Pendapat saya, isu surutnya eksplorasi sumber daya mineral tidak sepenuhnya
ditanggapi positif oleh pemerintah. Keliatannya pemerintah cenderung
menyimpan cadangan sumber daya (resource) sebagai aset yang suatu saat nanti
ketika harga mineral melambung barulah eksplorasi dimulai secara besar2an.
Akibatnya eksplorasi dan produksi tidak sinkron dan pe-er lagi buat
eksplorasionis. Tujuannya agar anak cucu kita juga bisa menikmati energi dan
mineral. Tapi sayang, waktu yg dibutuhkan mineral untuk beranak cucu
(ber-alterasi) tidak seimbang dgn laju pertambahan umat manusia.

Have a nice weekend.

salam,

Fath





-----Original Message-----
From: Sukmandaru Prihatmoko [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, January 06, 2006 11:08 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Bejana pikir explorasi indonesia 


Menarik memang.... ajakan ADB untuk mengembangkan "tanki berpikir eksplorasi

Indonesia". Untuk sumberdaya mineral, menurut saya ada tiga hal (pilar) 
utama yang diperlukan untuk mewujudkan eksplorasi berkesinambungan, yaitu 
potensi geologi (sumberdaya), pasar, dan iklim investasi. Sebagai ilustrasi 
saja, saat ini:

(1) Harga emas di pasar dunia sedang nangkring di atas US$500/ oz selama 
lebih 3 bulan (ini belum pernah terjadi sebelumnya?), harga logam dan 
komoditi tambang lain sebagian besar juga sedang meroket (batubara bagaimana

ya?). Jadi pasar terbuka lebar.

(2) Potensi geologi sumberdaya mineral dan batubara, tidak perlu diragukan, 
bahkan ada yang bilang tanpa digembar-gemborkan-pun profesional geologist 
sudah tahu harus kemana kalau cari emas, harus kemana kalau mau cari 
tembaga, mesti kemana cari batubara............

(3) Jadi memang kuncinya menurut saya (sama halnya dengan Pak Sony) ada di 
iklim investasi, yang seharusnya diciptakan dan pelihara (maintain) oleh 
pemerintah. Artinya pemerintah memang harus berperan dalam menciptakan 
regulasi-regulasi yang kondusif, dan mengimplementasikannya termasuk peran 
kontrol dengan baik. Terlihat sekali saat ini bahwa negara-negara seperti 
Vietnam, Laos lebih bisa menarik investor ketimbang kita (padahal potensi 
geologi mereka menurut saya jauh di bawah Indonesia....... adakah yg gak 
setuju?).

Pertanyaannya, apakah pemerintah memang tidak (belum) mau menggali pemasukan

(investasi) dari sektor ini? Saya rasa tidak demikian, karena pemasukan 
(pajak, royalti dsb) dan penciptaan lapangan kerja sangat dibutuhkan dari 
sektor manapun saat ini. Jadi rasanya memang wilayah no. 3 tsb yang harus 
kita garap dan "siasati".  Sebegitu dulu pak ADB dan Pak Sonny........ nanti

saya lanjut.

Salam - Daru

----- Original Message ----- 
From: "Pangestu, Sonny T" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, December 20, 2005 5:49 PM
Subject: [iagi-net-l] Bejana pikir explorasi indonesia - Re: [iagi-net-l] 
ADB for presiden - RE: [iagi-net-l] ADB jadi menteri ??


Setuju.
Barangkali bisa dimulai dgn membuat usul nyata agar terbentuknya iklim
yang menunjang dan mendukung agar explorasi (khususnya di industri
pertambangan mineral & batubara).
Iklim ini sudah cukup lama terkikis hingga menyebabkan investasi di
bidang ini surut drastis.
Sumberdaya mineral & batubara hasil explorasi bertahun-tahun yl saat ini
sudah & sedang berproduksi. Beberapa di antaranya sdh habis tertambang
sesuai dengan umur tambangnya dan telah menutup tambangnya.
Sayangnya tidak diikuti dengan kegiatan explorasi untuk mencari
sumberdaya yang baru karena iklimnya tidak menunjang atau tidak menarik
untuk berinvestasi utk kegiatan explorasi.

Kalau iklim yg menarik sudah terbentuk mungkin dengan sendirinya
explorasi akan giat kembali.

Wassalam
sonny

-----Original Message-----
From: Andang Bachtiar [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 20 Desember 2005 16:27
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] ADB for presiden - RE: [iagi-net-l] ADB jadi
menteri ??

hehehehe....
kawan-kawan geosaintis, cukup sudah guyon-guyon-an-e..

ayo sekarang kita serius, kritis, dan realistis..

jauh lebih bermanfaat apabila dalam posisi apapun kita semua menunjukkan
kerja nyata, professional, tekun, dan berpikir lateral, sehingga
bicarapun didengar, berbuatpun diikuti, berbisikpun
dipertimbangkan,.......

memperbaiki kondisi dari luar, sebagai geologist merdeka, jauh lebih
memudahkan untuk tetap berakobrat berjungkir balik, daripada kita musti
terikat dalam satu tatanan organisasi -apapun namanya- yang
merepresentasikan kepentingan kekuasaan politik, bisnis, maupun ideologi

jadi,... terimakasih buat semua untuk guyon-guyonan- mentri dan
presiden-e (kalau diterusin nantinya bukan lagi guyonan, tapi bahasa
jawanya jadi "ngenyek" hehehehe...)..

ayo kita realisasikan
tangki pikir eksplorasi indonesia

adb



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke