Saya pikir tidak terlalu menyesatkan pak....karena dalam Grimsdale dan
markhoven tersebut, prosentase yang kita peroleh tidak bisa langsung
dipakai,  kita juga harus melihat asosiasi kandungan benthiknya, dan
dalam grimsdale and Markhoven tersebut dicantumkan asosiasi benthik pada
tiap kedalaman, dalam hal ini bathymetri bukan lingkungan pengendapan,
karena yang saya tahu penentuan lingkungan pengendapan harus meliputi
beberapa aspek seperti aspek physic, kimia serta biologi nya...Kalau
boleh unjuk saran, sebaiknya penelitian untuk setara S-1 seperti saudara
Rasta tidak perlu terlalu rumit, kalau misalnya ada metode terbaru yang
cukup sederhana bisa dicoba dan tentunya ditunjang dengan metoda/teori
author yang lain agar tingkat error nya bisa di tekan...

Apa yang diutarakan Khoiril memang benar adanya..saat ini dikenal adanya
"High Resolution Biostratigraphy" dimana kandungan mikrofosil dihitung
jumlahnya,kemudian diolah dengan softtware tertentu dan ini memang
sangat menunjang dalam penelitian sikuen stratigraphy terutama dalam
penentuan Sequence Boundary...kandidat2 sequence boundary bisa
ditentukan dari hasil penghitungan mikrossil tersbut, out putnya berupa
kurva yang bisa dioverlay kan dengan log pattern....

Mungkin hanya itu saja yang saya ketahui...mohon di ralat kalau ada yang
salah....

Wassalam..

Satia Graha

-----Original Message-----
From: khoiril anwar maryunani [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, September 19, 2005 2:56 PM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] interpretasi lingkungan pengendapan:R E:
[iagi-net-l] Re: [Geo_unpad] mau tanya ttg biostrat....


>
>Satu hal yang menjadi tanda tanya bagi saya sekarang ini mengenai TA 
>saudara Rastra Wira Dharma yaitu mengenai metoda, metoda apa yang 
>dipakai.??? Kuantitatif atau kualitatif.....Seandainya anda memakai 
>metoda kuantitatif anda bisa merujuk ke Planktonik Bentonik Ratio dari 
>Grimsdale and Markhoven (1955), memang sudah cukup lama tapi saya pikir

>masih bisa dipakai....

Dalam biostratigrafi, istilah kuantitatif bisa menyangkut dua hal:
pertama, analisa sampel (identifikasi fosil) yang bersifat kuantitatif
dimana teknik hitunganya bisa full count atau hitungan 300 dsb; kedua
bisa berarti biostratigrafi kuantitatif yaitu suatu metoda dalam
biostratigrafi dimana penyeleseianya masalah masalah biostatigrafi
seperti bioszonasi, korelasi dilakukakan dengan logika matematik
seperti: multivariance anallyses, ranking & scaling, unitary association
dll.  Korelasi dengan metoda biostratigrafi kuantitatif ini bisa untuk
mengatasi masalah local & regional range zone dan bisa memberikan hasil
yang beresolusi tinggi karena dapat merupakan integrasi dari berbagai
microfossil, selain itu error  (standard deviasi) dalam korelasi bisa
diperkiraan. metoda ini sebenarnya bagus sekali dalam membantu analisa
sikuen stratigrafi, sayang sampai sekarang di indonesia setahu saya
belum ada/ diterapkan dalam industri minyak.

Dalam interpreatsi lingkungan pengendapan (terutama dari foraminifera),
tidak terlalu tepat kalau kita hanya menggunakan rasio plangtik dan
benthonik, apalagi hanya berdasarkan kisaran kedalaman foram bentonik
(spesies A di tropik kedalamannya bisa di bathyal tapi si daerah high
latitude bisa di inner neritic). Menurut saya yang seharusnya adalah
dilihat secara keseluruhan meliputi: bagiamana diversitinya, kelimpahan
total dan masing masing kelopok ( calcareosus, miliolid, arenaceous,
larger foram), adalah dominasi species tertentu, kemudian baru dilihat
asosiasi/ kumpulan benthonik nya terdiri dari spesies apa saja baru kita
dapat mengetahu ekologi dimana sampel tersebut diendapkan. bila hanya
dilihat rasio bisa sangat menyesatkan, contoh bila kita mendapatkan 100%
plangtonik maka lingkungan pengendapana apa selalu bathyal ? 100% bisa
juga kita dapatkan di neritik, bila kondisi cekunganya adalah semi
terturup, dimana pada bagian bawah tidak ada cirkulasi dan menyebabkan
ketidak adaan oksigen dan dalam kondisi ini benthonik tidak akan
ditemukan.

Cara lain interpretasi lingkungan pengendapan adalah dengan metoda
modern analog technique.

salam
khoiril anwar 


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke