Bung Vicky,
Selamat, Anda sangat beruntung, bisa duduk semeja (dinner bersama) dengan
beliau sekaligus menyampaikan masukan-2 berharga. Semoga beliau
menanggapinya dengan serius.
Sewaktu beliau menjabat Mentamben, saya sudah mengirim surat masukan
(mengenai PSC dan potensi migas kita); ini karena ada dorongan dari Bu Erna
dan pak Rachmat Witular dalam suatu resepsi. Takut tidak sampai ke meja
beliau, surat saya kirim ke rumahnya di Cikeas (yang waktu itu tidak tahu,
dimana letaknya). Semoga surat ini tetap disimpan dalam arsip beliau (dan
nanti akan dibuka kembali).
Wassalam,
Sugeng

----- Original Message -----
From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)"
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[email protected]>
Sent: Friday, December 16, 2005 11:20 AM
Subject: [iagi-net-l] Re: Dinner dengan Pak Presiden SBY


Idenya Kang ADB di milist IAGI-net adalah merealisasikannya dengan
membuat taskforce yg terdiri dari IAGI-HAGI-IATMI utk masalah PSC
term. Beliau sangat mengerti bahwa PSC term yg ada sekarang sedang
mengalami ujian (tantangan). Kenapa ngga kita bantu dari sisi
profesional ?

Pesan beliau sangat clear "Harus menguntungkan negara dan menarik investor".
saya menangkapnya investor lokal dan luar.

