>

  Aduuuh , teganya den Awang !

  Ngomong ngomong mengenai buku "Gelogi" - nya Prof Katili , bisanya terbit
  (kalau tidak salah) diponsori oleh Departemen Riset Nasional (kalau
  sekarang Men Ristek).
  Dan sampai saat ini Geology of Indonesia maupun text book "Geologi" dalam
  bhs Indonesia belum muncul edisi baru - nya.

  Bang Djamaluddin apa Anda belum tergerak untuk memprovokasi bapak Menter
  untuk membantu ? Yangh mau kerja pasti banyak .
  Mumpung para senior masih ada Prof Katili , Prof Kusumadinata , Prof Ru-
  bini dsb dari the oldiest, the medium masih ada TO Simanjuntak , Hardi
  Prasetyo, Emmy Suparka,H Pangabean dari the young Generation ada Awang
  Satyana, Benny Sapie , Rovicky, Herman Darman, Andang Bachtiar dsb

  Pokoke kalau ada dana pasti itu dua  buku bisa diperbaharui dengan
  konsep yang up to date.

  Hayooooooooh.

  Si Abah

___________________________________________________________________________

  Abah, saya punya buku tebal itu (855 halaman), "Geologi", tulisan Katili
> dan Marks (PT Kilat Madju, Bandung, 1963). Hanya, maaf, saya akan tetap
> menyimpannya sebagai bagian koleksi yang "for the sake of old times". Buku
> tersebut sudah menjadi barang langka, barangkali Pak Katili masih
> menyimpan beberapa eksemplar yang bisa dibagikan, siapa tahu.
>
>   Tak ada penjelasan tentang tektonik lempeng di buku itu sebab tektonik
> lempeng masih belum berujud pada tahun2 itu. Fred Vine dan Drummond
> Matthews, dua penyumbang teori tektonik sejagat ini, pada tahun buku
> Katili dan Marks terbit masih berkutat dengan anomali magnetik di
> punggungan tengah samudra (Vine dan Matthews, Nature, 1963). Pak Katili
> pun masih sibuk dengan teori granit Lassi-nya di Jambi yang didekati
> dengan konsep nappe dan dijadikan disertasinya tahun 1960, bukan
> didekati dengan plate tectonics.
>
>   Maka, pertanyaan Ferdi yang menunjuk ke plate tectonics dan dicari
> jawabannya oleh Pak Harry Kusna ke buku Katili dan Marks, tak akan
> mendapatkan jawaban yang pas sebab Katili dan Marks (1963) tak
> memberikan apa2 tentang plate tectonics. Tetapi sasakala danau Bandung
> betul dengan detail dijelaskan di situ. Jawabannya mungkin bisa dicari
> di kumpulan paper2 Katili yang dibukukannya tahun 1980 (Geotectonics of
> Indonesia, a modern view).
>
>   Perpindahan pusat erupsi ke selatan Bandung saya pikir karena terjadi
> pertumbuhan prisma akresi ke selatan sehingga sisi selatan lebih
> terekspos ke zone Benioff yang dangkal, yang lebih aktif, dibanding sisi
> utaranya yang tentu zone Benioff-nya mendalam. Kecuali kalau yang
> menunjam di selatan Jawa itu adalah kerak samudra yang baru, yang bukan
> lanjutan dari Kuarter Muda, maka Benioff akan melandai lagi dan ini bisa
> mengakibatkan jalur volkanik aktif tergeser jauh lebih ke utara daripada
> yang sekarang.
>
>   salam,
>   awang
>
> [EMAIL PROTECTED] wrote:
>   >
> Rekan
>
> Membaca sdr Harry Kusna menyebut buk "Geologi" karangan Profesor
> J.A.Katili saya jadi teringat buku saya yang terpaksa saya "lego"
> (karena ada kebutuhan yang mendesak).
> Siapa yang masih memiliki buku itu , dan merasa sudah tidak memerlu-
> kannya saya bersedia untuk menampung dengan ganti rugi yang "wajar".
> Ya , buat saya just " a memorable thing" denga si "Dia" yang sudah
> tiada.
>
> Si Abah
>
> ___________________________________________________________________________
>
> Pak Ferdi,
>>
>> Ini yg saya baca dan kutip point2nya dari buku Geologi-nya Pak Katili
>> ttg dataran tinggi Bandung (hal 214-217).
>>
>> Dataran tinggi Bandung terletak diantara 2 deretan gunung api. Bahagian
>> tengah merupakan gunung api itu sendiri, dan di bagian Selatan kita
>> temukan dataran tinggi Bandung, yg dahulu merupakan sebuah danau besar.
>>
>> Sejarah geologi dataran tinggi Bandung ini mulai dengan jaman Miosin,
>> kira2 20 jt tahun yg lalu. Pd waktu Miosin ini, pesisir Utara dari Jawa
>> purba letaknya jauh di Selatan dari pesisir sekarang dan terletak kira2
>> disekitar Pengalengan. Daerah sebelah Utara Pengalengan masih merupakan
>> lautan dimana terjadi pembentukan atau pengendapan berbagai macam batuan
>> sedimen. Di daerah Purwakarta kini, endapan2 tsb yg sampai beberapa ribu
>> meter tebalnya masih dpt dilihat. Di sekitar Bandung, endapan2 ini
>> hanya terlihat di beberapa tempat saja krn telah tertutup dng endapan
>> vulkanik yg kemudian terbentuk. Begitulah maka pd jaman ini berlaku
>> evolusioner, perioda yg tenang.
>>
>> Perioda tenang ini disusul oleh perioda revolusioner; dlm perioda ini
>> terjadi gera2 yg memeras dan mengangkat batuan2 yg dibentuk tadi
>> menjadi pegunungan yg mulai muncul di atas permukaan laut. Perioda ini
>> adalah perioda pembentukan pegunungan2. Pesisir Utara Jawa yg tadinya
>> terletak di sebelah Selatan, mulai berpindah ke Utara. Bagian selatan
>> dari daerah Pengalengan diangkat. Selain dari perioda pembentukan
>> pegunungan, bekerja pula kekuatan vulkanik gunung2 api yg sisanya
>> merupakan puncak2 tajam di sekitar Cimahi, misalnya gunung Selatjau.
>>
>> Kira2 pada permulaan jaman Kwarter Tua aktivitas vulkanik berpindah ke
>> Utara, ke tempat gunung Tangkuban Perahu kini terdapat. Pada jaman itu,
>> G. Tangkuban Parahu belum lahir, akan tetapi yg ada adalah induk dari
>> gunung api ini, yakni gunung api Sunda, yg dari rekonstruksi, panjangnya
>> kira2 20km, dan tingginya 2-3000m, dng titik2 parasit spt G. Burangrang,
>> G. Palasari, G. Bukit Tunggul, dsb. Setelah beberapa lamanya bekerja,
>> kemudian gunung api raksasa ini meledak dengan hebatnya, meninggalkan
>> kaldera.
>>
>> Sesudah peledakan gunungapi Sunda, maka terjadilah gerak turun-naik
>> dalam kerak bumi, yg membentuk satu pegunungan panjang yg lurus dari
>> Timur ke Barat Lembang. Bagian Utara turun ke bawah kira2 450 m,
>> dibandingkan bagian Selatan yg tinggal pada tempatnya, yg keseluruhan
>> ini membentuk patahan Lembang. Segera sesudah terjadinya patahan
>> Lembang, G. Tangkuban Perahu mulai bekerja, pada zaman Kwarter Muda.
>> Gunungapi Tangkuban Perahu ini terjadi di sebelah Timur, di dalam
>> kaldera Sunda.
>>
>> Jadi mungkin ini Pak Ferdi, IMHO, bagian terlemahnya untuk erupsi ada di
>> bagian Tangkuban Perahu ini, sehingga bukan di kota Bandung-nya ...
>>
>> Wassalam,
>> HK
>>
>> [EMAIL PROTECTED] wrote:
>> Justru itu yang saya belum mengerti mengenai Bandung...
>> Kalau dulu memang bekas kawah dan meletus dan kemudian jadi danau , dan
>> lalu sekarang jadi kota ,
>> kenapa kok sekarang gunung yang aktif hanya di selatan bandung....?
>> Kalau memang magma keluar mencari zona lemah harusnya justru magma
>> keluar
>> di tengah kota Bandung....
>> Apa kira -kira yang menyababkan perpindahan jalur magma dari kota
>> Bandung
>> ke selatan....? perubahan sudut subduksi...?
>>
>> By the way terima kasih info tentang ceremainya...
>>
>> Regards
>>
>> Kartiko-Samodro
>> Telp : 3852
>>
>>
>>
>>
>> "Awang Harun
>> Satyana" To:
>> om> Subject: RE: [iagi-net-l] G.Cereme lagi ( was pola gunung di jawa
>> tengah dan jatim)
>>
>> 05/12/2005 06:19
>> PM
>> Please respond to
>> iagi-net
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> Legenda Bandung tentu masuk akal didekati dari manapun (sejarah,
>> arkeologi,
>> geologi, atau dongeng). Terlalu banyak bukti yang menguatkannya. Banyak
>> publikasi ilmiah dan populer bisa dibaca tentang ini. Pak Koesoemadinata
>> tentu bisa bercerita banyak tentang ini. Danau Bandung pernah ada.
>> Bandung
>> dikepung oleh banyak daerah dengan sebutan Ujung, Bojong, atau Ranca.
>> Itu
>> hanya toponim, tetapi punya arti. Hubungkan saja dulu semua daerah2 itu
>> oleh garis yang membentuk kurva dan begitulah kira2 bentuk danau Bandung
>> dulu. Ujung dan Bojong adalah tanjung (dari danau, daratan yang menjorok
>> masuk ke danau), sedangkan Ranca adalah rawa, sisa2 penenggelaman. Nah,
>> kita bisa bahas panjang lebar bahwa memang pernah ada Gunung Sunda yang
>> tinggi di utara Bandung yang meletus dan kawah2 Burangrang, Bukit
>> Tunggul
>> dan Tangkuban Perahu adalah sisa2-nya.
>>
>>
>> Salam,
>> awang
>>
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>>
>>
>> This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
>> recipient(s) named above. It may contain confidential or legally
>> privileged information and should not be copied or disclosed to, or
>> otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
>> please contact the sender and delete the e-mail from your system.
>>
>>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
>> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
>> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
>> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
>> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
>> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
>> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
>> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> ---------------------------------
>> Yahoo! Personals
>> Single? There's someone we'd like you to meet.
>> Lots of someones, actually. Yahoo! Personals
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
>  Yahoo! Personals
>  Single? There's someone we'd like you to meet.
>  Lots of someones, actually. Yahoo! Personals



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke