|
Betul Mas Syaiful, deretan Myanmar, Thailand sampai ke Vietnam penuh dengan mistik dan ramalan2 yang jauh lebih serem dari kita. Setiap di depan pagoda , tempat keramatdan tempat2 keramaian banyak peramal2 maupun dukun2 praktek (terus terang saya sampai mempelajari cara baca rajah tangan lho). Tetapi memang tidak dipublikasikan secara terbuka lewat media TV, jadi tidak ada pembodohan nasional.
Seperti di Myanmar, Gemology berkembang cukup baik. Banyak kursus2 gemology dari tingkat dasar sampai advance yang diselenggarakan oleh swasta. Di setiap universitas punya bagian yang konsentrasinya ke pertambangan dan gemology. Mungkin karena batu mulia & precious stones di Myanmar termasuk komoditi nasional yang utama dan juga bisnis yang paling menguntungkan. Myanmar adalah salah satu penghasil Ruby (merah delima), Giok (jade) dan batu hijau (semuanya olivine apa ya namanya?) yang terbaik di dunia, tempat penambangannya dijaga ketat oleh tentara, orang asing tidak boleh masuk. Kalau orang kita boleh asal tidak ngomong (bisu) dan tidak berkumis, he...he.... Pemerintahnya sangat mendukung bisnis batu akik, Lelang Internasional diselenggarakan 2x setahun, baik batu yang sudah diasah maupun yang masih raw, harga tidak standard, kecuali bagi yang tahu. Semua batu mulia yang di bawa masuk ke negara Myanmar harus didiclare sebelumnya, kalau tidak akan ada masalah waktu keluarnya, dikira ilegal. Kalau beli jangan lupa minta certificate bahwa pajak telah dibayar. Batu di Myanmar dan Thailand tidak murah, cukup mahal dibandingkan di Indonesia.
mang Okim, mohon informasinya alamat dan kontak personnya untuk IGI / GG di Indonesia. Maturnuwun sakderengipun.
Salam,
Mufti
-------Original Message-------
Date: 01/13/06 06:44:49
Subject: Re: [iagi-net-l] Gemology (Re: [iagi-net-l] Re: batu giok, salam dari jambi)
mas amin tidak usah terlalu resah dg negeri sendiri. coba tanya teman2 yg
ada di bangkok atau tempat lain di thailand, di sana juga masih kental dg
mistik dan dikaitkan dg bebatuan juga.
salam,
syaiful
Amir Al Amin
oo.com> cc:
Subject: Re: [iagi-net-l] Gemology (Re: [iagi-net-l] Re: batu giok,
01/12/2006 salam dari jambi)
04:54 PM
Please respond
to iagi-net
Saya dengar kalau Thailand itu
menguasai pasar dunia per-gemstone-an. (Apa betul seperti itu Pak Miko?)
Bahkan batumulia dari Australia dan negara2 lain didatangkan untuk
diolah.
Institute Gemology Thailand, sering diiklankan setengah halaman koran.
Juga mereka punya jurusan Gemology , yang terpisah dari geology
di salah satu universitasnya.
Saya iri juga melihat negara tetangga, kok maju benar gemstonenya.
Sementara kita masih banyak bergelimang dengan mistik, wahyu,
ajimat...dlsb.
Yang batunya pakai dibungkus2 kain putih, merah...bertulis huruf jawa,
arab, ataupun china. Yang lebih berbau penipuan, dari pada bisnis yang
sehat.
Salam
Pak Miko, saya masih sempat ikut kuliah dari Pak Andri (Endapan
Mineral) dan memang waktu itu ada kunjungan ke show room Pak Miko. Dan
sebelum kunjungan kita dikasih kuliah pendahuluan tentang Batu Mulia
ini.
Menurut saya rekan-rekan mahasiswa waktu itu sangat banyak yang
interest dengan Batu Mulia ini. Bahkan ada senior saya yang namanya
Brur Dasep Sabarudin, beliau ini sempat mendalami dengan sangat serius
(sampai hunting di kaki-kaki lima) aspek geologi tentang batu mulia
dan tentunya mendalami juga aspek mistik nya. Brur Dasep ini
juga-kalau saya tidak salah-adalah mahasiswa ITB S1 yang pertama
thesis tentang Batu Mulia.
On 1/12/06, miko wrote:
> Pak Amir Al Amin,
> Institute of Gemology Indonesia sepertinya memberikan kursus gemology
> program singkat atau sampai 6 bulanan ( untuk meraih gelar GG-Graduate
> Gemologist ). Selain dari itu, pengelola Institut biasanya menerima
> pekerjaan appraisal alias memeriksa dan mengeluarkan sertifikat
batumulia.
> Sejak beberapa tahun ini ITB membuka mata kuliah pilihan batumulia yang
> dimotori oleh Dipl.Ing Andri S Mubandi. Mang Okim kadang-kadang diminta
jadi
> dosen tamu. Selain dari itu, beberapa mahasiswa geologi ITB telah ada
yang
> ambil thesis batumulia ( bukan jenis precious stones ). Hanya belum ada
di
> antara mereka yang terjun langsung di bidang batumulia. Hal ini bisa
> dimengerti mengingat tawaran pasar yang begitu menggiurkan, sampai ribuan
> dolar perbulan kan !. Bidang ini perlu dedikasi dan idelisme. Salam
> batumulia, mang Okim
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------
|