pak ar ini yang sempat saya kutip dari media lokal makassar www.fajar.co.id
http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=14633 Makassar dan Parepare Rawan Tsunami( 26 Dec 2005) IAGI: Pemerintah Kurang Serius Antisipasi Bencana MALANG -- Sejumlah daerah di Indonesia rawan terjadi bencana geologi, yang dapat mengakibatkan gelombang tsunami. Daerah tersebut antara lain, Padang, Medan, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Bandung, Bali, Palu, Gorontalo, Makassar, dan Parepare. "Tapi kami tidak tahu kapan persisnya terjadi tsunami di daerah-daerah itu dan seberapa kekuatannya. Berbeda dengan gunung api yang dapat dideteksi dengan seismograf. Tapi daerah-daerah tersebut sangat rawan tsunami dan pemerintah sepertinya kurang serius mengantisipasi bencana itu sejak dini," kata Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Dr Andang Bachtiar, di Malang, kemarin. Ia menyebutkan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Nias, cukuplah menjadi pelajaran. Karena pelajaran lainnya, seperti pada 1815 di Tambora dengan korban sebanyak 90 ribu jiwa, 1977 di Sumba, 1979 di Flores, dan 1992 di Banyuwangi sepertinya dilupakan pemerintah. Dalam pandangan IAGI, pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sampai saat ini belum mengeluarkan kebijakan tegas untuk mengantisipasi ancaman bencana alam seperti itu. "Indonesia merupakan daerah rawan bencana geologi, seperti tsunami, gempa, dan gunung meletus. Sayangnya, belum diimbangi dengan kebijakan pemerintah untuk mengantisipasi ancaman bencana itu," katanya. Menurut dia, keseriusan pemerintah mengantisipasi bencana itu agar tidak terulang, hingga kini belum terlihat. Apalagi penanganan bencana bukan saja dilakukan setelah bencana terjadi, tapi jauh hari sebelumnya. Caranya, harus ada kebijakan pemerintah terkait dengan penanganan prabencana. "Bencana geologi semisal gempa, gunung meletus, tsunami, dan banjir, memang tidak dapat dihindari. Tapi pemerintah dapat mengurangi dampak sosialnya dengan kebijakan yang tepat," kata pakar geologi ITB ini. Ditambahkan, bencana tsunami merupakan kejadian alam dengan siklus ratusan tahun. Berdasarkan penelitian ahli geologi, diketahui bahwa tsunami akan berulang dalam 200-300 tahun di lokasi yang sama. "Berdasarkan pengamatan terhadap batuan, sedimen, dan pinggir laut, kami dapat mengetahui suatu lokasi pernah mengalami tsunami," tandasnya. Peringatan Setahun Tsunami Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan utusan perwakilan 37 negara sahabat dipastikan akan hadir untuk peringatan setahun tsunami yang dipusatkandi Kota Banda Aceh, hari ini. Peringatan setahun tsunami akan diisi dengan kegiatan doa bersama danmelakukan ziarah ke kuburan massal korban tsunami. Utusan dan perwakilan dari negara sahabat yang akan hadir di antaranya berasal dari Malaysia, Thailand, Amerika Serikat, dan Timor Leste. Peringatan setahun tsunami ini dilakukan di Mesjid Jamiek Baiturrahim, Ulhee Lheu, Banda Aceh. Demikan disampaikan oleh Adlai Goldberg, Manager Media CenterBRR dalam media briefing bersama wartawan di Media Center BRR, Banda Aceh, Sabtu sore, kemarin. "Presiden akan tiba di Mesjid Ulhee Lheu dan kemudian melakukan ziarah ke kuburan massal yang ada di sana, di sana presiden juga akan mengunjungi fasilitaspenyulingan air bersih yang didanai oleh Kuwait," ujarnya. Selain di Ulhee Lheu, presiden dan rombongan tamu negara itu juga akan melakukan ziarah ke kuburan massal korban tsunami yang berlokasi di Lampuuk, Aceh Besar. Rombongan presiden juga kan meninjau proyek pembangunan jalan lintas pantai barat Aceh yang dibangun dengan bantuan dana dari USAID. Sore harinya, presiden juga akan mengunjungi pabrik pengolahan limbah di Kampung Jawa, Banda Aceh. Puncak perayaan pada malam harinya juga diadakan di Masjid Raya Baiturrahman usai salat Isya. Di sana, SBY juga akan bertemu dengan masyarakat Aceh, sekitar 10.000 warga diperkirakan akan hadir di masjid tersebut mengadakan salat dan doa bersama. Deputy Bidang Pendidikan dan Kesehatan BRR, Said Faisal, mengatakan kegiatan peringatan setahun tsunami ini dilakukan untuk mengenang kembali semua warga Aceh yang sudah menjadi korban saat musibah gelombang besar itu melanda Aceh, tahun lalu. "Mengenang itu mungkin memang sebuah hal yang perlu kita lakukan, tapi mengenang bukan artinya untuk kembali ke masa lalu, tapi harus menjadikannyasebagai sebuah pelajaran agar kita bisa bangkit kembali untuk membangun ke arah yang lebih baik," ujarnya. Selain perwakilan 37 negara sahabat yang mejadi tamu undangan langsung presiden Susilo Bambang Yudhoyono, departemen luar negeri juga mengundang sekitar 87 negara yang selama ini sudah menjadi donor dan membantu masyarakat Aceh dalam mengatasi musibah berat ini. --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

