Pak Awang,
Justru itu yang sangat menarik. Ini hanya nambahin saja, ada slivers
yang masih belum "click" di kepala saya..
Kalau produk syn-rift disekitar Kutei, mungkin kita bisa melihat outcrop
di utaranya Sangatta, rasanya dulu pernah lihat report-nya yang
mendeskripsi endapan-endapan Eosen, termasuk adanya batubara dan endapan
konglomeratik. Batas rift, ini tidak kelihatan dari seismik.
Kemudian kalau di selat Makasar yang di bagian selatan, yah
sekitar-sekitar Asem-Asem-nya Shell dulu, kayaknya rift basinnya malah
Barat-Timur ? Atau mungkin sedikit menyerong NNW-SSE?
Ini produk yang samakah?
Kemudian, kalau kita tarik lebih ke selatan lagi, daerah JS-53A, ini ada
hydrocarbon di bagian Eocene Carbonate-nya.
Nah, kalau kita berasumsi, kitchennya juga sama-sama Eocene, say di
Eocene clastic, yah, ndak jauh-jauh dari Ngimbang clastic-lah, dan
dianya diendapkan didalam rift basin ini, koq saya ndak lihat adanya
rifting disekitar daerah tersebut yang kira-kira seumuran dengan
collision-nya India tersebut ya (Eosen). Atau source-nya justru dari pre
Eocene?
Lha kalau untuk Pagerungan ?
Kalau lebih ke selatan lagi, di trend-nya Baluran, juga ke timur ke arah
L-46 sampai sumur Paternoster, kelihatannya ada "sesuatu" yang lebih tua
dari Eosen (rift-nya kelihatan kalau itu Eosen). Ini kira-kira gimana
ya?
He he he bukannya nambahi opini malah nambahi pertanyaan :)
Salam,
Bambang

-----Original Message-----
From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, July 27, 2005 4:01 PM
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [iagi-net-l] rifting di eocene apa sebabnya..?

Saya yang jawab lagi nih, semoga gak bosan, silakan komentar dari rekan2
lainnya.  
 
Paling tidak, ada empat penyebab Eocene rifting di sisi
Kalimantan-Sulawesi itu yang bisa saling berhubungan.
 
1. Kondisi middle Cretaceous to pre-Eocene telah terjadi akresi benua
dan prisma akresi karena collision dan subduction ke sisi SE Sundaland.
Dengan cara ini, core Sundaland yang semula di sekitar Schwaner (timur
Pontianak sekitar Nangapinoh) telah tumbuh ke selatan, tenggara, dan
timur sampai ke Jawa bagian utara dan Sulawesi Selatan. Inilah proses
"the growth of continent". Kerak akresi ini menghalangi satu convection
cell di astenosfer. Selanjutnya, mantle upwelling akan meretakkan massa
akresi ini, maka mulailah rifting. Kebetulan ia mengambil garis lemah
akresi di selatan Makassar Strait. Rifting ini bisa diartikan sebagai
slivering of continent. Growth-slivering-growth-slivering-etc. adalah
rutinitas benua.
 
2. Rifting Eocene adalah perwujudan tektonik ekstrusi. India membentur
Eurasia sekitar 50 Ma, middle Eocene. Suatu collision harus disertai
ekstrusi massa2 kerak disebelahnya yang diakomodasi strike-slip fault.
Sebuah lengan strike-slip keluar secara divergen dari collision itu dan
mencacah Indocina-Laut Cina Selatan-Kalimantan-Sulawesi yang dextral. Di
sisi Makassar Strait sekarang pada perbatasan antara Paternoster
Platform yang dangkal ke selatan Kutei yang offshore, sesar ini mengoyak
dan melebarkan (pull-apart) Selat Makassar bagian selatan, dengan cara
itu rifting Eocene terbentuk.
 
3. Karena mekanisme backarc spreading/rifting. Kerak Pasifik menunjam di
bawah Lengan Sulawesi Selatan sebelum Bone Bay terbentuk Produk
volkaniknya adalah Langi volcanics yang Eosen di Sulawesi Selatan.
Karena posisi ini, maka Selat Makassar ada di back-arc, dan sebagaimana
halnya di seluruh SW Pasifik, umum dijumpai marginal sea spreading of
backarc akibat subduction ini (lihat paper Dan Karig, 1971 di Journal of
Geophysical Research tentang marginal sea  spreading di SW Pacific).
 
4. Sulawesi Sea pada saat yang bersamaan membuka dan sebuah lengan
spreadingnya masuk ke North Makassar Basin. Dengan cara itu juga North
Makassar rifted-spread.
 
Yang rifting adalah ada yang benua (Makassar South), ada yang
transisi-oseanik (Tarakan-North Makassar). Rifting terjadi di seluruh
timur Kalimantan dari Tarakan-Kutei-Makassar South, hanya mekanisme
rifting berbeda-beda. Sampai saat ini baru gravity yang mendekati bahwa
yang rifting adalah benua/oseanik. Sumur2 hanya terbatas di Paternoster
Platform. Belum ada sumur yang menembus basement di offshore Tarakan
atau Kutei.
 
Kalau halnya rifting di cekungan2 Sumatra dan Jawa itu adalah lebih
kepada mekanisme roll-back akibat subduction diperlambat pada 50 Ma itu.
Sebuah collision yang besar India vs. Eurasia tentu akan memperlambat
rate of subduction.
 
salam,
awang

[EMAIL PROTECTED] wrote:

Rekan

Mau nanya...

kan pemisahan sulawesi dan kalimantan serta terjadinya cekungan kutai
diawali dengan adanya rifting di eocene....
Kalau melihat posisi dari kalimantan dan sulawesi yang diapit oleh 3
plate
yang terus mendesak, kenapa kok bisa terjadi rifting / extension ya...?
Yang rifting / extension ini sebenarnya continental/oceanic crust ...?
dan
apakah rifting itu melalui semua tepi timur kalimantan ( dari utara
sampai selatan ) atau hanya di timur dari kutai basin...?
kalau hanya di tepi timur kutai basin apakah adang faults sebagai
pengontrolnya...?
Dan apakah ada bukti (selain gravity...) yang menunjukkan bahwa rifting
itu kontinental /oceanic...?

Terima kasih sebelumnya atas penjelasannya....

Regards

Kartiko-Samodro
Telp : 3852



This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
recipient(s) named above. It may contain confidential or legally
privileged information and should not be copied or disclosed to, or
otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
please contact the sender and delete the e-mail from your system.



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------


                
---------------------------------
 Start your day with Yahoo! - make it your home page 
----------------------------------------------------------------------
This e-mail, including any attached files, may contain confidential and
privileged information for the sole use of the intended recipient.  Any
review, use, distribution, or disclosure by others is strictly
prohibited.  If you are not the intended recipient (or authorized to
receive information for the intended recipient), please contact the
sender by reply e-mail and delete all copies of this message.
----------------------------------------------------------------------
This e-mail, including any attached files, may contain confidential and 
privileged information for the sole use of the intended recipient.  Any review, 
use, distribution, or disclosure by others is strictly prohibited.  If you are 
not the intended recipient (or authorized to receive information for the 
intended recipient), please contact the sender by reply e-mail and delete all 
copies of this message.

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke