Mbak Vita, Saya tidak tahu, dari berita yang mana Anda sampai miris. Sepengetahuan saya, email masalah minta buku ini bermula (memang) dari kolega saya yang di ITB. Dia usul agar ada sumbangan buku IMCD ke PT (perguruan tinggi, bukan ITB saja maksudnya). Gayung ini disambut beberapa netters baik yang bukan dari ITB maupun yang alumni ITB. Saya rasa ini sesuatu yang wajar, karena IPA selalu menyumbangkan prosidingsnya ke PT di Indonesia yang tergabung dalam IPA-UAC. Jadi mbok ya jangan lalu mengatakan bahwa untuk beli buku satu saja kita minta-minta!
Untuk bahan pengetahuan Anda, bahwa sebagian besar dosen (saya rasa tidak di ITB saja) pasti menyubsidi pemerintah! Kami harus membeli buku atau melanggani jurnal sendiri agar tidak terlalu ketinggalan zaman. Hanya saja tentunya tidak dapat terlalu banyak. Saya punya koleksi jurnal Organic Geochemistry, yang saya langgani sejak tahun 1995, demikian pula beberapa buku teks geokimia sampai dengan tahun 2005 juga ada. Sudah pasti buku ini "sangat terbuka" bagi mahasiswa jika mau meminjam bahkan sering mereka memfotokopinya. Karena saya pernah mengurusi HaKI (Hak Kekayaan Intelektual), maka saya tidak berani mengatakan hal itu "halal" tetapi karena saya yakin bahwa tujuan memfotokopi adalah untuk pencerdasan anak bangsa dan bukan buat tujuan komersial, maka saya jalankan saja. Ini adalah subsidi kami terhadap pemerintah, karena seharusnya buku dan jurnal itu disediakan oleh pemerintah seperti di negara maju. Mas Herman Darman, ketika masih menjadi mahasiswa, pernah pinjam buku koleksi saya dan mengusulkan/minta izin saya untuk membuatkan "master" beberapa buku (atas biaya dia) agar buku aslinya tidak cepat rusak, seperti diceritakan Pak Ukat. Semoga hal ini membuka wawasan Anda agar tidak terlalu miris. Wasalam, EAS > Bacanya kok miris ya. Kesannya jurusan geologi ITB ndak punya budget > untuk buku. Buat beli buku satu aja musti minta2. Mudah2an aja > murid2nya kreatif ngutak ngatik website di warnet, atau kaya2, jadi > bisa beli buku sendiri. > > Terus terang miris campur kesel, almamaterku kok ya kasihan banget. > Maaf ya bapak2 dan ibu2 dosen, kalau nyinggung perasaan. Tapi kalau > sebuah institusi tidak bisa beli buku, sepertinya kok going downward > spiral... > > Parvita H. Siregar > Geologist-ENI Indonesia > Atrium Mulia 3A floor > Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B10-11 > Jakarta 12910 Indonesia > Tel: (62-21) 3000-3200, 5296-2200 > Fax: (62-21) 3000-3230 > mailto:[EMAIL PROTECTED] > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

