>Saya punya koleksi
>jurnal Organic Geochemistry, yang saya langgani sejak tahun 1995,
>demikian pula beberapa buku teks geokimia sampai dengan tahun 2005 juga
>ada. Sudah pasti buku ini "sangat terbuka" bagi mahasiswa jika mau
>meminjam
 
Pak Eddy,
 
Boleh dong diulas sedikit di milis ini kalau ada artikel2 menarik dari jurnal 
Organic Geochemistry itu. Itu bisa jadi salah satu sosialisasi petroleum 
geochemistry sebab antara geology-geophysics-geochemistry harus membentuk 
trilogi yang tak terpisahkan menuju sukses eksplorasi migas. Dan, harus kita 
akui bahwa geochemistry tertinggal popularitasnya dibandingkan geologi dan 
geofisika. Tidak kurang pentingnya geokimia, hanya belum tersosialisasi dengan 
baik saja.
 
salam,
awang


Eddy Subroto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mbak Vita,

Saya tidak tahu, dari berita yang mana Anda sampai miris. Sepengetahuan
saya, email masalah minta buku ini bermula (memang) dari kolega saya
yang di ITB. Dia usul agar ada sumbangan buku IMCD ke PT (perguruan
tinggi, bukan ITB saja maksudnya). Gayung ini disambut beberapa netters
baik yang bukan dari ITB maupun yang alumni ITB. Saya rasa ini sesuatu
yang wajar, karena IPA selalu menyumbangkan prosidingsnya ke PT di
Indonesia yang tergabung dalam IPA-UAC. Jadi mbok ya jangan lalu
mengatakan bahwa untuk beli buku satu saja kita minta-minta!

Untuk bahan pengetahuan Anda, bahwa sebagian besar dosen (saya rasa
tidak di ITB saja) pasti menyubsidi pemerintah! Kami harus membeli buku
atau melanggani jurnal sendiri agar tidak terlalu ketinggalan zaman.
Hanya saja tentunya tidak dapat terlalu banyak. Saya punya koleksi
jurnal Organic Geochemistry, yang saya langgani sejak tahun 1995,
demikian pula beberapa buku teks geokimia sampai dengan tahun 2005 juga
ada. Sudah pasti buku ini "sangat terbuka" bagi mahasiswa jika mau
meminjam
bahkan sering mereka memfotokopinya. Karena saya pernah mengurusi HaKI
(Hak Kekayaan Intelektual), maka saya tidak berani mengatakan hal itu
"halal" tetapi karena saya yakin bahwa tujuan memfotokopi adalah untuk
pencerdasan anak bangsa dan bukan buat tujuan komersial, maka saya jalankan
saja. Ini adalah subsidi kami terhadap pemerintah, karena seharusnya
buku dan jurnal itu disediakan oleh pemerintah seperti di negara maju.
Mas Herman Darman, ketika masih menjadi mahasiswa, pernah pinjam
buku koleksi saya dan mengusulkan/minta izin saya untuk membuatkan
"master" beberapa buku (atas biaya dia) agar buku aslinya tidak cepat
rusak, seperti diceritakan Pak Ukat.

Semoga hal ini membuka wawasan Anda agar tidak terlalu miris.

Wasalam,
EAS




                
---------------------------------
 Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.  

Kirim email ke