Saya teruskan diskusi di milis lain ke dalam milis ini untuk dikaji lebih jauh lagi. Semoga kita bisa keluar dari segala krisis yang ada.
TAM ============================================== Just for your info, negeri tercinta ini sekarang adalah net-oil-importer dengan besaran : - refining fuel : 400.000 bpd - crude oil : 350.000 bpd Saat ini harga crude sudah hampir menyentuh 61 USD/barrel, jadi tingggal nunggu bangkrut-nya saja. Apalagi nilai kurs USD terhadap Rupiah sudah mendekati angka kritis (Rp 10.000,-). Untuk kepentingan bersama, tidak ada salahnya himbauan di bawah ini dipraktekkan, karena 90% konsumsi BBM adalah TRANSPORTASI. Lebih sip lagi kalau himbauan "gunakan listrik seperlunya pada saat beban puncak" (pkl 18:00 - 22:00) juga dilakukan, ini jelas akan mengurangi beban PLN untuk pengadaan BBM yang tahun ini naik dari 8.5 juta kiloliter ke 11 juta kiloliter. Pekan depan, khabarnya pemerintah akan menerbitkan regulasi tentang penghematan penggunaan BBM, terutama pada sektor penting seperti bangunan komersial, kantor pemerintah, transportasi, dan industri. Kemungkinan PLN juga akan memberlakukan aturan tambahan dengan memberikan insentif bagi konsumen yang menggunakan listrik di luar waktu beban puncak. Sementara, bagi pelanggan yang menggunakan listrik pada saat beban puncak pun akan dikenakan penyesuaian tarif. Semakin terpuruklah negri yang kita cintainya setelah dilanda badai gempa tsunami, rakyatnya sakit dari demam berdarah, polio sampai busung lapar, para pemimpinnya banyak terjaring kasus korupsi dan sekarang dilanda krisis energi dari BBM, PLN, Transportasi (kecelakaan, mogok sampai rencana kenaikan tol / BBM) serta sudah ada indikasi Kenaikan Bahan Kebutuhan Pokok. Bisa saja akhirnya nanti merongrong kewibawaan pemerintah kita bila tidak cepat tanggap dan memberikan solusi terbaik bagi rakyatnya yang terus menderita. Demikian sekilas info --- ismail <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kalau angka angkanya penggunaan BBM > bervariasi/fluktuatif, namun yang paling > penting sektor transportasilah yg paling banyak ( > lebih 70 an % ), sisanya > sektor Listrik dan industri,. Untuk sektor yg > pertama tsb hanya bisa diganti > ( yang paling siap ) dg Gas , namun infra > strukturnya yg gak siap ( > fasilitas pomp nya sedikit sekali) , padahal > perubahan mesin dari BBM ke Gas > relatif simpel. Sedangkan bahan bakar lain ( > batubara cair,bio oil,biodisel > sampai Feulcell ) rasanya masih jauh, yang jelas > pabriknya saja belum ada > ( kayaknya masih wacana terus menerus , padahal pada > waktu riset dilakukan > sudah dikatakan kalau sumber energi ini akan > ekonomis pada harga minyak > diatas 35 dollar). Mungkin penambahan BBM untuk > transportasi ini sudah > mencapai 10%/thn. , ini terutama dipacu dari > masuknya mobil/motor baru.( > coba lihat di Senayan sudah berapa mobil terjual > dalam Gaikindo Auto expo > 2005 yang baru lima hari ini ).Memang akan dibuka > perdagangan bebas disektor > ini yang diharapkan ada pemain baru masuk, namun > rasanya dg harga BBM di > transportasi ini yang tdk ditentukan oleh mekanisme > pasar , mungkin para > pendatang baru akan menunda investasinya ( siapa sih > mau rugi ).Kecuali > hanya jualan petramax saja. > Disektor Listrik mungkin tidak terlalu > mengkawatirkan, karena BBM disini > hanya memainkan peran kira kira 20-30 % dari > pembangkit yang ada, dan > penggantinya BBM disektor ini Ibaratnya yang sudah > siap sudah Siap Ditempat > , yaitu Gas dan Geothermal, belum lagi batubara yang > lebih duluan.( kalau > masih kurang tinggal panggil Nuklir ) Sedangkan > untuk yang lain ( > Solar,Wind,Biomass atau hidro masih banyak kendala, > dan tidak bisa untuk > dipacu besar besaran diatas Ribuan KW ), begitu juga > untuk Industri, Jadi > kalau diluar sektor transportasi kayaknya Tidak > Begitu mengkawatirkan, > Dikoran pagi ini diberitakan kalau Medco akan bangun > PLTP 350 MW, kalau ini > bisa terleaisir ( tdk dihambat birokrasi..... ini > biasanya kendalanya ).Dg > kapasitas 350 MW tsb akan dihasilkan energi listrik > kira kira 3024 juta > kwh/tahun, kalau 2,5 kwh dibangkitkan dari 1 liter > BBM, maka akan hemat > pemakaian BBM sebesar 1209.6 juta liter BBM, > lumayanlah. > > ISM > > > > > > > Sistem pasar bebas dan kompetitif sih okay saja, > itu baik-baik sahaja > > (boleh tahan lak Pak Cik) , tapi dengan satu > syarat bahwa komponen > > konsumen > > dalam pasar bebas itu tidak mempunyai gap yang > besar, alias berimbang lah > > gitu. Dengan begitu masyarakat pengguna akan punya > kekuatan untuk memilih. > > Lha kalau sistem pasar bebas dalam hal BBM > diterapkan di Indonesia yang > > mempunyai masyarakat sangat jomplang purchasing > powernya, yak opo seh rek? > > matek kabeh ne' ngono, mesti ada sing nulungi > (yang nalangi juga boleh). > > PELITA yang pernah dikerjakan oleh bangsa > Indonesia sebenarnya mempunyai > > tujuan (salah satunya) untuk mengecilkan gap > purchasing power bangsa, > > sehingga waktu itu dijangkakan pada tahun ke 30, > bangsa ini siap menuju ke > > pasar bebas, yang menurut istilahnya lepas landas. > Eh.... dilalah ternyata > > setelah masuk tahun ke-30 bukannya lepas landas, > malah nyungsep ke bumi > > lagi. Maknanya apa????? ada sesuatu yang salah > dalam salah satu komponen > > design-nya. Atau designnya sudah okay, tapi ada > faktor luar yang tiba-tiba > > datang ... he...he....he..... wallahu a'lam. > > > > Omong-omong soal hemat BBM, ada gak yang punya map > penggunaan BBM oleh > > masing-masing kelompok, misalnya yang digunakan > oleh Pabrik berapa, > > Transportasi Umum berapa, de el el. Kemudian map > penggunaan BBM oleh > > daerah-daerah propinsi misalnya. > > > > maksih banyak. > > > > rias > > > > > > > > > > |---------+----------------------------> > > | | [EMAIL PROTECTED]| > > | | onas.com.my | > > | | | > > | | 13/07/2005 11:25 | > > | | AM | > > | | Please respond to| > > | | iagi-net | > > | | | > > |---------+----------------------------> > > > > > >---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------| > > | > > | > > | To: <[email protected]> > > | > > | cc: > > | > > | Subject: Re: [iagi-net-l] Hemat BBM- > share dari Rotarian Subagio > > | > > > > > >---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------| > > > > > > > > > > kalau saya lebih percaya sistem pasar bebas yang > kompetitif. harga bensin > > yang dikatrol subsidi merupakan harga semu yang > tidak menguntungkan semua > > pihak, pasar menjadi semu dan tidak kompetitif. > usulan saya adalah sbb: > > > > - hapuskan subsidi bbm secara total, sehingga > harga komoditi bbm merupakan > > harga pasar. tetapi harus dibarengi dengan > pencabutan monopoli distribusi > > bbm oleh pertamina, sehingga perusahaan lain bisa > bersaing dengan > > kompetitif untuk distribusi bbm. juga harus > disertai penghapusan pajak > > kendaraan bermotor. > > > > salam - > > > > > > > > > > > > Harry Kusna > > > > <[EMAIL PROTECTED] To: > [email protected] > > > > o.com> cc: > > > > > Subject: Re: [iagi-net-l] > > Hemat BBM- share dari > > 13/07/2005 11:20 > Rotarian Subagio > > > > AM > > > > Please respond > > > > to iagi-net > > > > > > > > > > > > > > > > Sebetulnya ada ide seorang teman (Pak Mac > Sarwadhamana di ITB - TF75) yang > > mengatakan > > > > > > bahwa mungkin ada baiknya subsidi BBM itu ditagih > langsung dari pemakai yg > > tidak "layak" menikmatinya dengan cara pembayaran > dimuka, dengan hitungan > > sbb: > > > > Mobil2 plat hitam (dan juga plat merah) dapat > diklasifikasikan berdasarkan > === message truncated === ____________________________________________________ Start your day with Yahoo! - make it your home page http://www.yahoo.com/r/hs --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

