Sigit,
 
C2 (etana), C3 (propana) biasa terjadi di gas biogenik. Yang penting adalah : 
berapa persentase jumlahnya dibandingkan C1 (metana). Normalisasi dulu semua 
kandungan gas itu, buang gas2 non-hidrokarbonnya (CO2, N2, dll). Normalisasi 
semua gas HC C1, C2 dst. ke 100 %, baru lalukan persentase masing-masing 
komponen. Dengan cara ini baru kita lakukan karakterisasi jenis gas berdasarkan 
komposisi. Bila C1 > 99 % gas kemungkinan besar gas biogenik, 1 % -nya bisa 
berupa campuran C2 dan C3, nC4, iC4 biasanya sudah traces. Kalau kandungan C2+ 
(C2, C3, dst) sudah > 5 %, maka itu sudah pasti gas termogenik.
 
Hati-hati, bahwa termogenic gas pun bisa punya C1 > 99 %, tetapi ini kita sebut 
dry thermogenic gas. Bagaimana membedakannya dengan biogenic gas yang komposisi 
C1-nya juga > 99 %. Isotop karbon-13 kuncinya. Tanpa data isotop karbon-13, 
evaluasi gas geochemistry akan mengambang, lemah, dan tak akan tepat 
evaluasinya.
 
Gas biogenik punya nilai delta 13 C lebih negatif dari - 60 atau -55 per mile, 
gas termogenic punya nilai tersebut sekitar - 35 s/d -50 per mile, sedangkan 
dry termogenic gas punya nilai tersebut lebih positif dari -35 per mile (maka 
hanya isotop karbon 13 yang bisa bedakan biogenic gas dan dry termogenic gas, 
komposisi C1+ tak akan memberitahunya).
 
Mixing, adalah gejala umum. Gas biogenik dan termogenik bisa saling bercampur, 
baik di satu reservoir maupun di lain reservoir di dalam satu struktur. Dengan 
beberapa metode geokimia, sangat mudah menentukan jenis2 gas tersebut, juga 
buat gas2 yang mixing. Kalau C2 dan C3 cukup signifikan jumlahnya di gas 
biogenik, itu terjadi karena mixing.
 
Gas geochemistry hanya metode, yang lebih penting adalah bagaimana 
mengaitkannya dengan habitat gas di suatu wilayah, ini sudah melibatkan geologi 
dan petroleum system.
 
Paper klasik tentang gas biogenik bisa dibaca di Rice and Claypool (1981) : 
Generation, accumulation, and resource potential of biogenic gas : AAPG Bull v. 
65, p. 5-25. Paper2 yang lain juga ada, lebih spesifik ke karakterisasi 
geokimia tertentu, tetapi paper Rice and Claypool bagus karena lumayan 
komprehensif. Saya juga menulis paper yang isinya ada tentang geokimia dan 
habitat gas biogenik buat Jawa Timur, dipublikasi di Proceedings IPA 2003 : 
Geochemistry of the East Java BAsin : New Observation on Oil Grouping, Genetic 
Gas Types, and Trends of Hydrocarbon Habitats
 
Selat Madura dan selatan Sorong Fault adalah dua wilayah terkaya di Indonesia 
akan gas biogenik. Ini kekayaan masa depan yang belum tergarap dengan baik. 
Selat Madura sudah mulai aktif dikerjakan.
 
salam,
awang

Sigit Ari Prabowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Dear all G & G,

Saya sedang review tentang biogenik dan termogenik gas, dan saya kok
masih bertanya-tanya; mungkinkah di dalam biogenik gas, bisa ditemukan
unsur C2 dan C3; kalo iya; bagaimanakah hal ini bisa terjadi....?,
apakah ada paper yang membahas tentang hal ini...

Mohon pencerahannya dari bapak-bapak...

Terimakasih


Salam

Sigit

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke