Mas Kartiko, Via japri aza ya,...
Thx, -yy- -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] Mas Yanto mungkin bisa diterangkan sedikit bagaimana prinsip metode HFR ini..? setahu saya vertical resolution dari seismic ditentukan dari spacing dan frequency pada saaat akusisi..jadi kayaknya yang paling penting adalah setting pada saat akusisinya (raw datanya ), sedang processing lebih cenderung untuk membuat hasil akhir yang benar... Tapi kalau raw datanya udah vertical resolutionnya 30 m , apa lalu bisa diextract sampai 5 m...? Regards Kartiko-Samodro Telp : 3852 ----- This message has been certified virus free by Medcoenergi Antivirus --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

