>
> Iman,
Saya sependapat dengan Anda.
Selama tidak ada "gap" di DN , ok ok saja profesioanl kita bekerja
di LN , malahan dia akan membawa Merah Putih kemana-mana.
Lain halnya dengan teman teman IPTN , yang sekolahnyapun dibiayai
oleh IPTN , waktu kembali IPTN-nya diobrak abrik sehingga mereka
kehilangan tempat kerja.
Kan , akan keren dan sangat berbobot kalau CV teman teman itu penuh de-
ngan pengalaman diberbagai cekungan dan dengan umur dari Pre Cambrium
sampai Holocene sebagaimana teman expatriate yang bekerja di Indonesia.
Ya buat Vicky dan kawan kawan , kalau kembali ke Indonesia jadilah
Vicky "plus" . Plusnya , umpamanya bisa bikin perusahaan sendiri, bisa
menduduki jabatan startegis diperusahaan sehingga dapat mengarahkan
perusahaan -nya kearah yang menguntungkan NKRI (ini susah lho ,boleh
yanya sama senior 2 yang pernah jadi VP di KPS).
Si Abah
Saya pikir kondisi dalam negeri memang harus diperbaiki dalam banyak hal,
> misalnya dalam hal struktur penggajian. Tapi ini akan memerlukan waktu
> yang sangat lama, karena secara natural prosesnya "evolusi", bukan
> "revolusi". Kita tidak perlu harus prihatin segala, tapi cukup bijaksana
> saja. Di lain pihak, bagaimanapun bagusnya di dalam negeri, arus
> hilir-mudik para profesional dari dan ke luar negeri tidak akan bisa
> dibendung. Ini natural. Saya pikir akan lebih cepat lagi frekuensinya
> karena adanya era komunikasi yang sudah sedemikian "menerjang" batas antar
> negara. Biarkan berjalan seperti apa adanya. Makin banyak sebaran orang
> kita di luar negeri akan makin baik. Kita hanya perlu mencetak orang-orang
> baru lagi (selama statistik masih valid) dan diusahakan yang lebih baik
> lagi kualitasnya. Keuntungannya tidak hanya terbatas pada adanya tambahan
> devisa, tapi masih sederet lagi items. Apa ada yang tidak setuju ?
>
> Just a comment.
>
> Thanks. Iman
>
> -----Original Message-----
> From: Putrohari, Rovicky [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, December 15, 2005 12:10 PM
> To: [email protected]
> Subject: RE: [iagi-net-l] Dinner dengan Pak Presiden SBY
>
>
>> ______________________________________________________________
>> Vick
>>
>> Satement SBY ini menarik jadi saya ingin tanya : Apakah
>> menurut Anda (dari body languange SBY) , SBY itu merasa
>> senang / bangga / dengan keberadaan profesional Indonesia di KL ?
>> ______________________________________________________________
>
> Prihatin .... !
> Beliau sangat sadar kenapa "hengkang"nya profesional2 ini, sepertinya
> kondisi dalam negeri memang harus diperbaiki. Profesi ini tidak hanya
> perminyakan namun juga profesi lain, termasuk dosen, dokter,
> industrialis dll. Dan juga tidak hanya di KL, bu Ani bercerita juga dari
> banyak negara lain. Bu Ani yg dengan jelas saya dengar bertanya, "nanti
> mau kembali lagi, kan ?"
> Saya menangkap sebagai sebuah ajakan dan tawaran. Namun jelas bukan
> paksaan. Bahkan dalam pidato didepan masyarakat Indonesia beliau sempat
> mengucapkan terimakasih kepada "pahlawan" devisa ini. Tentunya saya tahu
> beliau sdikit "berbeda" ketika berhadapan dengan saya dan TKI, bukan sok
> atau gimana, tentunya ngga bisa serta-merta disamaratakan.
>
> (Note : trus terang saya bingung ditanya Bu Ani,
> Dalam hati sih ... Kalau hanya masuk industri yg sama buatku kurang
> menantang, Kalau ditawarin kerja sebagai penasehat presiden yg sesuai
> bidang saya sih kenapa tidak ? ... Duh ngimpi maneeeh kiyi ...:)
>
> Beliau menegaskan soal IPTN, bahwa sedang mempersiapkan membangun
> kembali Industri pesawat terbang di Indonesia. CN235 dan dan CN250 masih
> layak diteruskan. Sehingga dia juga mengajak kawan semeja (bekas pekerja
> IPTN) untuk bersedia kembali ke Indonesia utk bersama mengembangkan
> industri kedirgantaraan.
>
>> ______________________________________________________________
>>
>
> -----
> This message has been certified virus free by Medcoenergi Antivirus
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------