Sebenarnya SDM kita tidak kalah dengan yang lain apalagi dengan terobosan 
energi alternatif seperti Biodesel ini. Tidak hanya BPPT yang telah menggunakan 
Biodesel sebagai "test case" penggunaan energi alternative ini sebagai bahan 
baker mobil kantor untuk mobil antar jemput karyawanya, namun sudah mulai 
meluas di LEMIGAS, LIPI dan Insya Allah kantor2 pemerintah yang lain.

Sebagai informasi saja, saat ini LEMIGAS dalam hal ini tentu saja dengan 
bantuan pemerintah dalam hal dana sedang melakukan pembangunan pabrik 
pengolahan Biodesel di daerah Cipulir Jaksel (komplek kantor LEMIGAS maksud 
saya). Diharapkan dari pabrik ini bisa memproduksi lebih besar dari produksi 
yang biasanya dihasilkan dari lab2 seperti selama ini dilakukan. Selain itu 
proyek pengembangan energi alternatif lain seperi Coal Bed Methane juga masih 
terus dijalankan oleh LEMIGAS bekerjasama dengan pihak2 terkait.

Semoga hal ini bisa terus berjalan dan kebijakan ini memang terus haus 
diupayakan, kalo tidak tentu saja akan hilang dan bahkan lenyap seiring dengan 
hingar-bingar pentas politik dan royokan "kue" jabatan politik di negeri ini 
yang terus berjalan untuk kepentingan perut partai mereka sendiri2.

Salam,

Trisakti Kurniawan
 



-----Original Message-----
From: Santoso, Hendro (hendroh) [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, November 21, 2005 3:56 PM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Re: Malaysia govt vehicles to switch to bio-diesel 2006


Membaca beberapa artikel dalam negeri tampaknya Indonesia juga sudah
mengarah kesana kok. Nggak tau dengan biodisel, paling nggak Gasohol
BE10 (asal singkong) telah diproyeksikan untuk menggantikan 10% peran
BBM di tahun 2010 nanti.

Apakah leletnya respon Indonesia atas potensi energi altenatif ini
disebabkan oleh kemampuan SDM? Kendala teknologi? or miskinnya dukungan
pemerintah semata? bagaimana dengan politik energi global? adakah negara
besar di dunia ini yang dirugikan perekonomiaan jangka
menengah-panjangnya jika terjadi revolusi energi sehingga mereka
menghambat growth dari sumber2x energi alternatif ini?
 

-----Original Message-----
From: Yosef Khairil Amin [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, November 18, 2005 8:52 AM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Malaysia govt vehicles to switch to bio-diesel
2006

Sepertinya Pemerintah RI belum "menasionalkan" kebijakan serupa ya,
padahal BPPT kelihatannya udah memakai Biodiesel ini sejak lama untuk
mobil-2 antar-jemput karyawan.

YKA

====================

Malaysia will switch to bio-diesel next year - one year ahead of
schedule - with government vehicles slated to start using the palm
oil-laced fuel to cushion the impact of rising fuel prices, a news
report said Wednesday.

Diesel-powered vehicles belonging to the ministries of transport,
defense and plantations, industries and commodities, will begin using
bio-diesel next year before the alternative fuel is introduced to the
public, the Star cited Peter Chin, a minister as saying.

The government had planned to start using bio-diesel only in 2007, "but
because our plans are going very well, it seems that we can start way
ahead of schedule," Chin, the plantations, industries and commodities
minister, told the daily.

Chin said the government expected to save "hundreds of millions of
ringgit"
through cutbacks in oil subsidies by convincing Malaysians to switch to
bio-diesel, a mixture of 5% palm oil and 95% diesel. Chin said
eventually bio-diesel will have 20% palm oil and 80% diesel.

Malaysia imports most of its diesel fuel, but it's the world's biggest
producer of palm oil. The government says that adding palm oil to diesel
fuel would reduce consumption by about 418,000 liters a year.

Industries used 2.8 billion liters of diesel last year, while others who
qualified for subsidized diesel, like public transport operators,
consumed
5.56 billion liters.

The government has said it cannot maintain the subsidies, which keep
gasoline prices in Malaysia among the lowest in the region.

Palm oil is used mostly for cooking, but plantation owners sometimes use
a mix of palm oil and diesel fuel to power their tractors and trucks,
and many say it doesn't affect the performance of the vehicles.

Source : Dow Jones 16 Nov 2005


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke