Mas Sugeng, Dokumen pertama yang paling dekat dengan pembangunan jalan Daendels 1808 itu berasal dari dokumen Raffles tahun 1811, menyebutkan bahwa jumlah korban rakyat Indonesia tewas akibat pembangunan jalan itu adalah 12.000 orang. Korban pembangunan Great Wall of China tentu jauh lebih besar sebab panjangnya pun hampir 7 kalinya (6700 km) dan itu membangun dari awal sedangkan jalan pos Jawa hanya melebarkan jalan yang ada menjadi lebar 7 meter dan mengeraskannya dengan batu. Tembok Cina di zone utara Beijing - sektor Badaling- (itu yang paling banyak didatangi wisatawan karena aksesnya gampang) terutama disusun oleh granit dan metamorf. Dua-duanya dibawa dari pegunungan Tian Shan di barat Cina yang berumur Yura. Yang metamorf saya punya sampelnya, memungut dari jatuhan2 di dasar tembok Cina, saat jalan2 ke sana dua tahun lalu bersama seorang geologist Cina. salam, awang
"sugeng.hartono" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Pak Awang, Maaf, email saya ada problem sehingga ditolak IAGI net. Tolong ini saja untuk Pak Awang. Saya akhirnya sempat ke Beijing-Xian-Harbin-Daqing. Rupanya di sana lebih maju dan lebih makmur dari kita. Di Daqing udaranya sangat segar. Oyha, mereka itu kaya dengan granite dll yha. Salam hangat. sugeng ----- Original Message ----- From: "sugeng.hartono" To: "Yanto R. Sumantri" Sent: Monday, October 31, 2005 2:01 PM Subject: Fw: [iagi-net-l] Jalan Raya Pos, Jalan Daendels (Pramoedya Toer, Oktober 2005) > > ----- Original Message ----- > From: "sugeng.hartono" > To: > Sent: Monday, October 31, 2005 1:42 PM > Subject: Re: [iagi-net-l] Jalan Raya Pos, Jalan Daendels (Pramoedya Toer, > Oktober 2005) > > > > AbahYth. > > Saya sudah baca novel trilogi Pram. Rasanya sangat bagus (saya kasihan > sama > > Arnelis dan Minke yang bernasib malang), cuma mulai buku ketiga kok banyak > > mengulas politik. Mungkin ceritanya memasuki jaman awal > > kebangkitan/kemerdekaan bangsa-2 Asia. > > Tentang "kata mutiara" terus terang saya merasa kurang nyaman membacanya, > > tetapi mereka (Belanda) konon punya pepatah: > > Het zachtste volk de arde. Een volk van kolies en een koelie onder de > > volken. > > Maaf, saya sungkan menulis terjemahannya. > > > > Abah, saya ada cerita lucu. Waktu ngebor sumur di Salawati, saya ngobrol > > dengan mess boy asli Ternate yang berwajah tampan. Dia lulusan SMA Sastra. > > Waktu saya tanya apakah sudah baca ringkasan novel-2 karya sastrawan kita, > > dia bilang hanya baca catatan dari pak Guru. Lalu saya tanya, apakah sudah > > dengar nama Pramudya? Dia kebingungan. Lalu dia balik bertanya: Pramudya > > suami Desi Pak? Lho, gantian saya yang kebingungan. Untung saya pernah > > buka-2 tabloid Nova di rumah. Konon mbak Desi, pemain sinetron itu akan > > bercerai dengan suaminya: Pram. > > > > Pak Awang, kalau jalan raya Daendels memakan korban ribuan nyawa, kira-2 > > berapa juta manusia ya yang tewas dalam pembangunan Tembok Raksasa? Pasti > > sangat banyak. > > Oyha, kira-2 jenis batuan apa yha di sekitar tembok di utara Beijing itu? > > Warnanya keputihan, tidak keras dan masif, apakah granit? > > Salam, > > > > sugeng > > > > > > ----- Original Message ----- > > From: > > To: > > Sent: Monday, October 31, 2005 12:00 PM > > Subject: Re: [iagi-net-l] Jalan Raya Pos, Jalan Daendels (Pramoedya Toer, > > Oktober 2005) > > > > > > > > > > > Awang, > > > > > > Dari dulu saya termasuk pengagum Pramudya , tapi tidak serta merta > > > menytujui pandanga pandangan nya , termasuk komunisme yang merupakan > > > dasar pemikirannya. > > > Dia adalah seorang nasionalis tulen yang sangat merasakan penderitaan > > > rakyat miskin , "Ceritera dai Blora" mungkin jelas memberikan gambaran > > itu. > > > > > > Jelas saya tidak sependapat dengan kata katanya dibawah ini , apakah > Anda > > > setuju ?Menurut saya lugas tidak harus berarti "ngaco". > > > > > > Si Abah > > > > > > > __________________________________________________________________________ > > > > Bahasanya lugas dan tak jarang keras, mungkin dilatarbelakangi > nynyirnya > > > > penjara. Inilah kata-kata mutiara di bukunya yang terbaru ini, > > "Indonesia > > > > adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak bagi > bangsa-bangsa > > > > lain" > > > > > > > > Yang mau mudik Lebaran via pantura Jawa sampai Panarukan sana, mungkin > > > > buku ini bisa sedikit membagi pengetahuan sejarahnya he..he.. > > > > > > > > salam, > > > > awang > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > > > Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click. > > > > > > > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina > > (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id > > > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) > > > Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) > > > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) > > > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau > > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) > > > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) > > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > --------------------------------- Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.

