Ikut nimbrung,

saya setuju pendapat mas Oki kembali ke konsep geology, namun sebenarnnya
untuk thin reservoir bisa saja kita cari parasquence dan siklusnya dalam
suatu sequence stratigraphy. Dengan begini paling tidak ketahuan trend
facies yang dimodel, dan parasequence biasanya masuk ke ketebalan tuning
seismic. Kalau sudah dapat model/trend/geological cake-nya saya setuju berat
dengan pendapatnya Paulus untuk export dan run stochastic inversion dengan
tebal grid yang relevan mungkin bahkan sampai resolusi 2 ms. 

Generally speaking, kalau cukup waktu dan punya macem-macem data gather
maka kalau ingin lebih bagus lagi mainkan impedansi elastik...tapi alah mak
data onshore susah jugee ngerjainnya..kadang jadi terlalu subjektif. Gimana
Paulus mungkin bisa lebih banyak memberikan pencerahan.

Toh hasilnya bisa kita reload ke reservoir modeling software lagi sebagai
varibel sekunder untuk kemudahan dalam risk analysis dan mapping/ploting dan
visualization.


Just a humble opinion.

Salam,

Zammy

-----Original Message-----
From: oki musakti [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, August 29, 2005 5:49 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] 3D Modeling untuk "thin reservoir"

Adi,
Dalam kasus ini saya asumsikan bahwa anda tidak bisa lagi mengandalkan
seismik untuk meng-constraint facies modelling anda karena ketebalan lapisan
sudah dibawah resolusi seismik, benar ? 
 
Dalam hal itu ya harus back to basic, kembali ke konsep geology.  'Driver'
geology apa yang mendasari penyebaran facies dari suatu endapan shallow
marine. Faktor2 seperti gross thickness, net to gross dll. mestinya bisa
dipetakan dengan di konstrain oleh data well/seismic dan pengetahuan geology
regional/lokal daerah tersebut. Pada gilirannya, peta atau lebih baik lagi
distribusi 3D dari driver 2 tersebut bisa dijadikan sebagai konstrain saat
membuat distribusi facies.
 
Kalau mau kelihatan agak canggih, bisa memakai neural network yang modulnya
ada di Petrel untuk   memberikan 'weighting effect' pada tiap driver
tersebut.
 
Last but not least, a good picture does not necessarily mean a 'right'
solution....
 
Salam
Oki
 

Adi Trianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya kebetulan lagi mengerjakan 3D Geological Modeling dengan
menggunakan Petrel.

Untuk beberapa reservoir yang relatif tebal (>15-25 m) saya tidak
mengalami kesulitan untuk membuat facies modeling dan petrophysical
modelingnya. Untuk distribusi lateralnya, saya menggunakan metode (
bbrp diantaranya adalah gabungan ) antara object based modeling
(stochastic) atau SIS/SGS dengan menggunakan flowline atau 2D/3D
trend dari seismic dan beberapa variasi dari variogram range. Dari
bbrp reservoir tebal tersebut, saya coba juga menggunakan seismic
(attribute) cube (dengan melihat xplot, bbrp diantaranya, saya melihat
adanya korelasi positif antara property dan value dari seismic
tersebut) untuk mengontrol distribusi facies/petrophysical modeling.
Atau dengan menggunakan xplot lainnya, misalnya X=PhieT dan Y=Phie
untuk porosity modeling atau X=Phie dan Y=Vclay untuk Vclay modeling
(korelasi koefisien). Untuk permeability modeling dan SwJ Func saya
"ikatkan" ke facies dan petrophyical modeling. Dan hasilnya, so far
antara modeling dan kalkulasi engineering (dynamic modeling) dalam
range yang bisa ditolerir.

Permasalahannya adalah, sekitar 70% dari reservoir di field saya
(fluvial - marginal marine, di Malay Basin) mempunyai ketebalan
sekitar 3-10m, dimana ketebalan ini jauh daripada tuning thickness
dari seismic yang ada. Dan saya melihat, uncertainties memodelkan thin
reservoirs (distribusi lateralnya, terutama facies modeling) ini
sangat besar sekali, akhirnya, metode "trial/error" dengan bbrp
realisasi saya coba lakukan. Dan tetap, hasilnya masih sangat sangat
terbuka untuk diskusi.

Mohon pencerahan dari rekan2 yang terutama bekerja di "thin reservoir" ? 

Terimakasih banyak,
Adi Trianto

                
---------------------------------
 Start your day with Yahoo! - make it your home page 

Kirim email ke