Pak Bambang, Iya nih malah nambah pertanyaan he..he.. Rift basins Eocene di Barito, Asem-Asem, Paternoster Platform memang NW-SE. Itu bukan produk rifting Makassar South, tetapi hasil splay (extension fracture) dari Adang Fault yang dextral di umur Eosen, juga splay dari oblique collision di timur Meratus (lihat Kusuma & Darin 1989, IPA; Sikumbang, 1986 IAGI dan disertasi S3-nya), atau paper2 saya buat Barito dan SE Kalimantan post 1994. Paternoster Platform relatif tidak rifted saat Sulawesi pisah dari Kalimantan. Itu adalah kerak masif. Rifting hanya terjadi di timur Paternoster Platform (bukan Paternoster nama sumur loh..) sampai barat South Arm of Sulawesi (termasuk blok Sangkarang dulu). Ke selatan menuju JS53-A (yang sekarang sedang dievalusi EMP Kangean) ada kok rift basin Eosen hanya arahnya sudah jauh terputar ke SW-NE bahkan W-E di sekitar Pagerungan. Di paper saya tentang geokimia regional Jawa Timur (IAGI, 2002, IPA, 2003) bisa dilihat bahwa sifat minyak dari sekitar wilayah Kodeco ke COPI Ketapang adalah semakin marin, tetapi di wilayah Kangean tiba2 terestrial lagi. Saya menafsirkan waktu itu bahwa ada rift di Kangean, Eosen, yang diisi endapan terestrial, maka saya mengkonfirmasi keberadaan mikrokontinen Paternoster-Kangean. Rift Eosen ini berkembang di sisi selatan Kangean micro-plate. Rift-rift Baluran-Agung (Santos Bali North) -Paternoster sama saja umur Eosen. Yang ini tak terbentuk berasosiasi dengan Makassar rifting, tapi bisa karena rollback subduction di selatan Jawa. Sebuah collision akan menyebabkan sebuah subduction rollback, sebuah subduction rollback akan menyababkan back-arc rifting. Segmentasi basement di Jawa Timur terkait dengan itu, khususnya yang di selatan jalur RMKS. Yang di utara RMKS masih mengikuti swing rifting Makassar South. salam, awang
Bambang Murti <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Pak Awang, Justru itu yang sangat menarik. Ini hanya nambahin saja, ada slivers yang masih belum "click" di kepala saya.. Kalau produk syn-rift disekitar Kutei, mungkin kita bisa melihat outcrop di utaranya Sangatta, rasanya dulu pernah lihat report-nya yang mendeskripsi endapan-endapan Eosen, termasuk adanya batubara dan endapan konglomeratik. Batas rift, ini tidak kelihatan dari seismik. Kemudian kalau di selat Makasar yang di bagian selatan, yah sekitar-sekitar Asem-Asem-nya Shell dulu, kayaknya rift basinnya malah Barat-Timur ? Atau mungkin sedikit menyerong NNW-SSE? Ini produk yang samakah? Kemudian, kalau kita tarik lebih ke selatan lagi, daerah JS-53A, ini ada hydrocarbon di bagian Eocene Carbonate-nya. Nah, kalau kita berasumsi, kitchennya juga sama-sama Eocene, say di Eocene clastic, yah, ndak jauh-jauh dari Ngimbang clastic-lah, dan dianya diendapkan didalam rift basin ini, koq saya ndak lihat adanya rifting disekitar daerah tersebut yang kira-kira seumuran dengan collision-nya India tersebut ya (Eosen). Atau source-nya justru dari pre Eocene? Lha kalau untuk Pagerungan ? Kalau lebih ke selatan lagi, di trend-nya Baluran, juga ke timur ke arah L-46 sampai sumur Paternoster, kelihatannya ada "sesuatu" yang lebih tua dari Eosen (rift-nya kelihatan kalau itu Eosen). Ini kira-kira gimana ya? He he he bukannya nambahi opini malah nambahi pertanyaan :) Salam, Bambang __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com