Ayooo donk !! Mumpung masih anget di benak pas SBY. !!
Make dream come true

RDP

On 12/16/05, iswahyudi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ya sekarang apa nih yang harus kita lakukan. Khan Mas RDP sudah mulai di
> KL, lha terus apa langkah kongkrit yang bisa kita perbuat. Kalau dulu mas
> RDP dengan "MIMPI KALI YE" bisa terealisasi, apa sekarang sebaiknya kita
> semua  bareng-bareng "MIMPI KALI YE" aja.
> Siapa tahu dalam waktu dekat semua yang Mas RDP sampaikan ke Pak SBY bisa
> jadi kenyataan dan tidak jadi wacana diskusi di mailing list ini
terus-terusan.
>
> Ada yang punya ide????
>
>
> At 09:29 PM 12/15/2005 +0800, you wrote:
> >--- In [EMAIL PROTECTED], "Ade" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> > > bener bang. sevokal2nya kita, pas ketemu pejabat, pasti mati kutu.
bukan
> > > takut grogi tapi udah terkesimah duluan, padahal cuman dapet senyumnya
> > > doang.
> > >
> >
> >Saya ngga cuman dapet senyumnya. Malah dapet suguhan tempe mendoannya
> >jugak .... hihihihi.
> >
> >Yg pasti saya malah ngga enak rasanya mendominasi diantara ke enam org
> >yg duduk semeja. Lah yg lain anteng2 aja. Ya tak saut wae ta ...
> >Makanya banyak point2 yg bisa saya tahu tentang visi The One ini dalam
> >beberapa hal, terutama yg sesuai point concern saya, kan ?. Dan itu yg
> >saya sampaikan dan sharing dengan anda2 seadanya disini. Kalau toh
> >akhirnya anda menyatakan seolah tulisan ini menaikkan rating beliau
> >.... lah ya ini kan yg bliau cari ?
> >
> >Ada banyak hal yg bisa anda sampaikan ke pejabat siapapun, termasuk
> >protes kalau mau. Tapi anda tentunya mengerti "table manner", kan.
> >Penyampaian protes apa ya disampaikan dimeja makan dengan berapi-api ?
> >disindir saja cukup, kan ? termasuk saya bertanya soal investor lokal
> >yg bisa digalakkan karena dananya kan masih banyak yg bertebaran di
> >bank2 luar negeri. Beliau menanggapi dengan diawali berpikir sejenak
> >dan ..."Begini dik, masalahnya itu kompleks menyangkut masalah
> >ekonomi, hukum dll ...".
> >Beliau memiliki keinginan mengembalikan dana-dana yg parkir di LN itu,
> >Dananya org Indonesia di LN itu buanyak jumlahnya. Beliau ingin
> >mengimplementasikan policynya utk memutihkan perpajakannya asal
> >dananya kembali ke Indonesia. Masalah lain yg terkait dengan
> >perolehannya atau masalah hukum tentunya tetap diseleseikan secara
> >hukum. Ini prinsip beliau yg selalu menyatakan taat hukum. (lah kalau
> >perangkat hukumnya belum beres ya memang tidak mudah kan?).
> >Dana ini kembali ke Indonesia tentunya bukan trus masuk kas negara.
> >tetapi dipakai langsung untuk rakyat ... (saya juga ngga tahu persis
> >bagaimana mekanismenya wong aku bukan ekonom), tetapi beliau
> >menegaskan misalnya utk membangun puskesmas, rumah sakit, gedung
> >sekolah dll.
> >(retorik ya ? ... ya wong namanya ujar-ujar kok).
> >
> >Setahu saya beliau lebih mementingkan untuk berpandangan kedepan.
> >Beliau mungkin enggan menyeleseikan masalah masa lalu. Jadi jangan
> >berharap banyak tentang masalah 27 july, kasus priok dll akan menjadi
> >point concern. Lah wong masalah tsunami saja beliau lebih konsen
> >dengan perbaikan atau pengembalian pembangunan kota. Saya yg konsen
> >dengan geoscience ttg "early warning" engga disinggung banyak kok.
> >Beliau lebih konsen dengan pembangunan ulang dengan masterplan yg
> >harus lebih tertata. Lah tak pikir-pikir ya emang kalau aku jadi
> >Presiden ngapain memikirkan hal-hal terlalu jauh termasuk early
> >warning. Yg didepan mata menyangkut manusia ini dirampungkan dulu kan
> >?. Early warning memang diperlukan, tetapi seperti yg saya ketahui
> >juga early warning tsunami sebesar yg kemarin itu lebih bermanfaat utk
> >masyarakat dunia ketimbang penduduk lokal. Yg lokal ya tetep saja
> >perlu dibantu membangun ulang lebih dulu.
> >Pendidikan kebencanaan akan dibuat dalam bentuk peringatan detik-detik
> >tsunami yag akan dilaksanakan pada tanggal 26 Desember ini.
> >
> >Tapi memang semua uneg2 yg akan disampaikan harus sudah ada di benak.
> >Kalau hanya permasalahan titipan saja, akan sangat susah
> >penyampaiannya. Lah saya tanya ini itu ya ngalir aja serasa ngobrol
> >dengan anda dimilist ini. Malah jadi ga enak saya ini ... "Nyuwun sewu
> >looh pak SBY kalau semalam saya rada criwis, tanya ini itu ... :)"
> >
> >RDP
> >
> > > ----- Original Message -----
> > > From: Nukman Luthfie
> > >
> > > Tanpa mengurangi rasa hormat kepada presiden kita serta
intelektualitas
> > kang
> > > Rovick, yang kang Rovick ceritakan itu juga efek dari charisma SBY.
Orang
> > > biasa, yang suka atau tidak suka kepada orang nomor satu, ketika
ketemu
> > muka
> > > akan tenggelam oleh charisma orang no 1 tersebut.
> > >
> > > Ada sebuah kisah menarik dari Eros Djarot jaman Soeharto masih
berkuasa
> > > (saya ndak tahu benar apa tidak). Eros waktu itu amat lantang
menentang
> > > Soeharto. Nah, menurut kisah seorang teman, suatu ketika ia dipanggil
> > > Soeharto untuk makan malam di Cendana. Dia sudah ikrar bakal
menyampaikan
> > > uneg2nya, protes2nya, dll.
> > >
> > > Sesampai di Cendana, ia disambut ramah oleh bu Tien dan langsung
diantar ke
> > > ruang makan. Begitu melihat Soeharto yang tersenyum menyambutnya,
seketika
> > > itu juga runtuh semua semangatnya. Ia seperti tak bisa bicara. Habis
sudah
> > > seluruh kosa kata yang siapkan. Ia mengaku luluh di bawah charisma
> > Soeharto.
> > > Makan malam akhirnya menjadi wejangan satu arah dari pak Harto.
> >
> >------ https://www.lists.uni-karlsruhe.de/warc/hagi.html ------
>
> ------ https://www.lists.uni-karlsruhe.de/warc/hagi.html ------
>


--
--Writer need 10 steps faster than readeR --

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke