Yang terjadi kemarin itu adalah terganggunya fasilitas pembangkit di
Suralaya dan beberapa pembangkit lainnya. Ini masalah sistem
interkoneksi, bukan masalah sumberdaya alam, kebijakan politis dll.
Tetapi menurutku masih masalah teknis.

Di Jawa ini ada banyak pembangkit atau mudahnya mesin2 pembangkit
listrik (generator). Nah karena mesin2 ini kecil-kecil kapasitasnya,
maka digabungkanlah menjadi sati (interkoneksi) menjadi satu. Tentu
saja sistem yg menyatu ini bukan istem sederhana saja. Harus ada
sinkronisasi, kalau tidak sinkron tentunya gabungan dua mesin bukan
menjadi dua mesin tetapi kalau kurang pas, malah saling mengurangi,
ungkin filosofinya mirip gelombang. Bisa saling meningkatkan atau
malah saling enghilangkan. Trus energinya kemana ? ... sering hanya
berubah menjadi panas saja ... percuma !
Kalau satu saja terganggu dan sistem pembaginya tidak pas, maka akan
terjadi "trip" mirip kalau dirumah itu listriknya "njegleg .. gleg !"
atau turun. Ini mirip mobil yg terdiri atas beberapa silinder, kalau
satu silinder terganggu ya mesin tidak jalan, kalau parah bisa malah
macet ... cet .... ya njeglek lah. Alias nga kuat. Ketika ngga kuat
tentunya mesin lainnya harus dimatikan atau dikurangi dulu outputnya.

Ketika akan membangkitkan lagi, mirip lagi seperti kalau dirumah itu,
mesti satu-satu, ngga bisa terus semena-mena dinyalain bareng-bareng.
Ada protokol tertentu untuk masing2 sistem. harus di sinkronisasi
ulang dsb.

Jadi kekurangan listrik atau njegleknya kemaren bukan seedar kurangnya
pemanfaatan energi SDA. Jauh dari situ. Kalau toh ada listrik dari
geothermal sudah masukpun akan tetap sama, karena akan digabungkan
menjadi satu sistem interkoneksi.

Ini mirip kejadian di Amrik dan London beebrapa tahun lalu itu.

Salam
RDP
On 8/19/05, Minarwan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Pak Ismail,
> 
> Pertanyaan pendek saja, apakah Pak Ismail tahu kira-kira kebijakan
> energi kita (dalam hal riset-riset untuk menggantikan fossil fuel di
> masa yang akan datang) di masa datang seperti apa? Di negara maju
> (yang tidak punya cukup SDA) mereka sudah lama berusaha menggantikan
> fossil fuel tapi sepertinya di Indonesia tidak/belum berjalan?
> 
> Salam
> Minarwan
> On 8/19/05, ismail <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Belum selesai sepenuhnya masalah kelangkaan BBM , sekarang terjadi
> > kelangkaan setrum yang tba tiba mati sejak pagi tadi. Begitu rawannya
> > masalah suplai energi akhir akhir ini, ada goyangan dikit saja , sudah
> > terjadi "kekacauan suplai", Padahal sumberdaya alam ( kususnya SDA energi
> > Migas,batubara, geothermal) kita merupakan suatu keunggulan dibanding di
> > negara negara Asean lainnya, namun justru "malapetaka" disektor ini (
> > energi),yg sering terjadi, Malah di tempatnya sendiri yg kaya akan SDA
> > energi , industri energinya tdk bisa berkembang.
> >  Ibaratnya kalau umur sudah 60 tahun, maka akan rentan thd penyakit, lha
> > kita yang sudah merdeka 60 tahun ini ternyta sangat rentan thd masalah
> > energi ini, dan kelihatnnya kerentanan ini akan terus bertambah seiring dg
> > pertambahan umur.Seharusnya semakin berumur kan semakin banyak
> > pengalamannya, sehingga semakin resisten thd gangguan gangguan. Jangan
> > jangan ada yang salah selama ini dalam pengelolaannya, terutama dalam
> > pengelolaan SDA kita ini mulai dari hulu nya.tapi salahnya dimana
> > ya..........
> >
> > ISM
> >

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke