OK deh kita asumsikan saja :

- Harga minyak 50USD/bbl
- Ongkos produksi 10USD/bbl artinya ongkosnya 20% (yg akan cost
recovery diambil dr produksinya sendiri).
- Bila produksinya 1 juta BOPD goverment memperoleh jatah utk di split
(share production) sebesar 80 % dari 1 juta BOPD = 800 000 BOPD.
- Setelah di split maka goverment take menjadi sekitar : 680 000 BOPD.
Lumayan besar ... itu KALAU ongkos produksi yg direkoveri hanya 20%.

Menurut catatan dari PWC yg kuperoleh kemaren wektu IPA, perbandingan
maksimum cost recovery limit itu :
- Brunei = none
- China = offshore (50-62.5 %), onshore (60%) 
- India = none
- Indonesia = 80-85 % for oil, none for Gas
- Malaysia = 50% for oil, 60 % for gas
- Pilipines = 70%
- Vietnam = 40%

Ternyata memang Indonesia paling rawan di Cost Recovery ini. Maksud
saya perlu pengawasan "lebih ketat" dalam hal cost dibanding
kawan-kawannya di negara2 asia lainnya.

Jadi bagian barel Indonesia (goverment take) mungkin akan jadi sangat
kecil. Saya pribadi lebih cenderung menggunakan angka ini sebagai
patokan income negara dibanding produksi migas yg jutaan bbl itu.
Karena subsidi mestinya dihitung dengan menggunakan government take,
bukan dari country production. Jadi orang awam mestinya akan lebih
aware bahwa berapa jumlah migas yg dapat diklaim sebagai penghasilan
pemerintah hanya sejumlah kecil itu saja. Karena ini yg akan masuk
dalam "government controlled".
Perolehan dari sisi perpajakan tentu saja ada, tapi disini akan
menjadi rancu kalau berbicara subsidi energi secara menyeluruh.

Kalau dihitung dalam setahun dan dipakai untuk membandingkan dengan
anggran riset ? .... mmm wh pelu riset lagi Kang Ar ... :(

RDP

On 9/5/05, Ariadi Subandrio <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Vick,
> Kok gak ada dijelaskan berapa juta barel bagian Republik dalam setahun 
> (Government take), berapa juta bagian KPS, berapa yang diekspor, berapa yang 
> masuk ke kilang-kilang Pertamina, juga berapa asumsi ICP serta asumsi kurs 
> yang digunakan.
> 
> Beberapa bulan lalu, asumsi2 yang digunakan untuk 2006 masih 1.075 MBCD 
> (termasuk kondensat) dan kebutuhan BBM DN adalah 64.3 juta KL (beda dua juta 
> KL dg yang disampaikan KW dan AS). Beda dua juta KL itu setara dengan 9.5 
> Trilyun Rp jika asumsi harga BBM 75 dolar/bbl dan kurs 10000 perak. 
> Bandingkan dengan anggaran Kementerian Riset yang "hanya" 150 milyar perak 
> setahun.... kasian tanah air ini.
> 
> ar-.
> 
> 
> 
> Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 2005-09-05 13:09:00
> Produksi Minyak RI Tahun 2006 Rata-rata 1,110 Juta bph
> Arin Widiyanti - detikcom
> 
> Jakarta - Produksi minyak Indonesia pada tahun 2006 diperkirakan
> mencapai 1,110 juta barel per hari (bph). Sementara kuota BBM nasional
> diperkirakan 66,290 juta kiloliter, atau meningkat 11,16 persen dari
> kuota BBM tahun 2005 yang sebesar 59,6 juta kiloliter.
> 
> Demikian disampaikan Kepala BP Migas Kardaya Warnika dan Direktur
> Pemasaran dan Niaga Pertamina Arie H Soemarno dalam raker tentang
> rencana asumsi, harga minyak, produksi dan kuota BBM tahun 2006 dengan
> Komisi VII DPR RI di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta,
> Senin (5/9/2005).
> 
> Peningkatan produksi pada tahun 2006 berasal dari lapangan minyak
> Oyong, Madura yang dioperasikan Santos. Dan pada Maret 2006, ada
> tambahan produksi minyak baru dari lapangan milik CNOOC dan
> ConocoPhilips.
> 
> Kardaya menjelaskan, untuk produksi minyak pada Agustus 2005
> diperkirakan mencapai 1,077 juta bph. Jumlah tersebut menurut Kardaya
> bakal terus meningkat akibat naiknya produksi pada Blok CPP (Coastal
> Plain Pekanbaru), Pertamina, dan Unocal.
> 
> Pada periode ini, lanjut Kardaya, kenaikan produksi juga berasal dari
> produksi kondensat dan pembukaan lahan baru di Salawati dan Sukowati,
> Jatim.
> 
> Namun pada Desember akan timbul masalah produksi karena musim hujan
> yang berpengaruh pada operasi perminyakan. "Itu menyebabkan kendaraan
> berat tidak bisa masuk ke daerah terpencil," tambah Kardaya.
> 
> Pada Desember 2005, produksi minyak diperkirakan mencapai 1,089 juta
> bph, atau meningkat meningkat 15 ribu bph dari produksi sebelumnya.
> Sementara dalam APBN 2006, pemerintah menargetkan produksi minyak
> sebesar 1,075-1,125 juta bph.
> 
> Sementara Arie Soemarno memperkirakan kuota BBM tahun 2006 akan
> meningkat 11,16 persen dibandingkan kuota tahun 2005 menjadi 66,290
> juta kiloliter.
> 
> Kuota BBM nasional pada tahun 2005 tercatat sebesar 59,6 juta
> kiloliter. Namun diperkirakan konsumsi melebihi kuota menjadi sebesar
> 65,619 juta kiloliter. Angka ini termasuk kuota untuk industri yang
> sejak Juli 2005 sudah dikenakan harga pasar. (qom)
> 
> 
> --
> Education can't stop natural disasters from occurring,
> but it can help people prepare for the possibilities ---
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL 
> PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> ---------------------------------------------------------------------
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
> 


-- 
Education can't stop natural disasters from occurring, 
but it can help people prepare for the possibilities ---

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke