Bravo IATMI, bravo RDP, bravo profesionals !
Mari berharap berbagai masukan tsb mendapat perhatian yang menerus...

bat

-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected], [EMAIL PROTECTED]
Date: Thu, 15 Dec 2005 01:31:01 +0800
Subject: [iagi-net-l] Dinner dengan Pak Presiden SBY

> FYI: Saya mewakili IATMI-KL (Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia
> - Kuala Lumpur) utk dinner bersama Pak SBY tadi malam.
> Saya sendiri tidak menyangka ternyata saya duduk satu meja dengan
> beliau ...
> 
> Berikut uraian ringkasnya ...
> sambungannya besok ya
> =================================
> Acara dinner dengan Pak SBY aku ulas sementara sekilas dulu, berhubung
> aku sampai dirumah sudah jam 12 malam.
> 
> Alhamdulillah semua "point concerns" IATMI-KL sudah saya sampaikan ke
> pak SBY. Beliau juga menanggapi dengan sangat-sangat serius. Surat yg
> sudah dibuat konsepnya oleh Pak Jurtul Hariprimadi sudah disampaikan
> ke Pak Andi Malarangeng sesuai saran Pak SBY sendiri ketika "ngobrol"
> sambil makan malam.
> 
> Seteah diperkenalkan oleh Pak Dubes saya memperkenalkan ttg keberadaan
> IATMI-KL dengan pasukannya sebanyak 150 orang. Beliau sangat mengerti
> bahwa kondisi perekonmian Indonesia masih belum pulih sempurna
> walaupun jelas menunjukkan hal-hal yg membaik. Beliau akhirnya
> bertanya ke saya "Jadi nanti kalau Indonesia sudah membaik bersedia
> membangun negeri sendiri kan ?". (duh njawab piye ya ) ... aku hanya
> menjawab "Kalau memang kondisinya sudah memungkinkan tentunya banyak
> teman-teman IATMI-KL bersedia membangun kembali ke Indonesia, Pak".
> Beliau berjanji akan mengundang ulang ahli-ahli Indonesia. Hal ini
> juga ditegaskan lagi oleh Ibu Ani (Ibu Presiden) untuk mengundang
> ahli-ahli profesional Indonesia. Kebetulan dalam satu meja ada juga
> bekas pegawai IPTN yg saat ini bekerja di kedirgantaraan di Malaysia.
> 
> - PSC Term
> Saya memberitahukan tentang bagaimana Petronas dahulu belajar dr
> Indonesia, dan mereka sedikit merubah PSC term, Dan hasilnya cukup
> bagus seperti yg diutarakan teman2 di IATMI yg bekerja di Petronas.
> Beliau menanggapi bahwa memang PSC term saat ini sedang mengalami
> ujian di beberapa negara. hal ini terjadi sehubungan dengan
> perkembangan harga minyak,  fiscal term dll. PSC term yg diadopsi juga
> oleh negara2 lain ini juga beliau rasakan utk dilihat lagi. Menurut
> Pak SBY, PSC term harus menguntungkan negara, itu harus. Namun juga
> harus mampu untuk bersaing mengundang investasi.
> Saya juga bercerita bagaimana Petronas merubah sistem relinguishment
> sehingga menjadi cycle (recycle) explorasinya lebih maju.
> 
> - Pertamina.
> Saya bertanya, bagaimana dengan Pertamina pak, apakah masih belum bisa
> disejajarkan dengan Petronas. dahulu Petronas belajar ke kita kan ?
> Beliau menyatakan sudah memiliki sebuah policy tersendri untuk
> Pertamina. Policy beliau adalah dengan membuat play ground sesuai
> dengan kemampuan Pertamina dibanding dengan pesaing2nya. Beliau
> membuat sebuah strategy sehingga pertamina paling tidak didalam negeri
> mampu untuk bersaing dengan cara membuat regulasi (red perlindungan)
> sehingga kalau dipertandingkan dengan BP, Chevron, dll pertamina yg
> masih jauh dibawah ini tidak langsung mati. Beliau tahu bahwa
> Pertamina masih perlu proteksi, namun sulitnya jangan sampai keenakan.
> Proteksi ini harus bertahan dikurangi sampai pertamina mampu.
> Contoh tentang BBM yg diperbolehkan diusahakan oleh perusahan dr luar.
> Ini semestinya menjadi ajang Pertamina untuk belajar mandiri....
> (tantangan nih buat Pertamina mas mBong !)
> Beliau juga tahu dan mengerti bahwa telah terjadi salah urus di
> Pertamina dimasa lampau. Termasuk beban-beban yg ditanggung Pertamina.
> Termasuk beban utk pemerintah, partai2, serta pribadi2 yang ...
> (sambil beliau memasukkan tangan ke saku .. maksudnya banyak koruptor
> di Pertamina, rdp). Beliau mengerti tetapi proses hukum merupakan
> prioritas dalam menangani kasus2 korupsi/penyelewengan seperti ini.
> 
> (note: hampir selalu Pak SBY menyatakan segala sesuatu penyeleseian
> kasus pelangaran harus dengan proses hukum/peradilan, dalam dialog
> terbukanya beliau juga menyatakan tidak senang dengan laporan yg
> katanya si anu.)
> 
> - Cepu.
> Saya memberitahukan bahwa potensi Cepu sangat besar. Lapangan disana
> mampu memproduksi 200 rb bph. Prosesnya sudah berlarut-larut sehingga
> produksi bisa tertunda lama.
> Beliau menanggapi --> Masalah cepu yang G to G (Government to
> Government) sudah selesei, sekarang tinggal masalah B to B (Bussines
> to Bussiness) . Beliau menyatakan juga bahwa kita saat ini Indonesia
> memerlukan income dari minyak tersebut. Sehingga masalah B to B harus
> diseleseikan secepatnya.
> (jadi bener dugaan saya bahwa dahulu diawali dialogue G to G, wich is
> beyond my knowledge).
> Beliau juga menginginkan Jeruk Field (note: wah SBY tahu juga Jeruk
> discovery) serta beberapa lapangan baru untuk segera onstream. Wah ini
> tantangan ... pak SBY sangat ingin produksi migas Indonesia kembali
> meningkat.
> 
> - Investasi
> Saya bertanya bagaimana dengan investasi, masih perlukah dana dari
> luar ? Kan Indonesia banyak orang kaya ?
> Beliau menangggapi soal dananya orang Indonesia yg sempat parkir di
> luar negeri. Beliau menyatakan ini masalah yg cukup kompleks dan
> menyatakan sudah memiliki policy utk menarik kembali salah satunya
> mungkin dengan memutihkan pajaknya. Sehingga dana-dana itu bisa
> kembali utk diinvestasikan di Indonesia.
> 
> Note : Dalam hal pelanggaran hukum, beliau lagi-lagi menekankan harus
> melalui proses ini. Namun kita tidak boleh mengungkit-ungkit masa
> lalu. Kesalahan masa lalu memang ada, namun kelebihannya juga ada.
> Kita harus mulai dari sekarang ke depan. Beliau menyatakan lebih
> menatap kedepan ketimbang menyeleseikan masalah2 masa lampau.
> 
> Kesan-kesan lain tentang makan malam dengan beliau :
> - Rileks
> - Santai
> - Sederhana
> - Tidak banyak bertanya, namun menjawab serta menanggapi pertanyaan
> dan pernyataan dengan serius.
> 
> Sekian dulu deh, .... dah setengah dua malem nih ....
> besok aku terusin dengan :
> - Tsunami Aceh
> - IPTN
> - Demokrasi yg kebablasan
> - Guyon dan lelucon SBY
> 
> 
> RDP
> --
> --Writer need 10 steps faster than readeR --
> 
> 
> 
> 
> --
> --Writer need 10 steps faster than readeR --
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A.
> Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> ---------------------------------------------------------------------
> 



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke