Mas Tony,
Hemat saya, jurus hindar ini bisa bermanfaat dalam beberapa kondisi, terutama
agar jangan sampai terjebak menyebut angka yang ada diluar range .
Bisa jadi kita 'undershoot' menyebut angka 1 juta padahal standar untuk fresh
grad disana 2 juta....Kesannya kita orang yang 'minder' dan nggak yakin dengan
kemampuan diri. Resiko lainnya bisa bisa kita nanti cuma ditawari 1.5 juta
...lha toh sudah lebih tinggi dari yang kita minta kan
Kebalikannya kalau kita sebut 5 juta padahal range maksimum cuma 3 juta. Kesan
pertama mungkin adalah ' mimpi kali yee...'. Yang adalah bagaimana kalau si
pewawancara ternyata cuma bergaji 4 juta.... apa nggak sakit hati dia .....
Seperti banyak teman2 bilang , untuk fresh grad kebanyakan perusahaan sudah
punya standar. Apalagi mayoritas mereka belum punya sesuatu untuk bisa jadi
pegangan dalam tawar menawar . Kendali akan ditentukan oleh perusahaan dan
percuma saja menjawab angka berapapun.
Sedikit berbeda dengan yang mid career. Disini kita punya sedikit bargaining
chip yaitu track record dan salary record. Situasinya jadi jual beli ie. Ini
harga saya berapa ente mau tawar....
Tapi menurut sayapun dalam kasus ini, penyebutan jumlah gaji yang diharapkan
sebaiknya tidak dibuka dalam preliminary interview melainkan dalam tahap2
lanjutan dimana yang menginterview kita adalah orang yang memang punya otoritas
dalam penentuan gaji kita (ie. Exploration Mgr dll).
Gitu aja, nanti kalau kepanjangan saya kuatir dimarahin pak Taufik karena
mengajarkan orang untuk jadi pegawai he he he.......
Salam
Oki
"Tony Basoeki B. Dwi Soelistyo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Oki,
Saya tertarik bertanya soal hindar-menghindar penyebutan ekspektasi gaji
ketika wawancara. Memangnya ada apa sih sehingga kita harus berusaha
menghindar penyebutan angka yang kita inginkan ? Di beberapa situs soal
interview juga disebutkan seperti yang Pak Oki jabarkan di bawah, tapi
saya belum mendapatkan alas an mengapa harus menghindar dari pertanyaan
tersebut. Disebutkan, "hati-hati ketika ditanya berapa salary yang anda
inginkan, karena menjebak". Lha ini, saya bingung dimana menjebaknya
atau "bahaya"-nya sehingga kita harus menghindar sebisa mungkin dari
pertanyaan tersebut.
Selagi saya beberapa kali diminta bantuan mewawancara beberapa kandidat
dan setelah itu kita diskusi untuk langkah selanjutnya (terima, tahan,
regrets), tidak pernah terlontar didiskusi tsb bahwa kandidat yang ini
minta segini, yang ini tidak menyebutkan dan sebagainya.
Mungkin Pak Oki dan rekan lain bisa memberikan pencerahan ?...
salam,
Tony
---------------------------------
Start your day with Yahoo! - make it your home page