Pak Fajar,
Selama interpretasi menjadi mekanisme menuju kebenaran ilmu pengetahuan,
seperti terdapat di geologi dan biologi, maka akan selalu terbuka peluang
perbedaan pendapat atau interpretasi baru sekalipun seseorang itu sudah
mendapatkan penghargaan. Penghargaan yang diberikan lebih kepada menghargai
konsistensi usaha bertahun-tahun melakukan riset, bukan kepada hasil akhirnya.
Dulu pun John Dalton mendapatkan penghargaan karena mengupas tuntas masalah
atom sebagai a-tomos (tak terbagi, zarah terkecil), padahal kemudian diketahui
bahwa atom bukanlah zarah terkecil, masih ada proton, neutron, dan bahkan
quark.
Semua orang sepakat bahwa kerak Bumi terpecah2 menjadi lempeng yang saling
bergerak. Tetapi rekonstruksi suatu benua belum tentu disepakati semua orang.
Banggai-Sula dan Buton disepakati semua orang sebagai mikro-kontinen. Tetapi,
dari mana asalnya ada berbagai pendapat.
Selama ilmu itu bersifat historis, seperti halnya geologi juga biologi,
perbedaan pendapat wajar terjadi. Sejarah G30S atau Super Semar 40 tahun lalu
pun masih kabur (atau dikaburkan he..), ah apalagi sejarah pembentukan Sulawesi
yang 30-5 juta tahun yang lalu. Tetapi, tentu kita tetap menyusun sejarah itu
dengan penalaran ilmiah.
salam,
awang
Fajar Lubis <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Terimakasih atas penjelasannya...
Mengutip perkataan bapak dalam e-mail berikutnya dan juga sedang jadi topik
hangat di millist ini ` Bila semua sudah sepakat, maka tak ada
tantangan-tantangan dan perdebatan-perdebatan lagi yang harus dicari
kebenarannya. Dalam dunia ilmu, kesepakatan akan menjadi Senjakala Ilmu
Pengetahuan alias The End of Science` maka perbedaan konsep ini bisa menjadi
bahan perdebatan ilmiah yang menarik sekaligus bisa melahirkan konsep baru..
Hanya mengingat pengemuka konsep ini sudah mendapat penghargaan di lingkup
masyarakat sains dan dimuat di media nasional, maka dualisme mengenai konsep
pembentukan pulau Sulawesi masih akan terus berkembang sepertinya...
Mudah-mudahan tidak membuat masyarakat kita tambah bingung nantinya...:p
Selamat Berakhir Pekan,
Salam
Fajar
Pak Awang Satyana sudah menulis:
.............diedit
Maka, kalau disimpulkan, Sulawesi dibentuk oleh tiga asal tectonic province :
(1) South-North Arm, (2) SE-East Arm, dan (4) mikro-kontinen Buton-Tukang Besi
dan Banggai-Sula melalui empat proses tektonik.
.............diedit
salam,
awang
Fajar Lubis sudah menulis:
...............diedit
Hal yang menarik dalam berita ini adalah pernyataan :
` penelitian .... ini membuktikan bahwa Sulawesi dulunya adalah tujuh pulau
terpisah.
..... Ditemukannya hubungan erat antara .....Semenanjung Sulawesi Selatan dan
Tenggara, merupakan hal yang kontroversial karena dapat mengubah pandangan
evolusi geologi dan biogeografi Sulawesi.`
---------------------------------
Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.
---------------------------------
Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.