Maaf, saya masih mixed up. Pore pressure yang kita prediksi biasanya yang berhubungan dengan shale dan diestimasi dengan berbagai cara (PRESS_SH), sedangkan yang kita ukur dari RFT/MDT adalah di sandstone (PRESS_FM). PRESS_SH cuma bisa diestimasi sedangkan PRESS_FM diukur. Nah kira kira yang mana yang kita pake untuk penetuan MW untuk design drilling, apakah PRESS_SH lebih tinggi dari PRESS_SAND? Apakah ada perbedaan antara keduanya. Maaf pertanyaannya agak melabar keluar. Karena selama kerja disini, design untuk MW selalu pake data dari RFT, itu artinya PRESS_FM. Sementara yang saya tahu juga, di negera kita lebih sering memakai yang PRESS_SH? Mohon pencerahannya. Maaf Salam Shofi
On 8/3/05, Firdaus Tampilang <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mas Shofi, > Untuk pengertian Pore Pressure, kita harus membedakannya dengan Formation > Pressure. Data-data Sonic, Resistivity, Density bisa digunakan untuk > meng'estimasi' pore pressure (shale pressure), sehingga kita bisa > menentukan > Overpressure jika olahan data pore pressure kita terdefleksi (menyimpang). > Sedangkan RFT dan MDT bahkan RDT digunakan untuk mengetahui besaran > formation pressure pada reservoir dalam satuan PSI atau Bar yang kemudian > dikonversikan menjadi Specific Gravity (SG) atau ke PPG. Konversi ini > dilakukan untuk memudahkan perancangan mudweight dari lumpur yang akan > digunakan dalam pengeboran. > Jika data-data tersebut kita olah dan digabungkan, bisa saja Formation > pressure memiliki nilai lebih rendah untuk reservoir, terutama yang sudah > diproduksi. Sedangkan pada kasus-kasus tertentu kita dapat saja menemukan > pressure belly, dimana Formation pressure lebih tinggi dari Pore Pressure > (isolated bar?). > > Jika pertanyaannya tentang tentang akurasi data, tentunya Formation > Testing > akan lebih akurat karena pengukuran pressure langsung dilakukan pada > formation/reservoir dengan cara mengalirkan fluid dari formation ke dalam > chamber / tool flowline, dan kemudian dilakukan pengukuran besaran > pressure > dari formasi. Sedangkan pengolahan 'estimated pore pressure' dari > data-data > Density, Resistity dan Sonic menggunakan beberapa formula yang kemudian > diterjemahkan ke dalam satuan pressure (psi atau bar). > Salam > Firdaus > On 8/3/05, Shofiyuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Selama ini yang saya tahu penentuan pore pressure prediction berdasarkan > > response sonic/resistivity atawa density pada shale atau kalau selama > > drilling penentuannya berdasarkan shale density atawa bulk density. Trus > > sekarang kita berhadapan dengan data pressure RFT/MDT. Pertanyaan saya, > > manakah yang lebih presisi untuk penentuan pore pressure itu? keduanya > > jelas > > berbeda dan data dari RFT akan digunakan untuk design besarnya mud > weight > > untuk pengeboran selanjutnya. > > Terima kasih untuk yang mau sharing. > > > > > > -- > > Salam hangat > > > > Shofi > > > > > > -- Salam hangat Shofi

