Rekan2 semua,
Sebagai pemula thread ini, saya ucapkan banyak2 terimakasih atas pencerahan
dari rekan2 semua. Sekarang, saya masih "struggle" untuk mencoba masukan
dari salah satu rekan untuk melakukan seismic resampling dengan menggunakan
neural-net di Petrel (plus dengan keterbatasan software ini dalam melakukan
seismic resampling ). Hasil coefisien korelasi sampai sekarang blum saya
dapatkan.
Kalau diperkenankan, saya akan coba rangkum hasil diskusi tentang " 3D
Modeling untuk thin reservoir " ini, tetapi ( kalau boleh ) saya akan
tunggu diskusi lanjut ini sampai minggu depan. Terimakasih.
Salam IAGI,
Adi Trianto
|---------+--------------------------->
| | "Yanto Salim" |
| | <[EMAIL PROTECTED]|
| | ina.co.id> |
| | |
| | 14/09/2005 09:13|
| | AM |
| | Please respond |
| | to iagi-net |
| | |
|---------+--------------------------->
>-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
|
|
| To: <[email protected]>
|
| cc: "Imron Roestamadji" <[EMAIL PROTECTED]>, "Yulfi Indra"
<[EMAIL PROTECTED]>, |
| "Diah Rufaida" <[EMAIL PROTECTED]>, "Isnaini Rahman" <[EMAIL
PROTECTED]> |
| Subject: RE: [iagi-net-l] 3D Modeling untuk "thin reservoir"
|
>-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
Basic conceptnya adalah sama dengan vertical resolution, hanya disini
kita akan melihat bahwa horizontal resolution akan didikte oleh jarak
traces dan radius dari "First Fresnel Zone". Untuk single trace or
wavefront, maka radiusnya tergantung dari factor factor frequency,
velocity dan depth.
Untuk feature yang lateralnya kurang dari first Fresnel zone maka tidak
akan terdeteksi oleh single trace. Oleh sebab itu industry mengambil
jarak traces yang jauh lebih sempit dari First Fresnel zone ( 200 meter
atau lebih ), sehingga traces traces yang rapat ini akan mewakili
reflector yang continue dan lebih kecil dari horizontal resolution dari
first Fresnel zone.
Trace-trace seismic ini secara lateral mewakili cuplikan- culikan atau
di vertical resolusi disebut sample rate. Interpolasi traces untuk
memperkecil lateral resolusi, adalah tidak seberbahaya vertical
re-sampling, karena:1. pada saat sekarang umumnya bin size (25X25 meter)
ataupun jarak traces sudah dekat (12.5 meter).
2. Interpolasi sudah di tuntun oleh data yang cukup sehingga interpolasi
akan ketahuan salah dengan terjadinya keanehan pada hasil interpolasi.
3. meskipun terjadi spatial aliasing dampaknya hayalah sekitar 25 meter.
Umumnya saat sekarang ini kalau kita melakukan lateral re-sampling atau
modeling manfaatnya boleh dikatakan tidak ada. Kalau tetap mau dilakukan
silahkan saja, karena dampak negatifnya kecil dan costnya relatively
rendah.
Untuk modeling thin reservoirs, silahkan lakukan simulasi secara manual.
Ambil satu gelombang sinus dengan mempunyai cuplikan 2 sampel
masing-masing ada di puncak amplitudo negative dan positif.
Kemudian dengan 2 cuplikan tadi resample secara linear, maka akan
terjadi diantara dua titik puncak harga yang linear dimana kalau
digabung tetap akan menjadi satu gelombang sinus yang mempunyai panjang
gelombang yang sama atau frequency yang sama.
Kalau re-sampling dilakukan dengan tidak linear maka kita akan
mendapatkan frequency aliasing yang tidak mewakili apapun. Sederhananya,
gambarkan diantara 2 puncak tersebut diatas dengan interval yang
beraturan amplitudo yang sama satu di positif satu lagi yang negative.
Apa yang terjadi?
Basic conceptnya adalah High frequency enhancement bisa dilakukan
melebarkan bandwidth tidak.
Yanto Salim
-----Original Message-----
From: Franciscus B Sinartio [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, September 13, 2005 8:16 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] 3D Modeling untuk "thin reservoir"
Pak Yanto,
gimana dengan lateral resolution ?
ini biasanya sangat sangat membantu.
kalau misalnya bin size nya 25 X 25 M2, maka
geologic feature yang bisa terdeteksi adalah yang
minimum (4 X 25)100 meter lebar nya (dari sisi salah
satunya).
Diksusi geologic modeling diterusin juga dong...
fbs
--- Yanto Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> All,
>
> Pertanyaan di e-mail di bawah ini mungkin bisa
> dievaluasi kalau kita
> kembali ke prinsip dasar dari resolusi seismic:
>
> Thin reservoirs/ resolusi vertical.
> Faktor yang menentukan adalah kedalaman, velocity ,
> frequency dan tentu
> saja parameter seismic acquisition.
>
> Jadi apakah 5 meter thin reservoir dan bisa
> terdeteksi oleh seismic?.
> Bisa kalau reservoirnya dangkal sekali dan
> seismicnya high resolusi
> seismic.
>
> Apakah 50 meter reservoir thickness selalu bisa
> terdeteksi?. Belum
> tentu, kalau kedalamannya mencapai 3500 meter dengan
> velocity yang
> tinggi.
>
> Effectifkah re-sampling?.
>
> Kalau seandainya resolusi vertical atau katakanlah
> "detectable"
> thickness dari reservoirs dengan sampling rate 2 ms.
> adalah 30 meter.
> Ambil formasi yang ketebalannya 30 meter ( shales
> atau non reservoir)
> lalu ditengahnya ada sisipan reservoir setebal 5
> meter, maka seismic
> akan mendeteksi hanyalah yang 30 meter.
>
> Dengan re -sampling ( katakanlah linear
> interpolation) yang sisipan 5-
> meter tidak akan terwakili, seperti yang dibahas
> dalm milis ini re-
> sampling hanya akan menambah dense tapi tidak
> mewakili kondisi geologi.
> Logikanya, frequency data tidak bisa ditambah dengan
> re-sampling.
> Argumen akan timbul disini bahwa dengan re- sampling
> naik frequencynya,
> untuk ini telaah kata-kata Sdr. Paulus yang
> mengatakan hanya tambah
> dense.
>
> Modeling.
>
> Ini adalah hal yang sangat argumentable, modeling
> adalah kalau, istilah
> saya, sudah menjadi pilihan terakhir dengan tidak
> adanya tool lain lagi.
> Untuk thin reservoir atau under limitation of
> seismic resolution, maka
> modeling menjadi option dimana biaya dan waktu bisa
> tak terbatas.
> Kenapa?.
> Karena unsur subjectivitas sangat berperan,
> kemudian dengan modeling,
> professional akan terpengaruh akan modelingnya
> sesuai dengan waktu dan
> akhirnya percaya bahwa hasilnya adalah benar.
> Buntutnya pilihan menjadi
> satu dan di drill dengan hasil?.
>
> Kalau memang akan di model untuk contoh diatas,
> mungkin ada baiknya
> geological modelnya dibikin simulasi seismic
> (raytracing), dan modelnya
> match dengan seismic asli dulu, lalu baru disisipkan
> thin reservoirnya
> dan diray tracing lagi, sekarang dengan sample rate
> katakanlah 0.5 ms.
> Kalau memang bagus, barulah seismic aslinya di
> re-sampling dan
> dibandingkan dengan hasil modeling.
> Mungkin hal ini sudah dilakukan jadi ini hanyalah
> masukan kalu belum
> dilakukan. Adalah hal yang sangat mungkin terjadi
> bahwa modelnya tidak
> akan match dan akhirnya dengan berjalannya waktu
> dipaksakan match.
>
> Business decision.
>
> GIGO, atau garbage in garbage out.
>
> Adalah kata kata skeptical yang mengandung kebenaran
> beberapa dekade
> silam.
>
> Maaf kalimat ini kurang enak didengar tetapi itulah
> yang terkenal dulu
> artinya komentar dari member milis ini mengenai
> kalau pada saat akuisisi
> sudah tidak ada datanya, maka usaha berikutnya untuk
> menambah data dari
> tiada menjadi ada adalah sangat ber resiko dan ini
> tentunya tergantung
> dari perusahan tempat kita masing-masing bekerja,
> kalu perusahaan yang
> mempunyai un-limited resourses maka hal ini sangat
> menarik dan feasible
> untuk dilakukan.
>
> Untuk perusahaan yang terbatas resourcesnya maka
> akan terjadi keputusan
> yang sangat cepat bor atau tidak dimana disini yang
> berperan adalah
> "business decision".
>
> Mohon maaf kalau opini diatas ada yang kurang sreg,
> tujuannya adalah
> untuk berbagi visi dan mengajak semua untuk kembali
> ke prinsip dasar.
>
> Rgds,
>
> Yanto Salim
>
>
> -----Original Message-----
> From: Paulus Tangke Allo [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>
> Sent: Sunday, September 11, 2005 7:56 PM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l] resampling - Re:
> [iagi-net-l] 3D Modeling
> untuk "thin reservoir"
>
> saya belum coba,
> tapi dugaan saya tidak lebih bagus.
> alasannya, karena tidak ada informasi tambahan
> apapun dari seismik yg
> di-resampling dari 2 ms ke 0.5 ms. memang sih
> datanya jadi tambah
> banyak, kembali lagi perlu ditanyakan, apakah yg
> ditambahkan itu
> memang benar2 data atau cuma noise?
>
>
> --pta
>
>
> On 09/09/05, Leonard Lisapaly
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Just curious : Apakah model-based inversion dengan
> data seismik yang
> > diresampling dari 2 ms ke 0.5 ms itu lebih bagus
> karena kita harus
> > menggunakan model yang juga diresampling dari 2 ms
> ke 0.5 ms.
> >
> > LL
>
>
---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2:
> http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
>
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy
> Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang
> Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M.
> Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan
> Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
> Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A.
> Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
>
---------------------------------------------------------------------
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)
-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------