Satu hal yang menjadi tanda tanya bagi saya sekarang ini mengenai TA
saudara Rastra Wira Dharma yaitu mengenai metoda, metoda apa yang
dipakai.??? Kuantitatif atau kualitatif.....Seandainya anda memakai
metoda kuantitatif anda bisa merujuk ke Planktonik Bentonik Ratio dari
Grimsdale and Markhoven (1955), memang sudah cukup lama tapi saya pikir
masih bisa dipakai....

Dalam biostratigrafi, istilah kuantitatif bisa menyangkut dua hal: pertama, analisa sampel (identifikasi fosil) yang bersifat kuantitatif dimana teknik hitunganya bisa full count atau hitungan 300 dsb; kedua bisa berarti biostratigrafi kuantitatif yaitu suatu metoda dalam biostratigrafi dimana penyeleseianya masalah masalah biostatigrafi seperti bioszonasi, korelasi dilakukakan dengan logika matematik seperti: multivariance anallyses, ranking & scaling, unitary association dll. Korelasi dengan metoda biostratigrafi kuantitatif ini bisa untuk mengatasi masalah local & regional range zone dan bisa memberikan hasil yang beresolusi tinggi karena dapat merupakan integrasi dari berbagai microfossil, selain itu error (standard deviasi) dalam korelasi bisa diperkiraan. metoda ini sebenarnya bagus sekali dalam membantu analisa sikuen stratigrafi, sayang sampai sekarang di indonesia setahu saya belum ada/ diterapkan dalam industri minyak.

Dalam interpreatsi lingkungan pengendapan (terutama dari foraminifera), tidak terlalu tepat kalau kita hanya menggunakan rasio plangtik dan benthonik, apalagi hanya berdasarkan kisaran kedalaman foram bentonik (spesies A di tropik kedalamannya bisa di bathyal tapi si daerah high latitude bisa di inner neritic). Menurut saya yang seharusnya adalah dilihat secara keseluruhan meliputi: bagiamana diversitinya, kelimpahan total dan masing masing kelopok ( calcareosus, miliolid, arenaceous, larger foram), adalah dominasi species tertentu, kemudian baru dilihat asosiasi/ kumpulan benthonik nya terdiri dari spesies apa saja baru kita dapat mengetahu ekologi dimana sampel tersebut diendapkan. bila hanya dilihat rasio bisa sangat menyesatkan, contoh bila kita mendapatkan 100% plangtonik maka lingkungan pengendapana apa selalu bathyal ? 100% bisa juga kita dapatkan di neritik, bila kondisi cekunganya adalah semi terturup, dimana pada bagian bawah tidak ada cirkulasi dan menyebabkan ketidak adaan oksigen dan dalam kondisi ini benthonik tidak akan ditemukan.

Cara lain interpretasi lingkungan pengendapan adalah dengan metoda modern analog technique.

salam
khoiril anwar 

Kirim email ke