kebijaksanaan permerintah kita bisanya cuma slogan - slogan yang enggak
jelas....
coba yang dikurangi kok ac di tempat umum...berapa  sih di tempat umum yang
pake ac...? kenapa enggak rumah - rumah besar yang acnya banyak....? kenapa
kok enggak dinaikin aja pajak / tarif listrik mis yang di atas 3500 watt
yang bukan industri....
kemarin katanya mobil diatas 1800 cc yang harus pake pertamax (saya setuju
batas 1800 karena angkot kijang kan rata - rata 1800 ke bawah)....sekarang
jadi 2500 cc yang paka pertamax ...berapa banyak sih mobil yang diatas 2500
cc...?

Sudah beberapa minggu ini ada penggiliran pemadaman listrik di balikpapan
..dalam  1 minggu bisa 2-3 kali mati listrik untuk waktu yang
lama....katanya karena salah satu pembangkitnya mati...
sementara pembangunan mall, apartement, ruko dsb masih tetap berjalan dan
malah makin cepat....pemasangan listrik lewat "jalur khusus"  masih terus
berlangsung walaupun ada keterbatasan pasokan listrik .

salam
Ferdi

kemarin lihat di tv ..kok boleh ya fasilitas negara digunakan untuk pesta
pribadi pejabat....?



|---------+---------------------------->
|         |           "ismail"         |
|         |           <[EMAIL PROTECTED]|
|         |           id>              |
|         |                            |
|         |           08/07/2005 08:23 |
|         |           PM               |
|         |           Please respond to|
|         |           iagi-net         |
|         |                            |
|---------+---------------------------->
  
>-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
  |                                                                             
                                                |
  |       To:       <[email protected]>                                       
                                                |
  |       cc:                                                                   
                                                |
  |       Subject:  Re: [iagi-net-l] Mekanisme kelangk BBM.                     
                                                |
  
>-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|




Kabarnya akan dibuat kepres  ttg penghematan energi , al untuk transportasi
mobil diatas 2500 CC tidak boleh pakai premium, AC ditempat tempat umum
dikurangi , Lift hanya dioperasikan mulai lantai 3, dll.
Kayaknya masalah energi ini akan selalu bergejolak, pemakaian yg terus
meningkat , disisi lain diversifikasinya belum jalan. Pada waktu harga
minyak masih disekitar 20 an dollar, banyak penelitian - pemelitian energi
alternatif  yang belum ekonomis dikembangkanm karena masih selalu kalah dg
BBM apalagi dg subsidi, namun setelah harga minyak mencapai 3 kali
lipatnya,
kayaknya belum ada tanda tanda energi  alternatif tersebut akan
berjalan.Salah satunya Geothermal misalnya, meskipun sudah jelas dapat
menggantikan BBM pada pembangkit listrik secara significan dg cadangan
berlimpah namun infra strukturnya (  termasuk regukasinya ) belum siap,
padahal untuk membangun suatu pembangkit bisanya dibutuhkan waktu minimal 2
tahunan ( belum waktu eksplorasi dan eksploitasinya)., Akibatnya sekarang
PLN kalang kabut dg melonjaknya BBM untuk pembangkitnya yg sudah melebihi
kuotanya 8,35 juta KL menjadi 11,44 juta KL ( harga BBM untuk listrik kira
kira 2200 Rp/l dg harga dalam negeri/pertamiana, sedangkan harga tingkat
internasionalnya sudah mencapai 4500 Rp/l ). Kalau 1 liter BBM menghasilkan
listrik 2,5 kwh , maka biaya bahan bakarnya saja sudah 880 Rp/kwh ( ini
saja
pakai harga pertamina/sebsidi ), belum biaya lainnya ( O&M, transmisi,dll )
bisa bisa menjadi 1000 Rp/kwh. Padahal kalau kita lihat rekening listrik
kita itu hanya kita bayar kurang lebih 600 Rp/kwh.jadi untuk beli bahan
bakarnya saja tdk cukup.
 Disisi lain harga jual Geothermal ( bahan bakar untuk PLTP ) kira kira
hanya 400 Rp /kwh . malah ada yang 200 Rp/kwh.Harusnya dg harga minyak yang
melambung ini, sumber energi ini sudah sangat kompetitif apalagi renewable
lagi, namun ya itu tadi ternyata infra strukturnya belum siap juga, belum
lagi masalah masalah lain yang timbul.Rupanya tender untuk blok blok daerah
baru di Migas jauh lebih cepat larinya daripada sesama saudaranya sekandung
( Geothermal), padahal semua sudah berteriak akan kelangkaan BBM.

Ism


Subject: Re: [iagi-net-l] Mekanisme kelangkaan BBM dilihat dari kerentanan
masyarakat terhadap isu.


>
> tapi gimana tahunya petugas pomnya bahwa mobil itu 1800 cc...? apa kalau
> beli bensin harus nunjukin stnk...?
> tapi kalau aturannya begitu saya setuju sekali....
> makin gede ccnya kan makin mahal mobilnya...
>
> Regards
>
> Kartiko-Samodro
> Telp : 3852
>
>
>
> |---------+---------------------------->
> |         |           Deni Rahayu      |
> |         |           <[EMAIL PROTECTED]|
> |         |           m>               |
> |         |                            |
> |         |           08/07/2005 10:03 |
> |         |           AM               |
> |         |           Please respond to|
> |         |           iagi-net         |
> |         |                            |
> |---------+---------------------------->
>
>
>  >
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|

>  |
> |
>  |       To:       [email protected]
> |
>  |       cc:
> |
>  |       Subject:  Re: [iagi-net-l] Mekanisme kelangkaan BBM dilihat dari
> kerentanan      masyarakat terhadap isu.             |
>
>
>  >
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|

>
>
>
>
> tapi tunggu dulu prof, mungkin teori isengnya ada
> benarnya..krn koran hari ini me WAJIB kan mobil diatas
> 1800cc, harus menggunakan pertamax...
>
> --- "R.P.Koesoemadinata" <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
>
>> Bagus, untuk lebih mengurangi subsidnya lagi
>> Atau teori iseng saya tidak benar alias keliru
>> RPK
>>
>> ----- Original Message -----
>> From: <[EMAIL PROTECTED]>
>> To: <[email protected]>
>> Sent: Thursday, July 07, 2005 3:35 PM
>> Subject: Re: [iagi-net-l] Mekanisme kelangkaan BBM
>> dilihat dari kerentanan
>> masyarakat terhadap isu.
>>
>>
>> > >
>> > > Untuk melengkapi teori konspirasi Bapak, saya
>> baca di surat kabar
>> kemarin
>> > > kalau PERTAMINA bermaksud menaikkan harga
>> pertamax dalam waktu dekat
>> > > ini...............
>> >
>> >
>> >
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >                     "R.P.
>> > >                     Koesoemadinata       To:
>> <[email protected]>
>> > >                     "                    cc:
>> > > <[EMAIL PROTECTED]>,
>> > >                     <[EMAIL PROTECTED]
>> <[EMAIL PROTECTED]>
>> > >                     a.net.id>
>> Subject:     Re: [iagi-net-l]
>> > > Mekanisme kelangkaan BBM
>> > >
>> dilihat dari kerentanan
>> > > masyarakat terhadap isu.
>> > >                     07/05/2005
>> > >                     09:42 PM
>> > >                     Please respond
>> > >                     to iagi-net
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >
>> > > Saya mempunya teori lain mengenai kelangkaan BBM
>> /premium ini, yang saya
>> > > sebut teori konspirasi Pemerintah-Pertamina.
>> > > Sebagai mana kita maklum hanya selang 2-3 bulan
>> saja Pemerintah
>> menaikkan
>> > > harga premium ini, dengan maksud mengurangi
>> "subsidi". Ini terjadi pada
>> > > waktu harga minyak mentah dunia adalah sekitar
>> USD 25-30/barrel.
>> Sekarang
>> > > dengan meningkatnya tiba2 sampai USD 60 barrel,
>> maka kenaikan premium
>> itu
>> > > praktis tidak ada artinya lagi bagi APBN. Untuk
>> menaikkan lagi harga
>> > > premium
>> > > tentu ini berarti bunuh diri politik alias tidak
>> mungkin. Maka cara lain
>> > > ditempuh, duit subsidi pemerintah ke Pertamina
>> dikebiri, diterlambatkan,
>> > > sehingga supply minyak Pertamina
>> tersendat-sendat, akibatnya kelangkaan
>> > > premium dimana-mana yang mulai juga terjadi di
>> Bandung dan Jakarta.
>> > > Anehnya
>> > >
>> > > tidak ada berita adanya kelangkaan Pertamax,
>> sehingga mungkin ada
>> > > konspirasi
>> > > untuk mendorong pengguna kendaraan bermotor
>> terutama mobil sedan untuk
>> > > menggunakan Pertamax daripada harus ngantri
>> Premium. kelihatannya
>> nantinya
>> > > premium itu akan di-phase-out karena selain
>> subsidinya membengkak juga
>> > > tidak
>> > > ramah lingkungan karena masih menggunakan
>> timbal. Ada berita katanya
>> > > kilang
>> > >
>> > > di Dumai rusak.
>> > > Dan rekayasa ini sudah mulai membuahkan hasil,
>> karena menurut koran
>> sudah
>> > > banyak pengguna mobil yang berpaling menggunakan
>> Pertamax, yang tidak
>> > > mempunyai masalah kelangkaan dan konon katanya
>> ramah lingkungan. Maka
>> > > kalau
>> > >
>> > > nantinya semua sudah menggunakan Pertamax maka
>> jelas subsidi BBM akan
>> > > sangat
>> > > berkurang. Pemerintah berhasil menaikkan harga
>> BBM tanpa terjadinya
>> demo.
>> > > Ini kan suatu kebijakan yang jitu. Jika tidak
>> mampu beli Pertamax yang
>> > > silakan ngantri Premium yang makin lama makin
>> panjang antriannya karena
>> > > makin langka. Dan kelihatannya orang akan lebih
>> senang  membayar lebih
>> > > mahal
>> > > beli Pertamax daripada ngantri. Kelihatannya
>> pemerintah tidak panik
>> dengan
>> > > "krisis BBM", bahkan mungkin senyum2 saja,
>> mengurangi subsidi sekaligus
>> > > mengurangi pencemaran lingkungan.
>> > > Tetapi ini hanya sekadar "teori" saja, wallahu
>> alam apakah pemerintah
>> SBY
>> > > ini sedemikian lihaynya? Mungkin saya yang salah
>> > > RPK
>> > >
>> > >
>> > >
>>
> ---------------------------------------------------------------------
>> > > To unsubscribe, send email to:
>> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> > > To subscribe, send email to:
>> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> > > IAGI-net Archive 1:
>> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> > > IAGI-net Archive 2:
>> http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
>> > > (Ratna.Asharina[at]santos.com)
>> > > -http://fosi.iagi.or.id
>> > > Komisi SDM/Pendidikan : Edy
>> Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
>> > > Komisi Karst : Hanang
>> Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
>> > > Komisi Sertifikasi : M.
>> Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
>> > > Komisi OTODA : Ridwan
>> Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
>> > > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
>> Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
>> > > Komisi Database Geologi : Aria A.
>> Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
>> > >
>>
> ---------------------------------------------------------------------
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >
>>
> ---------------------------------------------------------------------
>> > > To unsubscribe, send email to:
>> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> > > To subscribe, send email to:
>> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> > > IAGI-net Archive 1:
>> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> > > IAGI-net Archive 2:
>> http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
>> > >
>>
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
>> > > Komisi SDM/Pendidikan : Edy
>> Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
>> > > Komisi Karst : Hanang
>> Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
>> > > Komisi Sertifikasi : M.
>> Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
>> > > Komisi OTODA : Ridwan
>> Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
>> > > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
>> Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
>> > > Komisi Database Geologi : Aria A.
>> Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
>> > >
>>
> ---------------------------------------------------------------------
>> > >
>> > >
>> >
>> >
>> >
>> >
>>
> ---------------------------------------------------------------------
>> > To unsubscribe, send email to:
>> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> > To subscribe, send email to:
>> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>>
> === message truncated ===
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)
> -http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
>
>
> This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
> recipient(s) named above.  It may contain confidential or legally
> privileged information and should not be copied or disclosed to, or
> otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
> please contact the sender and delete the e-mail from your system.
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> ---------------------------------------------------------------------
>
>


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)
-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------






This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
recipient(s) named above.  It may contain confidential or legally
privileged information and should not be copied or disclosed to, or
otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
please contact the sender and delete the e-mail from your system.



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke