Mas Ferdi,
Water cut yang sama maksud adalah yang saat sekarang ikut terproduksi saat
pengambilan minyak/gas. Ini yang perlu diketahui kualitas dan kuantitasnya.
Mungkin saja, kalau fresh water, biaya treatment-nya murah.
Untuk kadar Fe yang tinggi, sebenarnya biaya treatment-nya murah. Menurut
ahli TL, hanya perlu di aerasi dan diendapkan (biasa digunakan pasir aktif).
Kalau di Bandung, pasir aktif ini banyak dijual dan murah. Masih menurut ahli
TL, derajat toxicity dari Fe adalah kecil, dgn kata lain Fe tidak terlalu
berbahaya untuk kesehatan.
Pak Fajar,
Iya, formasi yang jadi host-nya fresh water ini berumur Tersier (terdapat di
Balikpapan Group, mungkin Fm. Kampungbaru/ IPA, 1991). BTW, salah satu akifer
utama di Jakarta yang banyak disadap, Fm. Kaliwangu, juga berumur Tersier
(Fachri dkk., 2002). Mengenai apakah air di Kutai Basin tersebut air meteorik
atau formation water,saya belum mendapat informasi kimiawinya. Tetapi
dugaannya adalah air meteorik karena akifernya kemungkinan tersingkap.
Salam,
Agus MR
[EMAIL PROTECTED] menulis: Mas Agus....
water cut...kalau sumurnya sudah tidak berproduksi (no hc ) dan fieldnya
sudah ditinggalkan , mungkin ya...bisa dipakai....
tapi apa lalu punya biaya untuk perforasi (karena umumnya fresh water zone
itu ditutup) , maintain well, water treatment ..lalu penyaluran air ke
lingkungan sekitarnya...
kalau ngebor khusus untuk air dengan kedalaman 3000 m kayaknya enggak ada
yang mau deh...
problem air di balikpapan cenderung karena pemanfaatan air tadah hujan
sebagai sumber pdam....jadi kalau enggak hujan ya enggak ada air...
sedang air tanah cenderung banyak Fenya sehingga pemrosesannya butuh biaya
yang lebih besar....
Sekarang ada aturan tidak langsung bahwa perumahan harus punya instalasi
water treatment sendiri karena pdam tidak mampu menyediakannya
Kalau emang punya duit dan "mau"..kaltim kan dipinggir laut....bikin aja
instalasi kayak di arab sana....
emang balikpapan itu kaya minyak tapi miskin air...
Regards
Kartiko-Samodro
Telp : 3852
|---------+---------------------------->
| | Agus Mochamad |
| | Ramdhan |
| |
| | o.co.id> |
| | |
| | 16/11/2005 07:36 |
| | PM |
| | Please respond to|
| | iagi-net |
| | |
|---------+---------------------------->
>-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
|
|
| To: [email protected]
|
| cc:
|
| Subject: [iagi-net-l] Balasan: [iagi-net-l] Krisis air
|
>-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
Ikut nimbrung,
Dari potongan artikel yang dikirimkan Pak Taufik: “Kalimantan Timur,
yang memiliki pasokan air bersih relatif banyak, mengalami ancaman krisis
air”.
Waktu saya mempelajari kemungkinan adanya perangkap hidrodinamik di
Cekungan Kutai, saya baca paper Paterson dkk. (1997) yang menyatakan bahwa
di lapangan Sanga-Sanga, Nilam, dan Tunu, s/d kedalaman 6000 ft ditemukan
fresh water zone. Di Lapangan Semberah, fresh water zone ini ditemukan
sampai dengan kedalaman 3000 ft (IPA, 1994). Kalau fresh water ini
terproduksi sebagai water cut, perlu dipikirkan pemanfaatannya sebagai
sumber air bersih. Waktu tahun 2003/(2004?) ada ceramah ilmiah dari
hydrogeologist dari Texas di GL-ITB yang menjelaskan bahwa di Texas, air
formasi dengan kandungan total dissolved solid yang relatif tinggi
(brackish - saline), telah dimanfaatkan sebagai sumber air bersih dengan
treatment terlebih dahulu.
Buat rekan-rekan yang bekerja di Kutai Basin mungkin bisa memberikan
informasi rinci mengenai kualitas dan barrel water per day yang
terproduksi sebagai water cut . Mungkin data ini dapat dianalisis untuk
pemikiran pemanfaatan water cut ini sebagai cara menghadapi krisis air di
Kaltim.
Salam,
Agus MR
OK Taufik menulis: Seingat saya RDP beberapa waktu
lalu pernah menyinggung pemetaan/pendataan
cadangan air (untuk subsurface?), apakah ada informasi lanjutannya?
Menariknya kasus susah air di kaltim adalah karena prilaku masyarakt yg
suka
membuang limbah beracun ke sungai (masyarakat: mungkin terkait industri
pertambangan )
Susah Bensin Ya Jalan kaki, Susah air Ya Jalan di tempat
__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap
spam
http://id.mail.yahoo.com
This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
recipient(s) named above. It may contain confidential or legally
privileged information and should not be copied or disclosed to, or
otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
please contact the sender and delete the e-mail from your system.
__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com