--------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------
Saya mempunya teori lain mengenai kelangkaan BBM /premium ini, yang saya
sebut teori konspirasi Pemerintah-Pertamina.
Sebagai mana kita maklum hanya selang 2-3 bulan saja Pemerintah menaikkan
harga premium ini, dengan maksud mengurangi "subsidi". Ini terjadi pada
waktu harga minyak mentah dunia adalah sekitar USD 25-30/barrel. Sekarang
dengan meningkatnya tiba2 sampai USD 60 barrel, maka kenaikan premium itu
praktis tidak ada artinya lagi bagi APBN. Untuk menaikkan lagi harga premium
tentu ini berarti bunuh diri politik alias tidak mungkin. Maka cara lain
ditempuh, duit subsidi pemerintah ke Pertamina dikebiri, diterlambatkan,
sehingga supply minyak Pertamina tersendat-sendat, akibatnya kelangkaan
premium dimana-mana yang mulai juga terjadi di Bandung dan Jakarta. Anehnya
tidak ada berita adanya kelangkaan Pertamax, sehingga mungkin ada konspirasi
untuk mendorong pengguna kendaraan bermotor terutama mobil sedan untuk
menggunakan Pertamax daripada harus ngantri Premium. kelihatannya nantinya
premium itu akan di-phase-out karena selain subsidinya membengkak juga tidak
ramah lingkungan karena masih menggunakan timbal. Ada berita katanya kilang
di Dumai rusak.
Dan rekayasa ini sudah mulai membuahkan hasil, karena menurut koran sudah
banyak pengguna mobil yang berpaling menggunakan Pertamax, yang tidak
mempunyai masalah kelangkaan dan konon katanya ramah lingkungan. Maka kalau
nantinya semua sudah menggunakan Pertamax maka jelas subsidi BBM akan sangat
berkurang. Pemerintah berhasil menaikkan harga BBM tanpa terjadinya demo.
Ini kan suatu kebijakan yang jitu. Jika tidak mampu beli Pertamax yang
silakan ngantri Premium yang makin lama makin panjang antriannya karena
makin langka. Dan kelihatannya orang akan lebih senang membayar lebih mahal
beli Pertamax daripada ngantri. Kelihatannya pemerintah tidak panik dengan
"krisis BBM", bahkan mungkin senyum2 saja, mengurangi subsidi sekaligus
mengurangi pencemaran lingkungan.
Tetapi ini hanya sekadar "teori" saja, wallahu alam apakah pemerintah SBY
ini sedemikian lihaynya? Mungkin saya yang salah
RPK
- Re: [iagi-net-l] Mekanisme kelangkaan BBM dilihat... R.P. Koesoemadinata
- Re: [iagi-net-l] Mekanisme kelangkaan BBM di... Franciscus Sinartio
- Re: [iagi-net-l] Mekanisme kelangkaan BB... Prasiddha Hestu Narendra
- Re: [iagi-net-l] Mekanisme kelangkaa... Paulus Tangke Allo
- Re: [iagi-net-l] Mekanisme kelangkaan BB... R.P. Koesoemadinata
- Re: [iagi-net-l] Mekanisme kelangkaan BBM di... Paulus Tangke Allo
- Re: [iagi-net-l] Mekanisme kelangkaan BBM di... liamsi
- Re: [iagi-net-l] Mekanisme kelangkaan BBM di... iwan . busono
- Re: [iagi-net-l] Mekanisme kelangkaan BB... yrsnki
- Re: [iagi-net-l] Mekanisme kelangkaa... R.P.Koesoemadinata
- Re: [iagi-net-l] Mekanisme kelan... Deni Rahayu

