah "kalah". Persis seperti yang
pernah disampaikan Bang Hilman di milis ini "jangan main2 dengan AS"
adalah benar adanya.
 
2. Moda untuk pengelolaanya belum jelas : Joint Venture (JV) Company
kah, apakah entitas baru dengan label Pertamina-ExxonMobil-Bojonegoro
Oil Company yang akan menjadi operatorship blok ini (yang pasti
masing-masing party kudu setor saham pada proporsi 45:45:10 jika juga
ingin bagian yang sesuai dengan split-nya)
==> Kalau Pertamina dan Bojonegoro gak mampu bayar setoran participating
interest? -- ya akan ditomboki oleh EM, biasanya dibayar pake minyak
yang keangkat dengan uplift (bunga) 50%. Tinggal anda hitung aja kapan
atau tahun berapa Pertamina & Bojonegoro dapat menikmati hasil Cepu.
mungkin saat tinggal ampas2nya nanti. Kalau JV, siapakah yang akan
pegang sebagai Presdir-nya, CFO-nya, COO-nya karena mereka2 yang akan
menentukan pencarian sumber pendanaan, besaran klaim biaya recovery,
dll. Kalau itu semua yang pegang adalah orang EM, .... nikmati aja gigit
jari.
 
3. Moda Kontrak jelas : PSC dengan adjusted split pada kisaran harga
tertentu. Ini mirip Paket Insentif III (?) tahun 1994an, paket yg banyak
dinilai kaum investor kala itu sebagai ketidakpastian. gak laku
 
4. Semua pemberitaan menyatakan keuntungan yang jauh lebih baik bagi
pemerintah/pertamina == lho kok, kalau begitu ada sisi kerugian yang
sangat banyak dong pada ExxonMobil. EM kok mau ya.... (win-win, win-lose
... atau memang win-win?)
 
Betul Pak Rov, bahwa detil-detil menjadi sangat perlu agar negeri ini
bisa menunjukkan bahwa telah merdeka 60 tahun. cermati saja Investment
credit-nya berapa, sealing Cost recovery nya berapa, Cost per barel, DMO
feenya dan last but not least klaim sunk cost-nya.
 
ar-. 


Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Seorang wartwan memberitahukan ke saya kontrak ini akan di ttd sabtu
kemaren, ternyata batal.
Kalau berita yg kali ini benar, berarti masih ada waktu untuk
memberikan masukan terhadap pemerintah tentang bentuk kontrak yg akan
di ttd, kalau tidak dibatalkan perpanjangannya. Salah satunya mungkin
ide "crafting" (pengembalian daerah non produktip), hanya area yg
produktip saja yg diperpanjang kontraknya. Bentuk kontrak ini yg masih
dapat diperjuangkan untuk merubah bentuk atau term PSC-nya.
Skalian saja di launch bentuk PSC baru yg lebih menghasilkan lahan
produktip. dan mengurangi "lahan tidur".

RDP
==========================
2005-06-27 05:01:37
Kontrak Cepu-Exxon Ditandatangani 90 hari lagi
Jakarta, Minggu

Pemerintah akhirnya menyepakati masalah prinsip dalam perpanjangan
kontrak Blok Cepu dengan pihak ExxonMobil, namun penandatangan
kontraknya rencananya baru bisa dilaksanakan sekitar 90 hari atau tiga
bulan lagi.

Juru Bicara Tim Perunding Blok Cepu, Rizal Mallarangeng, pada akhir
pekan menjelaskan bahwa kesepakatan prinsip antara Pemerintah dengan
pihak ExxonMobil telah tercapai sehingga dalam perpanjangan kontrak
nantinya hanya memikirkan masalah prosedural saja.

"Tidak ada lagi hal-hal yang prinsipil yang menjadi perdebatan antara
Pemerintah dan ExxonMobil. Dengan demikian, dalam perpanjangan kontrak
hanya masalah prosedural saja," ungkapnya.

Dijelaskannya bahwa hal prinsip yang disepakati antara lain persoalan
penyertaan modal (participating interest) dan bagi hasil berdasarkan
tingkat harga minyak mentah di pasar dunia. Menurut dia, setelah
kesepakatan ini (tiga bulan lagi) maka akan dituangkan bentuk kontrak
atau joint operation agreement (JOA).

Mengenai penyertaan modal, lanjutnya, bahwa pihak Pertamina dan
ExxonMobil diwajibkan menyiapkan modal masing-masing sebanyak 45
persen. Sedangkan bagi Pemerintah Daerah, bila ingin ikut
berpartisipasi juga harus menenamkan modalnya sebesar 10 persen.

Sementara itu, Ketua Tim Negosiasi Pertamina, Martiono Hadianto
menjelaskan Pertamina menunda penandatangan kontrak dengan ExxonMobil
karena hasil kesepakatan akan dibawa ke rapat umum pemegang saham
(RUPS) yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2005.

Sedangkan ketika ditanya mengenai hasil produksi dari blok Cepu
tersebut terutama menyangkut Domestic Market Obligation (DM0), ia
hanya menjelaskan bahwa hal tersebut mengikuti ketentuan yang berlaku
dalam perundang-undangannya. "Soal itu (DMO), tentunya mengikuti
standar aturan yang ada," katanya. (Ant/Glo)


http://www.kompas.com/utama/news/0506/27/050137.htm


-- 
Education can't stop natural disasters from occurring, 
but it can help people prepare for the possibilities ---

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------


                
---------------------------------
Yahoo! Sports
 Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke