Yusuf Merukh ini mungkin bisa disebut investor tulen utk pertambangan.
Limabelas tahun lalu ketika aku masih mampir di pertambangan batubara
sudah mengenal nama beliau. Dia banyak menginvestasikan duiknya
sebagai modal awal, namun tentunya juga meminjam modal bank sebagai
financer.

RDP
==========================
 Senin 24 Oktober 2005 15:34:02 WIB
Jusuf Merukh Incar Potensi Mineral di Sumbawa Besar

MinergyNews.Com, Sumbawa Besar – Kabupaten Sumbawa Besar, Nusa
Tenggara Barat, ternyata menyimpan potensi yang mampu menggaet para
investor. Nilai investasi yang dimiliki Kabupaten Sumbawa Besar ini
mencapai Rp 5,27 triliun.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Penanaman Modal dan Pengendalian
Dampak Lingkungan (BPM-PDL) Kabupaten Sumbawa Besar, Drs HM Tahram.
Menurutnya, berdasarkan evalusi tahun 2004 – 2005, investasi yang
masuk ke daerah Sumbawa, baik yang sedang berjalan maupun yang masih
dalam proses, mencapai Rp 5,27 triliun.

Dikatakan Tahram, untuk tahun 2004 saja 2 investor telah dan akan
beroperasi di Sumbawa adalah PT Bima Palapa Sumber Energi (BPSE)
Jakarta yang bergerak di bidang pembangkit tenaga listrik uap (PLTU).
Perusahaan ini tengah melakukan kerja sama dengan PT Pelindo III Badas
yang sudah menyiapkan sejumlah lahan sebagai lokasi tempat
pembangunannya.

Sesuai rencana, PT BPSE akan membangun PLTU 7 megawatt dengan dana
yang akan disiapkan mencapai Rp 6 miliar.

Sedangkan perusahaan lain yang sudah masuk ke Sumbawa, yaitu PT Hanson
Samudra Indonesia yang tengah dalam proses operasional di Kecamatan
Plampang. Perusahaan ini bergerak di bidang pengelolaan tambak udang
dengan nilai investasi mencapai Rp 6 miliar.

Dijelaskan Tahram, untuk tahun 2005, juga sudah tercatat 2 investor
yang siap menanamkan investasinya di Kabupaten Sumbawa Besar. Kedua
investor tersebut yaitu PT Authory Piar Culture (APC) Mataram yang
bergerak di bidang budidaya mutiara dengan alokasi nilai investasi
mencapai Rp 7 miliar.

Perusahaan satunya lagi yang sudah melakukan permohonan bagi penanaman
modal di daerah Kabupaten Sumbawa yaitu PT Pukuafu Indah milik Yusuf
Merukh dengan nilai investasi Rp 5,8 triliun. Permohonan perusahaan
ini sedang dipelajari secara intensif oleh pihak BPM-PDL Sumbawa
Besar.

Menurut Tahram, PT Pukuafu Indah ini merencanakan akan melakukan
penambangan tembaga, emas dan mineral lainnya dengan lokasi yang
direncanakan yaitu di Kecamatan Lunyuk, Ropang dan Moyo Hulu. (MNC-15)

Kirim email ke