Yang pernah saya tahu dari berbagai sumber (khususnya Edisi Khusus Gatra, 2004), menjelang keruntuhan Kerajaan Majapahit (bila dianggap dengan turunnya Prabu Brawijaya), maka sudah melibatkan intrik politik dalam negeri.
Prabu Brawijaya sendiri turun tahta (1478M) setelah diserang oleh Prabu Girindrawardhana (Adipati Keling/Kediri) dalam suatu masa dimana keruntuhan moral birokrat Kerajaan Majapahit sudah sangat jatuh (penuh KKN). Atau dengan kata lain kondisi kerajaan sudah sangat lemah. Pada saat itu, Prabu Brawijaya sempat meminta bantuan Giri Kedaton (pimpinan Sunan Ampel yang juga sebagai menantu Prabu Brawijaya - menikah dengan putri dari Putri Campa/istri kedua Brawijaya) untuk memperbaiki moral birokrat Majapahit. Prabu Girindrawardhana sendiri jatuh setelah diserang oleh Prabu Udhoro dari Kediri juga beberapa tahun kemudian. Penyerangan ke eks Kerajaan Majapahit (di bawah Prabu Udhoro) oleh gabungan pasukan Kesultanan Demak (Raden Patah) dan Giri Kedaton (Sunan Giri - menantu Sunan Ampel), merupakan suatu usaha pengambil alihan tahta oleh putra mahkota Majapahit, yaitu Raden Patah yang merupakan putra pertama dari Prabu Brawijaya dari istri pertamanya Dewi Kian (putri Cina ?). Raden Patah sendiri telah meninggalkan Majapahit dan mendirikan Kerajaan Demak (1475M) yang bebas dari pengaruh Majapahit. Yang menarik, penyerangan ini dilakukan setelah terjadinya afiliasi antara eks Majapahit (Prabu Udhoro) dengan Alfonso d'Albuquerque (Portugis) yang pada saat itu dengan berpusat di Malaka sedang mengembangkan wilayah kolonialisasi ke seluruh daerah Selat Malaka dan Jawa. Eks Kerajaan Majapahit dapat diambil kembali oleh Raden Patah pada tahun 1517M, tetapi pusat kerajaan dipindahkan ke Demak. Salah satu faktor kemenangan Demak atas gabungan tentara Prabu Udhoro dan Alfonso Portugis adalah penyerangan Armada Maritim Demak (Adipati Unus/Pangeran Sabrang Lor) yang dibantu oleh Armada Maritim Pasai (Aceh) ke pusat Portugis di Malaka (1511M). Inilah titik perlawanan bangsa Nusantara terhadap kolonialisasi bangsa Barat di wilayah ini. Keruntuhan bangsa Nusantara beberapa tahun kemudian, adalah akibat terpecahnya kerajaan-kerajaan di Nusantara akibat bergabungnya kelompok-kelompok bangsawan yang berambisi memperoleh kekuasaan dengan bangsa Kolonialis untuk memerangi bangsanya sendiri. Dalam hal ini filsafat Bhinneka Tunggal Ika tetap menjadi pemersatu bangsa Nusantara dalam mewujudkan bangsa Indonesia sampai saat ini. Akhirnya kemajuan bangsa ini akan tetap bergantung kepada usaha kita sendiri dalam mencintai dan menghargai bangsa kita. Wassalam, Wikan -----Original Message----- From: Franciscus B Sinartio [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: 04 Agustus 2005 4:55 To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Cerita seputar Majapahit Pak Taufik, cerita yang diulas dengan menarik sekali. sejak SD dulu, waktu saya diceritakan cerita kejayaan suatu kerjaan "menyerang" dan mengalahkan kerajaan lain. saya jadi bingung kenapa kita tetap membangga bangga kan hasil penyerangan di satu pihak selain di pihak lain kita menggembar gemborkan bhineka tunggal ika. dan kita juga diajarkan untk menghormati dan mencintai sesama kita. ini mirip USA yang memperingati "kemenangan" dalam PD2 dengan memperingati hari pemboman Hiroshima dan Nagasaki. atau hari pendaratan Normandy. fbs --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

