jadi divide et impera emang cocok dipakai buat ngancurin bangsa kita...
karena kebetulan memang bangsa kita terdiri dari banyak SARA
dan saya rasa bukan kebetulan juga bahwa " Bhinneka Tunggal Ika "
digenggam oleh "Garuda Pancasila"
karena Founding Fathers kita sudah bisa memprediksi jauh ke depan....
denger - denger kongres amerika meluluskan resolusi untuk kemerdekaan
papua....
ada yang denger...??
Regards
Kartiko-Samodro
Telp : 3852
|---------+---------------------------->
| | "Winderasta, |
| | Wikan (wikanw)" |
| | <[EMAIL PROTECTED]|
| | om> |
| | |
| | 04/08/2005 08:44 |
| | AM |
| | Please respond to|
| | iagi-net |
| | |
|---------+---------------------------->
>------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
|
|
| To: [email protected]
|
| cc:
|
| Subject: RE: [iagi-net-l] Cerita seputar Majapahit
|
>------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
Yang pernah saya tahu dari berbagai sumber (khususnya Edisi Khusus
Gatra, 2004), menjelang keruntuhan Kerajaan Majapahit (bila dianggap
dengan turunnya Prabu Brawijaya), maka sudah melibatkan intrik politik
dalam negeri.
Prabu Brawijaya sendiri turun tahta (1478M) setelah diserang oleh Prabu
Girindrawardhana (Adipati Keling/Kediri) dalam suatu masa dimana
keruntuhan moral birokrat Kerajaan Majapahit sudah sangat jatuh (penuh
KKN). Atau dengan kata lain kondisi kerajaan sudah sangat lemah. Pada
saat itu, Prabu Brawijaya sempat meminta bantuan Giri Kedaton (pimpinan
Sunan Ampel yang juga sebagai menantu Prabu Brawijaya - menikah dengan
putri dari Putri Campa/istri kedua Brawijaya) untuk memperbaiki moral
birokrat Majapahit.
Prabu Girindrawardhana sendiri jatuh setelah diserang oleh Prabu Udhoro
dari Kediri juga beberapa tahun kemudian.
Penyerangan ke eks Kerajaan Majapahit (di bawah Prabu Udhoro) oleh
gabungan pasukan Kesultanan Demak (Raden Patah) dan Giri Kedaton (Sunan
Giri - menantu Sunan Ampel), merupakan suatu usaha pengambil alihan
tahta oleh putra mahkota Majapahit, yaitu Raden Patah yang merupakan
putra pertama dari Prabu Brawijaya dari istri pertamanya Dewi Kian
(putri Cina ?). Raden Patah sendiri telah meninggalkan Majapahit dan
mendirikan Kerajaan Demak (1475M) yang bebas dari pengaruh Majapahit.
Yang menarik, penyerangan ini dilakukan setelah terjadinya afiliasi
antara eks Majapahit (Prabu Udhoro) dengan Alfonso d'Albuquerque
(Portugis) yang pada saat itu dengan berpusat di Malaka sedang
mengembangkan wilayah kolonialisasi ke seluruh daerah Selat Malaka dan
Jawa. Eks Kerajaan Majapahit dapat diambil kembali oleh Raden Patah pada
tahun 1517M, tetapi pusat kerajaan dipindahkan ke Demak.
Salah satu faktor kemenangan Demak atas gabungan tentara Prabu Udhoro
dan Alfonso Portugis adalah penyerangan Armada Maritim Demak (Adipati
Unus/Pangeran Sabrang Lor) yang dibantu oleh Armada Maritim Pasai (Aceh)
ke pusat Portugis di Malaka (1511M). Inilah titik perlawanan bangsa
Nusantara terhadap kolonialisasi bangsa Barat di wilayah ini.
Keruntuhan bangsa Nusantara beberapa tahun kemudian, adalah akibat
terpecahnya kerajaan-kerajaan di Nusantara akibat bergabungnya
kelompok-kelompok bangsawan yang berambisi memperoleh kekuasaan dengan
bangsa Kolonialis untuk memerangi bangsanya sendiri. Dalam hal ini
filsafat Bhinneka Tunggal Ika tetap menjadi pemersatu bangsa Nusantara
dalam mewujudkan bangsa Indonesia sampai saat ini.
Akhirnya kemajuan bangsa ini akan tetap bergantung kepada usaha kita
sendiri dalam mencintai dan menghargai bangsa kita.
Wassalam,
Wikan
-----Original Message-----
From: Franciscus B Sinartio [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 04 Agustus 2005 4:55
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Cerita seputar Majapahit
Pak Taufik,
cerita yang diulas dengan menarik sekali.
sejak SD dulu, waktu saya diceritakan cerita kejayaan
suatu kerjaan "menyerang" dan mengalahkan kerajaan
lain.
saya jadi bingung kenapa kita tetap membangga bangga
kan hasil penyerangan di satu pihak selain di pihak
lain kita menggembar gemborkan bhineka tunggal ika.
dan kita juga diajarkan untk menghormati dan mencintai
sesama kita.
ini mirip USA yang memperingati "kemenangan" dalam PD2
dengan memperingati hari pemboman Hiroshima dan
Nagasaki. atau hari pendaratan Normandy.
fbs
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi
Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M.
Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan
Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)
-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------
This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
recipient(s) named above. It may contain confidential or legally
privileged information and should not be copied or disclosed to, or
otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
please contact the sender and delete the e-mail from your system.
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------